Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Humor dan Trauma: Apakah Tertawa Selalu Artinya Bahagia?

Amalia Rizky Indah Permadani • Jumat, 6 Juni 2025 | 14:00 WIB
Di balik tawa yang mengundang, ada luka yang sulit disembuhkan oleh humor semata.
Di balik tawa yang mengundang, ada luka yang sulit disembuhkan oleh humor semata.

Trenggaleknjenggelek - Humor itu seru, iya, tapi nggak selalu berarti kita bahagia. Banyak orang yang mungkin terlihat senang karena selalu tertawa dan bikin orang lain senyum, tapi itu bisa jadi cuma topeng aja.

Humor tuh bisa jadi cara buat ‘ngalihin’ perhatian dari masalah atau trauma yang mereka alami.

Misalnya, orang yang pernah melalui pengalaman traumatis, seperti kehilangan orang yang mereka cintai atau dihianati, kadang-kadang malah jadi lebih sering bercanda biar nggak keliatan sedih.

Nggak jarang juga, orang yang suka banget bercanda atau bikin lelucon malah punya masalah dalam hidup yang nggak bisa mereka ungkapin.

Mereka mungkin takut untuk mengakui rasa sakit mereka, jadi mereka lebih milih buat tertawa dan membuat orang lain bahagia.

Jadi, yang kita lihat dari luar mungkin cuma bagian dari cara mereka untuk mengatasi perasaan yang lebih dalam.

Humor jadi pelindung mereka, karena dengan membuat orang lain tertawa, mereka merasa bisa menghindari perhatian ke masalah mereka sendiri.

Penting banget buat kita tahu kalau nggak semua tawa itu berarti kebahagiaan.

Kadang, orang yang kelihatan sangat bahagia itu lagi nyembunyikan kesedihan atau rasa trauma yang mendalam.

Mereka mungkin berusaha menunjukkan sisi terbaik mereka ke dunia, tapi di dalamnya, ada luka yang belum sembuh.

Humor, meskipun bisa jadi cara buat ngelewatin masa sulit, nggak bisa jadi solusi jangka panjang buat trauma yang mereka alami. (mal)

Editor : Amalia Rizky Indah Permadani