Trenggaleknjenggelek - Pada film Joker, kita melihat bagaimana Arthur Fleck menggunakan humor untuk mengalihkan perhatian dari kenyataan pahit yang dia hadapi.
Ketika dia merasa terpinggirkan oleh masyarakat dan dunia di sekitarnya, humor menjadi cara untuk melupakan perasaan cemas dan takut yang datang dari trauma yang belum dia atasi.
Humor, yang tampaknya bisa membuat orang lain tertawa, justru menjadi pelarian dari kenyataan yang penuh ketidakadilan.
Film ini menggambarkan dengan jelas bahwa meskipun humor bisa memberikan kelegaan sejenak, itu tidak cukup untuk menyembuhkan luka emosional yang lebih dalam.
Humor menjadi pelindung sementara, tetapi trauma yang belum diselesaikan tetap ada, dan semakin lama akan semakin menghancurkan diri seseorang.
Dalam kasus Arthur, humor yang digunakan untuk mengalihkan perhatian akhirnya mengarah pada kekerasan yang membebani hidupnya dan kehidupan orang lain. (mal)