Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Mengenal Stoicism: Filosofi Hidup yang Mengajarkan Ketenangan dalam Keterbatasan

Amalia Rizky Indah Permadani • Selasa, 10 Juni 2025 | 23:05 WIB

 

Stoicism bukan tentang menahan emosi atau menjadi tidak peduli terhadap dunia, melainkan tentang bagaimana kita merespon dunia dengan kebijaksanaan dan kedamaian.
Stoicism bukan tentang menahan emosi atau menjadi tidak peduli terhadap dunia, melainkan tentang bagaimana kita merespon dunia dengan kebijaksanaan dan kedamaian.

Trenggaleknjenggelek - Stoicism adalah filosofi yang berasal dari Yunani Kuno yang mengajarkan pentingnya ketenangan batin, kebajikan, dan pengendalian diri.

Berdasarkan ajaran Zeno dari Citium, Stoicism mengajarkan kita untuk menerima apa yang tidak dapat kita kontrol, sambil berfokus pada apa yang bisa kita kontrol, yakni respons dan sikap kita terhadap peristiwa yang terjadi dalam hidup.

Filosofi ini sangat relevan dalam kehidupan modern, di mana stres dan tekanan hidup semakin meningkat.

Penting untuk dipahami bahwa Stoicism bukan tentang menahan emosi atau menjadi tidak peduli terhadap dunia, melainkan tentang bagaimana kita merespon dunia dengan kebijaksanaan dan kedamaian.

Stoics percaya bahwa kebahagiaan sejati datang dari dalam diri, bukan dari pencapaian eksternal atau hal-hal materi.

Mereka mengajarkan kita untuk menghindari keinginan yang berlebihan dan untuk lebih fokus pada pengembangan karakter.

Pada dasarnya, Stoicism mengajarkan kita untuk berfokus pada tiga hal utama: kebajikan (virtue), kebijaksanaan (wisdom), dan ketenangan batin (tranquility).

Kebajikan mencakup kualitas-kualitas moral seperti keberanian, keadilan, dan kesederhanaan.

Stoics meyakini bahwa dengan mengembangkan kebajikan, kita akan dapat hidup harmonis dengan alam semesta dan mengatasi tantangan hidup dengan bijaksana.

Salah satu konsep utama Stoicism adalah penerimaan terhadap apa yang tidak bisa kita ubah.

Menghadapi penderitaan, kegagalan, atau kehilangan adalah bagian dari kehidupan yang tak terhindarkan, dan Stoicism mengajarkan kita untuk menerima kenyataan tersebut tanpa rasa cemas atau kebencian.

Mengendalikan pikiran dan perasaan kita menjadi kunci untuk mencapai kedamaian dalam menghadapi semua rintangan hidup. (mal)

SEBUT BAIK: Ahmad Sodikin, kakak korban didampingi penasihat hukum saat di Polresta Denpasar
SEBUT BAIK: Ahmad Sodikin, kakak korban didampingi penasihat hukum saat di Polresta Denpasar
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani
#Stoicism #Stoikiometri #Stoicism mindset