Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Epictetus: Kebebasan Sejati dalam Stoicism

Amalia Rizky Indah Permadani • Rabu, 11 Juni 2025 | 19:04 WIB

 

Kebebasan sejati hadir saat kita hanya mengendalikan pikiran, bukan dunia luar.
Kebebasan sejati hadir saat kita hanya mengendalikan pikiran, bukan dunia luar.

Trenggaleknjenggelek - Epictetus adalah salah satu filsuf Stoic paling terkenal, yang kehidupannya sendiri mencerminkan ajaran yang ia ajarkan.

Lahir sebagai seorang budak, Epictetus akhirnya memperoleh kebebasan, namun lebih dari itu, ia mengajarkan bahwa kebebasan sejati tidak bergantung pada keadaan eksternal, tetapi pada kemampuan kita untuk mengendalikan pikiran dan sikap kita terhadap dunia.

Salah satu ajaran utamanya adalah bahwa kita tidak dapat mengendalikan apa yang terjadi di luar diri kita, tetapi kita selalu memiliki kontrol atas bagaimana kita merespons peristiwa tersebut.

Menurut Epictetus, kebebasan sejati datang ketika kita berhenti terikat pada hal-hal eksternal, seperti kekayaan, status, atau pengakuan.

Dalam filsafatnya, ia menekankan bahwa segala yang di luar diri kita adalah “indifferents,” atau hal-hal yang tidak memiliki nilai intrinsik.

Yang terpenting adalah bagaimana kita menghadapi dan meresponsnya dengan kebijaksanaan dan kebajikan. Konsep ini mengajarkan kita untuk hidup dengan sikap penerimaan terhadap apa yang tidak dapat kita ubah, sambil tetap berfokus pada pengembangan karakter dan kebajikan.

Epictetus juga mengajarkan pentingnya memiliki kendali atas emosi dan pikiran kita. Ia percaya bahwa emosi seperti kemarahan, kesedihan, atau kecemasan muncul dari cara kita menafsirkan peristiwa, bukan peristiwa itu sendiri.

Oleh karena itu, untuk mengatasi emosi negatif, kita harus melatih diri untuk melihat peristiwa secara objektif dan menerima kenyataan tanpa terlalu terpengaruh oleh perasaan kita.

Dalam salah satu karyanya, “Enchiridion,” Epictetus memberikan panduan praktis bagi siapa saja yang ingin mengembangkan kebebasan batin ini.

Dengan fokus pada apa yang dapat kita kontrol dan melepaskan keterikatan pada hal-hal yang tidak bisa kita ubah, Epictetus mengajarkan kita untuk menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan bijaksana. (mal)

Editor : Amalia Rizky Indah Permadani
#Epictetus