Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kemarahan dalam Hubungan Interpersonal: Menghindari Keretakan Hubungan melalui Pemahaman Psikologis

Amalia Rizky Indah Permadani • Kamis, 26 Juni 2025 | 19:00 WIB
Secara psikologis, kemarahan sering kali muncul ketika seseorang merasa tidak dihargai, diserang, atau terancam.
Secara psikologis, kemarahan sering kali muncul ketika seseorang merasa tidak dihargai, diserang, atau terancam.

Trenggaleknjenggelek - Kemarahan yang tidak terkelola dengan baik bisa menjadi penghalang besar dalam hubungan interpersonal, baik dalam keluarga, pekerjaan, maupun hubungan pertemanan.

Secara psikologis, kemarahan sering kali muncul ketika seseorang merasa tidak dihargai, diserang, atau terancam.

Ketika individu meledak-ledak dalam amarah, hal ini tidak hanya mempengaruhi dirinya sendiri, tetapi juga dapat merusak hubungan dengan orang lain.

Psikologi sosial menunjukkan bahwa dalam hubungan yang penuh kemarahan, komunikasi yang buruk dan konflik yang tak terselesaikan bisa menyebabkan ketegangan dan bahkan perpecahan.

Cara Mengatasi:
Pendekatan psikologis yang penting untuk mengatasi kemarahan dalam hubungan adalah dengan mengembangkan keterampilan komunikasi yang efektif dan empati.

Ketika merasa marah, penting untuk menenangkan diri terlebih dahulu sebelum mengungkapkan perasaan.

Menggunakan teknik seperti “time-out” atau memberi waktu sejenak untuk meredakan emosi dapat mencegah perkataan atau tindakan yang merusak hubungan.

Berbicara dengan penuh empati, saling mendengarkan, dan mencari solusi bersama adalah langkah-langkah yang dapat memperbaiki hubungan yang terganggu oleh kemarahan. (mal)

Editor : Amalia Rizky Indah Permadani