Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Hubungan antara Waham dan Trauma Masa Lalu

Amalia Rizky Indah Permadani • Minggu, 29 Juni 2025 | 22:00 WIB

 

Trauma masa kecil seperti kekerasan fisik, emosional, atau penyalahgunaan seksual dapat merusak persepsi seseorang terhadap dunia, sehingga membentuk keyakinan yang tidak realistis atau salah.
Trauma masa kecil seperti kekerasan fisik, emosional, atau penyalahgunaan seksual dapat merusak persepsi seseorang terhadap dunia, sehingga membentuk keyakinan yang tidak realistis atau salah.

Trenggaleknjenggelek - Waham atau delusi sering kali muncul sebagai respons terhadap trauma yang dialami seseorang, terutama trauma yang terjadi pada usia dini.

Trauma masa kecil seperti kekerasan fisik, emosional, atau penyalahgunaan seksual dapat merusak persepsi seseorang terhadap dunia, sehingga membentuk keyakinan yang tidak realistis atau salah.

Dalam banyak kasus, individu yang mengalami trauma mungkin mengembangkan mekanisme pertahanan mental yang membentuk delusi sebagai cara untuk mengatasi rasa takut atau ketidakberdayaan mereka.

Misalnya, anak yang mengalami kekerasan fisik di rumah mungkin tumbuh dengan delusi persekusi, merasa bahwa mereka selalu diburu atau diawasi, meskipun tidak ada bukti yang mendukung keyakinan tersebut.

Trauma ini mengubah cara mereka memandang dunia, dan mereka mulai percaya bahwa dunia adalah tempat yang berbahaya, di mana mereka tidak bisa mempercayai orang lain.

Dalam kasus ini, delusi menjadi mekanisme untuk mempertahankan kontrol atas perasaan takut dan cemas yang mendalam.

Selain itu, trauma emosional yang berkaitan dengan kehilangan orang tua atau perceraian juga dapat memengaruhi perkembangan waham.

Sebagai contoh, anak-anak yang tidak mendapatkan dukungan emosional yang cukup mungkin mengembangkan delusi grandiose, merasa bahwa mereka memiliki kekuatan atau kemampuan luar biasa untuk mengatasi situasi mereka.

Ini adalah bentuk pengalihan perhatian dari rasa sakit dan ketidakberdayaan mereka.

Pentingnya memahami hubungan antara trauma masa kecil dan waham adalah untuk merancang pendekatan terapeutik yang lebih tepat.

Terapi yang melibatkan pemrosesan trauma, seperti EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing), bisa sangat efektif.

EMDR membantu individu untuk mengatasi dan menyembuhkan memori traumatis yang terpendam, yang seringkali menjadi pemicu bagi waham. (mal)

 

Cuitan Presiden Donald Trump yang Menyerang Zohran Mahmani
Cuitan Presiden Donald Trump yang Menyerang Zohran Mahmani
Editor : Amalia Rizky Indah Permadani