Trenggaleknjenggelek - Penyalahgunaan obat-obatan, baik obat terlarang maupun obat resep, sering kali memiliki dampak besar terhadap kondisi mental seseorang.
Beberapa jenis obat, seperti amfetamin, kokain, dan bahkan obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi gangguan tidur dan kecemasan, dapat memicu gejala delusi.
Penggunaan zat-zat ini mengubah kimia otak dan dapat menyebabkan gangguan persepsi, yang mengarah pada waham.
Misalnya, seseorang yang mengonsumsi kokain dapat mengalami paranoia yang intens, yang berujung pada delusi persekusi, percaya bahwa orang lain mencoba untuk mencelakakan mereka.
Di sisi lain, beberapa obat yang digunakan untuk pengobatan gangguan psikotik, seperti antipsikotik, juga dapat menyebabkan efek samping berupa waham.
Meskipun obat ini dirancang untuk mengurangi gejala psikotik, pada beberapa individu, obat-obatan tersebut dapat menurunkan tingkat dopamin secara berlebihan, yang justru memicu gejala delusi sebagai efek samping.
Penting untuk memisahkan waham yang disebabkan oleh penyalahgunaan zat dengan waham yang disebabkan oleh gangguan psikotik lainnya.
Misalnya, individu yang mengonsumsi zat halusinogen mungkin menunjukkan gejala waham sementara efek zat tersebut masih ada di dalam tubuh.
Sementara itu, individu dengan gangguan mental seperti skizofrenia menunjukkan gejala waham tanpa adanya faktor eksternal seperti obat. (mal)