Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Tak Harus Sering Bertemu, Begini Ciri Sahabat Sejati Menurut Psikolog

Betty Khasandra Pujayanti • Kamis, 31 Juli 2025 | 02:00 WIB
Ilustrasi dua sahabat tersenyum hangat saat bertemu kembali setelah lama tidak berjumpa.
Ilustrasi dua sahabat tersenyum hangat saat bertemu kembali setelah lama tidak berjumpa.

TRENGGALEKNJENGGELEK – Tak sedikit orang yang merasa bersalah karena jarang bertemu sahabat lama.

Kesibukan, jarak, dan perubahan prioritas membuat pertemuan antarsahabat jadi semakin langka.

Namun di momen Hari Sahabat Sedunia yang jatuh pada 30 Juli, penting untuk diingat bahwa persahabatan sejati tidak selalu diukur dari seberapa sering bertemu.

Persahabatan sejati justru diukur dari seberapa dalam dan tulus hubungan terjalin.

Seorang psikolog sekaligus penulis buku tentang persahabatan, Irene S. Levine, menyebut bahwa sahabat sejati adalah orang yang membuat seseorang merasa bisa menjadi diri sendiri.

Seseorang tidak harus selalu tampil sempurna di depan mereka karena penerimaan datang tanpa syarat.

Sahabat pasti menerima dalam keadaan apa pun, baik saat sedang berada di puncak maupun dalam titik terendah hidup.

Hubungan sahabat yang kuat tidak harus dipelihara setiap hari dengan komunikasi intens.

Ketika ikatan emosional sudah terbentuk dengan baik, jarak dan waktu bukanlah penghalang.

Bahkan setelah lama tidak berbicara, rasa nyaman itu tetap ada saat berjumpa kembali.

Tidak ada kecanggungan karena kedekatan itu tumbuh dari kepercayaan dan pemahaman yang mendalam.

Ciri lain dari sahabat sejati adalah kemampuannya untuk hadir secara emosional.

Mereka mungkin tidak selalu bisa hadir secara fisik, tetapi mereka tahu kapan harus mendengarkan, kapan memberi ruang, dan kapan harus berkata jujur.

Sahabat bukan untuk menyenangkan, melainkan untuk membantu tumbuh. Sahabat sejati juga berani memberi kritik saat dibutuhkan.

Bukan dengan cara menyudutkan, melainkan dengan niat mendorong ke arah yang lebih baik.

Mereka tidak hanya ada untuk tertawa bersama, tetapi juga mampu menjadi cermin saat kehilangan arah.

Dalam persahabatan yang sehat, kejujuran dan empati berjalan beriringan.

Dalam dunia yang serba cepat dan penuh tuntutan seperti sekarang, persahabatan semacam ini sangat berarti.

Sahabat menjadi tempat kembali yang hangat, meskipun jarang disinggahi.

Oleh karena itu, menjaga hubungan seperti ini tak selalu butuh banyak waktu.

Terkadang cukup dengan satu pesan singkat, satu panggilan, atau sekadar mengingat mereka dalam doa.

Hari Sahabat Sedunia bisa menjadi pengingat untuk kembali menengok siapa saja yang selama ini hadir dalam hidup dengan tulus.

Meski tak selalu dekat secara fisik, kehadiran mereka telah memberi warna dalam banyak fase kehidupan.

Sahabat sejati mungkin tak banyak, tetapi kehadiran mereka cukup untuk membuat seseorang merasa tidak sendirian.

Gaji Pensiunan 2025 Janda Duda PNS Segini Besarnya
Gaji Pensiunan 2025 Janda Duda PNS Segini Besarnya
Editor : Akhmad Nur Khoiri
#sahabat sejati #ciri #Hari sahabat sedunia 2025 #persahabatan