Trenggaleknjenggelek - Pornografi kerap dianggap sekadar hiburan dewasa, namun penelitian menunjukkan bahwa kecanduan pornografi dapat menimbulkan dampak serius pada otak, mirip dengan kecanduan narkoba.
Menurut sejumlah pakar kesehatan mental, paparan konten pornografi secara berlebihan dapat mengubah struktur otak dan sistem dopamin, neurotransmiter yang berperan dalam rasa senang dan motivasi.
Efek ini serupa dengan yang dialami pengguna narkotika, di mana otak terbiasa menerima rangsangan berlebih hingga sulit merasakan kepuasan dari aktivitas normal.
“Pornografi bisa menciptakan pola adiksi yang sama seperti zat adiktif. Semakin sering menonton, semakin tinggi pula toleransinya. Akibatnya, seseorang membutuhkan konten yang lebih ekstrem untuk mendapatkan kepuasan yang sama,” jelas dr. Andi Pratama, seorang psikiater.
Dampak negatif kecanduan pornografi tidak hanya menyangkut kesehatan mental, tetapi juga hubungan sosial. Penderita bisa mengalami penurunan konsentrasi, kesulitan menjalin hubungan romantis yang sehat, hingga disfungsi seksual. Beberapa kasus ekstrem bahkan menimbulkan isolasi sosial dan depresi.
Studi dari Journal of Behavioral Addictions menemukan bahwa area otak yang aktif pada pecandu pornografi hampir identik dengan pecandu narkoba. Aktivasi ini melibatkan sistem reward otak yang membuat seseorang sulit berhenti meski sadar akan dampak buruknya.
Pemerhati kesehatan masyarakat menekankan pentingnya edukasi mengenai bahaya pornografi sejak dini. “Masyarakat harus memahami bahwa adiksi bukan hanya soal narkoba atau alkohol, tetapi juga perilaku digital yang bisa merusak kesehatan jiwa,” ujar psikolog klinis Ratna Dewi.
Baca Juga: Penyakit Zoonotik: Ancaman Global yang Masih Dianggap Sepele di Indonesia
Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan membatasi akses internet, meningkatkan kontrol diri, hingga mencari bantuan profesional bila kecanduan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari.(gun)
Editor : Gunawan Rdr Tulungagung