Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Waspada! Anak Terlalu Lama Main HP: Rentan Alami Gangguan Emosi dan Konsentrasi

Eka Putri Wahyuni • Senin, 20 Oktober 2025 | 01:45 WIB
Anak yang terlalu lama bermain HP bisa mengalami gangguan emosi hingga sulit fokus dalam belajar maupun berinteraksi.
Anak yang terlalu lama bermain HP bisa mengalami gangguan emosi hingga sulit fokus dalam belajar maupun berinteraksi.

TRENGGALEK - Di zaman sekarang, banyak anak sudah sangat akrab dengan HP dan gadget.

Banyak orang tua yang memberikan ponsel agar anak bisa tenang atau tidak rewel.

Namun, tanpa disadari, terlalu lama bermain HP justru bisa berdampak buruk bagi perkembangan emosional dan kemampuan konsentrasi anak.

Penelitian dari World Health Organization menyebutkan bahwa anak di bawah usia dua tahun sebaiknya tidak diberikan waktu layar sama sekali, kecuali untuk video call bersama keluarga.

Sementara untuk anak usia tiga hingga empat tahun, waktu layar idealnya tidak lebih dari satu jam per hari dan tetap harus dalam pengawasan orang tua.

WHO menegaskan bahwa waktu bermain aktif dan tidur berkualitas jauh lebih penting untuk mendukung tumbuh kembang anak dibanding menatap layar terlalu lama.

Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Environmental Health and Preventive Medicine juga menemukan bahwa anak yang terlalu sering menggunakan gadget sejak dini lebih berisiko mengalami gangguan emosi seperti mudah marah, sulit mengontrol perasaan, dan cenderung agresif.

Anak yang terlalu sering menatap layar juga cenderung sulit fokus ketika belajar atau melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

Menurut penelitian lain yang dimuat di PubMed, anak pra sekolah yang menonton layar lebih dari satu jam per hari memiliki kemungkinan lebih besar mengalami masalah emosional dibanding anak yang screen timenya lebih sedikit.

Terlalu banyak menatap layar membuat anak jarang berinteraksi langsung dengan orang tua atau teman sebaya, padahal interaksi tersebut penting agar anak belajar mengenali dan mengelola emosinya.

Selain itu, cahaya biru dari layar HP juga dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang mengatur tidur.

Akibatnya, anak jadi sulit tidur, mudah lelah, dan suasana hatinya tidak stabil.

Ketika anak kurang tidur, kemampuan fokus dan daya ingatnya juga ikut menurun.

Inilah mengapa anak yang sering main HP hingga larut malam biasanya jadi lebih mudah rewel dan sulit berkonsentrasi di pagi hari.

Masalah lain yang sering muncul adalah anak menjadi lebih pasif dan kurang bergerak.

Waktu yang seharusnya digunakan untuk bermain di luar rumah atau berinteraksi sosial sering kali tergantikan dengan bermain game atau menonton video.

Padahal, bermain aktif sangat penting untuk melatih motorik, kreativitas, dan keseimbangan emosi anak.

Para ahli dari American Academy of Pediatrics juga menekankan pentingnya mendampingi anak saat menggunakan gadget.

Orang tua sebaiknya ikut menonton atau bermain bersama anak, agar bisa membantu menjelaskan isi konten dan mengajarkan anak cara menggunakan teknologi dengan bijak.

Selain itu, sebaiknya tidak memberikan HP sebagai alat untuk menenangkan anak saat menangis atau bosan, karena hal itu bisa membuat anak sulit belajar mengelola emosi secara alami.

Cara terbaik agar anak tidak kecanduan HP adalah dengan membuat jadwal yang seimbang antara waktu layar, bermain aktif, dan istirahat.

Batasi penggunaan HP hanya untuk hal edukatif, dan hindari menatap layar setidaknya satu jam sebelum tidur.

Jika memungkinkan, orang tua juga ikut memberikan contoh dengan tidak terlalu sering memegang ponsel di depan anak.

Anak belajar dari apa yang mereka lihat, bukan dari apa yang mereka dengar.

Jadi, kebiasaan orang tua dalam menggunakan gadget akan sangat memengaruhi perilaku anak.

Dengan mendampingi dan memberi batas waktu yang sehat, anak bisa belajar menggunakan teknologi dengan baik tanpa kehilangan kemampuan bersosialisasi, fokus, dan mengendalikan emosi.

Editor : Didin Cahya Firmansyah
#anak #main hp