JAKARTA – Fenomena cerita hantu yang sering beredar di masyarakat ternyata bisa dilihat dari sudut pandang sains.
Bahkan secara teoritis, jika penampakan hantu benar-benar melanggar hukum fisika, penemuan tersebut berpotensi membawa ilmuwan meraih penghargaan bergengsi seperti Nobel Prize in Physics.
Hal itu dijelaskan oleh fisikawan teoretis dari University of Indonesia, Jeremias Sulam. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar cerita tentang hantu justru bertentangan dengan hukum fisika yang selama ini sudah terbukti berlaku di alam semesta.
Menurutnya, jika ada seseorang mengaku melihat sosok hantu atau mendengar suara misterius di suatu tempat, fenomena tersebut sebenarnya bisa dianalisis menggunakan prinsip dasar fisika.
Cahaya dan Penglihatan dalam Hukum Fisika
Dalam ilmu fisika, manusia bisa melihat sesuatu karena adanya cahaya yang dipantulkan oleh objek. Cahaya tersebut kemudian masuk ke mata dan diproses oleh otak sehingga membentuk gambar.
Jika seseorang mengaku melihat hantu, maka secara teori sosok tersebut harus mampu memantulkan cahaya.
Baca Juga: Rekomendasi HP Rp1 Jutaan Terbaik 2026, Spek Ngebut Mulai Rp1,3 Juta Sudah 120Hz dan RAM Besar!
Artinya, objek tersebut tetap tunduk pada hukum fisika yang sama dengan benda lain di dunia.
“Kalau sesuatu bisa terlihat, berarti dia memantulkan cahaya. Itu artinya dia mengikuti hukum fisika yang kita kenal,” jelasnya.
Dengan kata lain, jika hantu benar-benar terlihat oleh manusia, seharusnya keberadaannya juga bisa dideteksi atau diukur menggunakan alat ilmiah.
Suara Misterius dan Getaran Udara
Selain terlihat, banyak cerita hantu juga menyebutkan adanya suara misterius seperti tawa atau langkah kaki di tempat yang sepi.
Dalam fisika, suara terjadi karena getaran udara yang merambat hingga sampai ke telinga manusia.
Jika suara tersebut benar-benar terdengar, maka sumbernya harus mampu menggetarkan udara.
Baca Juga: Rekomendasi HP Sejutaan Layar AMOLED 2026, Spek Gahar dari Model Lama Ini Justru Lebih Worth It!
Hal ini berarti fenomena tersebut masih berada dalam kerangka hukum fisika yang sama dengan sumber suara lain.
“Kalau kita bisa mendengar suara, berarti ada getaran udara yang sampai ke telinga kita,” ujarnya.
Jika Hantu Bisa Menyentuh Manusia
Beberapa cerita juga menggambarkan hantu mampu menyentuh atau bahkan mendorong manusia.
Jika peristiwa tersebut benar terjadi, maka secara ilmiah objek tersebut harus memiliki massa dan momentum.
Dalam hukum fisika, suatu benda hanya dapat mendorong benda lain jika memiliki massa serta energi yang cukup.
Artinya, jika hantu dapat menjatuhkan seseorang, maka seharusnya ia juga dapat disentuh atau diukur secara fisik.
Fenomena ini justru membuka peluang penelitian yang lebih luas.
Energi dan Hukum Kekekalan Energi
Aspek yang paling menarik adalah sumber energi yang mungkin dimiliki oleh hantu.
Dalam ilmu fisika dikenal prinsip Law of Conservation of Energy atau hukum kekekalan energi. Hukum ini menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, melainkan hanya berubah bentuk.
Jika hantu dapat bergerak, berbicara, atau mendorong manusia, maka ia membutuhkan energi.
Baca Juga: 5 HP 1 Jutaan Terbaik 2025 Paling Laris, Ada Kamera Sony hingga Update OS 6 Tahun!
Pertanyaannya adalah dari mana energi tersebut berasal.
Jika energi itu berasal dari sumber yang tidak dapat dijelaskan oleh ilmu fisika saat ini, maka hal tersebut bisa menjadi penemuan ilmiah yang sangat besar.
“Kalau ada energi yang muncul tanpa sumber yang jelas, itu berarti kita sedang melanggar hukum kekekalan energi,” katanya.
Baca Juga: 5 HP 1 Jutaan Terbaik 2025 Paling Laris, Ada Kamera Sony hingga Update OS 6 Tahun!
Penemuan seperti itu berpotensi besar menghasilkan terobosan ilmiah yang bahkan bisa diganjar Nobel.
Dari Sains hingga Film Ghostbuster
Konsep mendeteksi fenomena gaib sebenarnya juga sering muncul dalam film fiksi ilmiah seperti Ghostbusters, di mana hantu digambarkan bisa dideteksi menggunakan alat elektromagnetik.
Dalam sains sendiri, fenomena listrik dan magnet pernah menjadi misteri yang sulit dijelaskan hingga akhirnya dirumuskan oleh ilmuwan seperti James Clerk Maxwell melalui teori elektromagnetisme.
Namun hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa hantu benar-benar dapat dideteksi sebagai fenomena elektromagnetik.
Dikaitkan dengan Dark Matter
Beberapa spekulasi juga mengaitkan hantu dengan konsep Dark Matter.
Dark matter merupakan materi misterius yang diyakini ada di alam semesta karena efek gravitasinya, tetapi belum pernah terdeteksi secara langsung.
Meski begitu, para ilmuwan menilai belum ada bukti yang menghubungkan dark matter dengan fenomena hantu.
Penelitian mengenai dark matter sendiri masih terus dilakukan oleh para ilmuwan di berbagai negara.
Antara Sains dan Cerita
Menurutnya, jika cerita tentang hantu benar adanya, maka para ilmuwan justru akan sangat tertarik untuk menelitinya secara serius.
Sebab, hal itu dapat membuka peluang penemuan baru yang dapat mengubah pemahaman manusia tentang alam semesta.
Namun hingga kini, hukum fisika yang ada masih mampu menjelaskan berbagai fenomena alam secara konsisten.
Mulai dari pengambilan foto Black Hole hingga pengiriman rover ke planet Mars, semuanya menggunakan prinsip fisika yang sama.
Karena itu, kemungkinan besar cerita tentang hantu lebih dekat pada fenomena persepsi atau interpretasi manusia dibandingkan fenomena ilmiah yang benar-benar melanggar hukum fisika.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.