Trenggaleknjenggelek- Umat Islam Indonesia akan merayakan Idul Adha 1446 Hijriah pada Jumat, 6 Juni 2025. Salah satu amalan utama pada hari raya ini adalah pelaksanaan shalat Idul Adha secara berjamaah. Meski hanya dua rakaat, shalat ini memiliki keistimewaan tersendiri, termasuk bacaan khusus yang dianjurkan setelah takbiratul ihram.
Mengutip artikel Ustadz H Mahbib Khoiron, setelah takbiratul ihram dan membaca doa iftitah, umat Islam dianjurkan untuk bertakbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama. Di antara takbir-takbir itu, disunnahkan melafalkan bacaan pujian kepada Allah yang telah diajarkan para ulama salaf.
Adapun bacaan yang dianjurkan setelah takbir adalah:
اللّٰهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْـحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Artinya: “Allah Mahabesar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah, baik waktu pagi dan petang.”
Alternatif bacaan lainnya yang juga dibolehkan dan memiliki makna serupa adalah:
سُبْحَانَ اللّٰهِ، وَالْـحَمْدُ لِلّٰهِ، وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ، وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.”
Bacaan ini tidak hanya menambah kekhusyukan, tetapi juga menjadi bagian dari sunnah Nabi Muhammad SAW yang menunjukkan syiar dan semangat takbir di hari raya.
Pada rakaat kedua, takbir dilakukan sebanyak lima kali setelah bangkit dari sujud, dan bacaan yang sama dianjurkan untuk diulang di sela-sela takbir tersebut. Setelahnya, shalat dilanjutkan sebagaimana shalat pada umumnya.
Shalat Idul Adha sendiri memiliki waktu pelaksanaan mulai dari matahari terbit hingga sebelum masuk waktu Zuhur. Pelaksanaan lebih awal dianjurkan agar memberi ruang bagi umat Islam yang akan menyembelih hewan kurban setelah shalat.
Dengan memahami bacaan dan tata cara yang benar, diharapkan umat Islam dapat menunaikan ibadah Idul Adha dengan sempurna dan penuh keberkahan.(jaz)
Editor : Zaki Jazai