Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Redakan Stres, Atur Hormon, dan Dukung Neuroplastisitas: Kenapa Salat Malam Bermanfaat untuk Otak dan Emosi?

Mahsun Nidhom • Jumat, 4 Juli 2025 | 18:05 WIB
tahajud dukung pertumbuhan sel otak.
tahajud dukung pertumbuhan sel otak.

Trenggaleknjenggelek - Salat malam atau tahajud selama ini dikenal sebagai bentuk ibadah spiritual.

Namun, riset terbaru menunjukkan bahwa aktivitas ini juga punya manfaat ilmiah yang signifikan untuk kesehatan mental dan sistem saraf.

Menurut studi Universitas Kuala, kebiasaan salat tahajud selama enam minggu terbukti dapat menurunkan kadar kortisol, hormon stress, hingga 9% dan kadar gula darah mendekati 20%.

Hasil ini menegaskan bahwa tahajud bukan hanya ibadah, tapi juga terapi stres yang alami dan efektif.

Efek Salat Malam terhadap Kortisol dan Sistem Saraf

Kortisol yang tinggi secara kronis bisa merusak memori dan mempercepat penuaan otak.

Berdasarkan analisis dari jurnal Meta-Analysis Study of Tahajud Prayer to Reduce Stress Response di ResearchGate, tahajud berpengaruh besar terhadap sistem saraf parasimpatik.

Artinya, tubuh menjadi lebih tenang dan hormon stres ditekan secara alami. Ketika sistem parasimpatik aktif, tubuh akan lebih mudah beristirahat dan otak punya peluang lebih besar untuk memperbaiki jaringan sinaps dan selnya, proses yang dikenal sebagai neuroplastisitas.

Hubungan Salat dan Hormon Otak

Lebih lanjut, studi yang dimuat di PubMed menyebutkan bahwa salat dapat mengatur ekspresi gen BDNF (Brain-Derived Neurotrophic Factor), yaitu hormon penting yang memengaruhi fungsi dan pertumbuhan saraf.

Riset lain dari UIN Alauddin juga menunjukkan bahwa tahajud meningkatkan produksi melatonin, hormon tidur alami yang mendukung regenerasi otak dan sistem imun.

Kedua hormon ini bekerja bersama untuk mendukung fungsi neuroplastisitas otak, terutama pada mereka yang mengalami tekanan mental tinggi atau beban kognitif berat.

Pernapasan dan Gerakan

Pola napas yang teratur saat salat malam memicu peningkatan serotonin, hormon yang menjaga kestabilan emosi.

Selain itu, gerakan salat seperti sujud dan rukuk juga merangsang aliran darah ke otak, serupa efek meditasi atau olahraga ringan.

Salat malam terbukti secara ilmiah membantu menurunkan stres, menstabilkan hormon seperti kortisol dan melatonin, serta mendukung kemampuan otak untuk belajar dan beradaptasi.

Jika dijalankan secara rutin, tahajud bisa menjadi salah satu bentuk self-care alami yang menguatkan koneksi antara spiritualitas dan kesehatan mental. (sun)

Danramil 03/Batealit, Kapten Arh Elfian J.S. bersama tim dan warga
Danramil 03/Batealit, Kapten Arh Elfian J.S. bersama tim dan warga
Editor : Mahsun Nidhom
#kortisol #stres #neuroplastisitas #salat tahajud