TRENGGALEK NJENGGELEK-Salat Witir merupakan salah satu salat sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menegaskan, “Barangsiapa yang tidak salat Witir, maka dia bukan termasuk golongan kami.” Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya salat Witir sebagai penutup ibadah malam yang memiliki pahala besar dan dicintai Allah.
Menurut Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al-Ghazali rahimahullah, salat Witir termasuk salat sunnah yang paling afdhal dibanding salat rawatib lainnya. Keutamaan salat Witir bahkan disebut lebih tinggi dari salat Badriah atau qabliyah. Hal ini menunjukkan bahwa meski bersifat sunnah, salat Witir memiliki posisi istimewa dalam praktik ibadah umat Islam.
Salat Witir biasanya dikerjakan setelah salat Isya hingga sebelum adzan subuh. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri melaksanakan salat Witir dengan tiga rakaat, membaca surah tertentu di setiap rakaat. Rakaat pertama beliau membaca Sabbihisma Rabbikal A’la, rakaat kedua Qul Yaa Ayyuhal Kafirun, dan rakaat ketiga Qul Huwa Allahu Ahad. Hadits lain juga menyebutkan variasi bacaan seperti Al-Falaq, An-Nas, dan At-Takatsur untuk rakaat setelah Witir.
Hukum Salat Witir Menurut Mazhab
Dalam pandangan mazhab Hanafi, salat Witir hukumnya wajib. Imam Abu Hanifah menegaskan bahwa umat Islam dianjurkan melaksanakan salat Witir setiap malam, baik satu rakaat maupun lebih, untuk menyempurnakan ibadah malam mereka. Sementara dalam praktiknya, Rasulullah memperbolehkan Witir dikerjakan sekaligus tiga rakaat atau dipisah, misalnya dua rakaat terlebih dahulu kemudian satu rakaat penutup.
Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik menyebutkan bahwa Rasulullah selalu menutup ibadah malamnya dengan salat Witir. Bahkan jika seseorang ingin menunaikan salat sunnah tambahan setelah Witir, Rasulullah melaksanakan dua rakaat sebelum tidur dengan duduk bersila. Dalam salat dua rakaat ini, beliau membaca surah At-Takatsur di rakaat pertama dan Qul Yaa Ayyuhal Kafirun di rakaat kedua. Hal ini menunjukkan fleksibilitas dalam melaksanakan salat malam, namun penutupnya tetap Witir.
Keutamaan Salat Witir
- Pahala yang Besar dan Dicintai Allah
Salat Witir merupakan ibadah sunnah yang sangat dicintai Allah karena jumlah rakaatnya ganjil. Allah menyukai ganjil, sebagaimana disabdakan Rasulullah. Dengan menunaikan salat Witir secara rutin, seorang hamba mendekatkan diri pada Allah dan mendapatkan keberkahan malamnya. - Lebih Utama dari Segala Harta Dunia
Dalam beberapa hadits disebutkan bahwa keutamaan salat Witir lebih tinggi dari unta merah, simbol kekayaan dan benda paling berharga pada masa itu. Artinya, pahala salat Witir jauh melebihi nilai materi duniawi yang paling berharga sekalipun. - Menyempurnakan Salat Malam
Salat Witir menjadi penutup yang sempurna bagi salat malam. Tanpa Witir, salat malam dianggap belum lengkap. Rasulullah menekankan agar setiap umat menutup ibadah malamnya dengan salat Witir agar pahala maksimal. - Fleksibilitas Rakaat dan Bacaan
Salat Witir dapat dikerjakan dengan satu rakaat hingga sebelas rakaat sekaligus, sesuai kemampuan. Bacaan surah dapat disesuaikan seperti Sabbihisma Rabbikal A’la, Qul Yaa Ayyuhal Kafirun, dan Qul Huwa Allahu Ahad, atau surah pendek lainnya. Variasi ini memudahkan umat Islam menunaikannya sesuai kemampuan dan kebiasaan. - Disaksikan Malaikat
Salat Witir yang dilakukan di malam hari, terutama di sepertiga malam terakhir, disaksikan oleh para malaikat. Hal ini menambah keberkahan dan memastikan amalan seseorang diiringi doa malaikat.
Dengan memahami tata cara dan keutamaan salat Witir, umat Islam dapat lebih konsisten menjalankan ibadah malam mereka. Salat Witir bukan hanya menambah pahala, tetapi juga mendekatkan seorang hamba kepada Allah dan menegaskan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.
Editor : Ichaa Melinda Putri