Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sejarah Singkat Wali Songo: Dari Sunan Gresik hingga Sunan Gunung Jati dan Makam Bersejarahnya

Dyah Wulandari • Sabtu, 7 Februari 2026 | 13:45 WIB

 

Sejarah Wali Songo: Dari Sunan Gresik hingga Sunan Gunung Jati dan lokasi makam bersejarah di seluruh Jawa, tujuan wisata religi
Sejarah Wali Songo: Dari Sunan Gresik hingga Sunan Gunung Jati dan lokasi makam bersejarah di seluruh Jawa, tujuan wisata religi

JAKARTA – Wali Songo merupakan sembilan tokoh yang dipercaya menyebarkan ajaran Islam di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Perjuangan mereka dalam menyebarkan agama Islam penuh tantangan, tetapi dibantu dengan izin Allah Subhanahu wa ta’ala, sehingga ajaran Islam berhasil menyebar dengan damai, selaras dengan tradisi dan budaya lokal. Gelar “Sunan” diberikan masyarakat kepada para wali ini, yang memiliki arti orang yang dihormati atau guru besar.

1. Sunan Gresik: Pelopor Penyebaran Islam di Jawa

Sunan Gresik atau Sheikh Maulana Malik Ibrahim mulai berdakwah pada masa Kerajaan Majapahit sekitar 1379 M. Desa Sembalo menjadi pusat dakwah pertama beliau. Sunan Gresik wafat pada 1419 M, dan makamnya kini menjadi tujuan ziarah banyak peziarah dari dalam dan luar negeri. Meski terdapat beberapa lokasi yang mengklaim sebagai makamnya, hal ini diyakini sebagai kehendak Allah bagi para wali yang saleh.

Baca Juga: Rekaman Drone dari Guci Ungkap Aktivitas Kawah Gunung Slamet, Asap Tebal Terlihat hingga Bibir Puncak

2. Sunan Ampel: Pembawa Nilai Islam di Surabaya

Dikenal dengan nama Raden Rahmat, Sunan Ampel lahir di Champa, Vietnam, pada 1401 M. Beliau mendirikan Pondok Pesantren Ampel di Surabaya dan wafat pada 1481 M. Makamnya berada di Desa Ampel Semampir, Surabaya, yang dikelilingi lima gapura simbol rukun Islam. Sunan Ampel terkenal dengan wasiat Ma Lima yang mengajarkan larangan berjudi, mencuri, minum minuman keras, memakai narkoba, dan berzina.

3. Sunan Bonang: Perpaduan Dakwah dan Budaya Jawa

Sunan Bonang, putra Sunan Ampel, lahir di Rembang pada akhir abad ke-14. Ia menjadi Imam pertama Masjid Demak dan berhasil menyelaraskan ajaran Islam dengan budaya Jawa, termasuk perayaan Idul Fitri dan Maulid Nabi. Makam Sunan Bonang berada di Dukuh Kauman, Tuban, dan terus dikunjungi peziarah yang ingin belajar sejarah dakwah Islam di Jawa.

Baca Juga: Pendakian Gunung Slamet via Permadi Guci: Jalur Sunyi Sarat Tantangan Fisik dan Nuansa Spiritual Atap Jawa Tengah

4. Sunan Drajat: Dakwah dan Kepedulian Sosial

Lahir pada 1470 M dengan nama Raden Qasim, Sunan Drajat pertama kali berdakwah di Desa Drajat, Lamongan. Beliau mendorong orang kaya menyalurkan zakat, infaq, dan sedekah bagi fakir miskin. Sunan Drajat juga dikenal melalui gamelan Singo Mangkok dan tembang Pangkur yang mengajarkan nilai-nilai Al-Quran. Makamnya berada di perbukitan Drajat, Lamongan, dan menjadi lokasi wisata religi yang ramai dikunjungi.

5. Sunan Kudus: Toleransi dan Dakwah Halus

Sunan Kudus lahir sebagai Sayyid Jafar Shodiq Azmatkhan dari keluarga bangsawan Demak. Dakwahnya dilakukan dengan lembut agar masyarakat menerima Islam secara sukarela. Beliau wafat pada 1550 M dan dimakamkan di Menara Kudus. Salah satu pesan pentingnya adalah larangan menyembelih sapi saat Idul Adha untuk menghormati umat Hindu, diganti dengan kurban kerbau.

Baca Juga: Little Sinbat Coffee Puncak Bogor: Hidden Gem Viral dengan Infinity Pool, View Pegunungan, dan Harga Ramah Kantong

6. Sunan Giri: Mendirikan Kerajaan Dakwah

Sunan Giri atau Raden Paku mendirikan Kesultanan Giri Kedaton di Gresik, pusat penyebaran Islam ke Jawa Timur, Madura, hingga Maluku. Lahir pada 1442 M, beliau menggunakan seni dan budaya sebagai media dakwah. Makam Sunan Giri berada di Desa Giri Gajah, Gresik, dengan arsitektur khas Jawa yang unik.

7. Sunan Kalijaga: Islam dan Budaya Jawa

Sunan Kalijaga, lahir di Tuban, dikenal mengintegrasikan ajaran Islam dengan tradisi Jawa, seperti wayang, gamelan, dan tembang. Sebelum menjadi wali, beliau dikenal sebagai Raden Said, yang membantu rakyat miskin dari hasil rampokan. Makamnya berada di Kadilangu, Demak, dan ramai dikunjungi terutama saat 1 Muharram dan Ramadan.

Baca Juga: Wisata Dieng Banjarnegara Padat Saat Libur Panjang, Negeri di Atas Awan Bikin Wisatawan Putar Balik

8. Sunan Muria: Pendekatan pada Nelayan dan Petani

Sunan Muria lahir dari pasangan Sunan Kalijaga dan Dewi Saroh. Beliau berdakwah di pelosok, terutama di Pegunungan Muria, dengan mengajarkan pertanian, perikanan, dan perdagangan. Makamnya di Colo Village, Dawe, berada di pegunungan setinggi 1.600 MDPL, dan menjadi lokasi ziarah sekaligus wisata sejarah Islam

9. Sunan Gunung Jati: Raja dan Penyebar Islam di Cirebon

Sunan Gunung Jati lahir sebagai Syarif Hidayatullah pada 1448 M dan wafat pada 1568 M. Ia menjadi Raja Cirebon kedua dan menyebarkan Islam di Banten. Makamnya terletak di Jalan Alun-alun Ciledug No. 53, Cirebon, dengan kompleks Lawang Sanga. Setiap hari ramai dikunjungi peziarah dan wisatawan sejarah

Baca Juga: Wisata Dieng Wonosobo Tawarkan Dua Sensasi Sekaligus, Batu Ratapan Angin hingga Telaga Menjer yang Ramah Kantong
Perjuangan Wali Songo menunjukkan bahwa penyebaran Islam di Indonesia tidak hanya melalui dakwah langsung, tetapi juga melalui seni, budaya, dan toleransi sosial. Makam mereka kini menjadi destinasi wisata religi sekaligus saksi sejarah Islam di Nusantara

Editor : Dyah Wulandari
#Sunan Gresik #sunan kalijaga #sunan giri #makam sunan ampel #wali songo