Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Sensasi Naik Ojek Gunung Hingga Rompi Rp277 Juta, Menyingkap Misteri Makam dan Masjid Sunan Muria di Kudus

Dyah Wulandari • Sabtu, 7 Februari 2026 | 13:50 WIB

Sensasi naik ojek gunung, makam dan Masjid Sunan Muria, rompi Rp277 juta, dan legenda buah parijoto di Kudus, Jawa Tengah
Sensasi naik ojek gunung, makam dan Masjid Sunan Muria, rompi Rp277 juta, dan legenda buah parijoto di Kudus, Jawa Tengah

KUDUS – Pernahkah Anda merasakan sensasi naik ojek gunung yang bikin jantung serasa diremas-remas? Perjalanan ke Makam dan Masjid Sunan Muria di Desa Colo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, memang menawarkan pengalaman unik sekaligus menantang. Terletak di ketinggian 1.600 meter di atas permukaan laut, situs sejarah Islam ini berada di “atas awan” yang menyuguhkan panorama menakjubkan, sekaligus rute yang menegangkan bagi pengunjung.

Sensasi Naik Ojek Gunung Muria

Untuk mencapai puncak, ada dua pilihan: berjalan kaki atau naik ojek gunung. Bagi yang memilih naik ojek, pengalaman ini dijamin mendebarkan. Jalannya terjal, kanan-kiri jurang, dan setiap tikungan memacu adrenalin. Tarif ojek cukup terjangkau, mulai dari Rp50.000–Rp100.000 per perjalanan, tetapi sensasinya tak ternilai. Pengunjung disarankan memiliki kondisi jantung yang sehat karena medan yang ekstrem.

Baca Juga: Pendakian Jalur Selatan Gunung Slamet: Perjalanan Panjang, Malam di Pos 7, hingga Puncak di Bawah Bulan Purnama

Menariknya, profesi pengojek gunung di sini cukup menggiurkan. Dalam sehari, pengojek bisa meraih penghasilan Rp300.000 hingga Rp700.000, sementara pada hari libur penghasilan bisa menembus jutaan rupiah. Dengan jumlah anggota terbatas, sekitar 410 orang, rompi resmi pengojek ini menjadi aset berharga. Bahkan, pada lelang terakhir Februari 2023, sebuah rompi berhasil terjual seharga Rp277 juta—setara mobil Avanza baru. Rompi ini bisa diwariskan atau dijual, menandakan tingginya nilai profesi unik ini di Kudus.

Masjid Sunan Muria: Dari Kemegahan ke Kesederhanaan

Sebelum menuju makam, pengunjung biasanya singgah di Masjid Sunan Muria. Di sinilah tersimpan kisah unik sejarah Islam Jawa. Konon, Raden Umar Said alias Sunan Muria pernah membakar masjidnya sendiri karena risih masjidnya terlalu indah dan dipuji Sunan Kudus. Sunan Muria ingin menekankan bahwa dakwah seharusnya fokus pada tujuan spiritual, bukan kepentingan duniawi. Meski demikian, beberapa bagian masjid tetap dipertahankan hingga kini, termasuk tempat pengimaman yang menjorok ke dalam, melambangkan pentingnya mengutamakan akhirat dibanding dunia.

Baca Juga: Pendakian Tektok Gunung Slamet via Dipajaya: Jalur Panjang, Disiplin Ketat, dan Ujian Fisik hingga Puncak 3.428 MDPL

Dakwah Sunan Muria untuk Rakyat Jelata

Sunan Muria dikenal dengan cara dakwah yang unik: menyatu dengan masyarakat biasa. Ada dua versi mengenai asal-usulnya. Sebagian sejarawan menyebutnya putra Sunan Kalijaga, sementara versi lain menyatakan ia adalah putra Raden Utsman Haji. Namun, semua sepakat bahwa Sunan Muria fokus berdakwah kepada rakyat jelata, bukan bangsawan.

Dakwahnya pun praktis dan bermanfaat, seperti memberikan kursus bercocok tanam, membuat perahu, berdagang, hingga keterampilan lain. Metode ini terbukti efektif karena langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari masyarakat di lereng Gunung Muria hingga pesisir utara Jawa. Makamnya kini dilengkapi cungkup kayu, dan pengunjung hanya diperbolehkan masuk pada hari tertentu, seperti Kamis Legi dan Jumat Pahing, menjaga ketertiban dan kenyamanan ziarah.

Baca Juga: Viral di YouTube, Rest Area Gunung Mas Puncak Bogor Kini Jadi Tempat Favorit Bermalam Murah dengan Nuansa Kebun Teh

Buah Parijoto: Legenda Kesaktian Sunan Muria

Salah satu oleh-oleh khas dari Gunung Muria adalah buah parijoto. Buah ini konon digunakan dalam ritual agar wanita bisa hamil dan memiliki bayi yang rupawan. Legenda menyebut bahwa mereka yang secara sukarela mencari dan mengonsumsi buah ini akan dikaruniai anak cantik atau tampan. Buah ini hanya tumbuh di lereng Gunung Muria, menjadikannya simbol unik wisata spiritual dan budaya di Kudus.

Dengan kombinasi pengalaman ekstrem naik ojek gunung, sejarah masjid dan makam Sunan Muria, serta legenda buah parijoto, tempat ini menjadi destinasi wisata yang menyuguhkan edukasi, hiburan, sekaligus pengalaman spiritual. Pengunjung tidak hanya menikmati panorama alam dan sejarah Islam, tetapi juga merasakan sensasi berbeda yang tak bisa ditemukan di tempat lain.

Baca Juga: Saung Aba Village Puncak: Tempat Ngopi di Tengah Sawah, Bisa Mancing dan Menginap, Gratis Saung Bikin Netizen Penasaran

Bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbeda di Jawa Tengah, Gunung Muria menawarkan paket lengkap: adrenalin, sejarah, budaya, dan legenda lokal yang kaya. Pastikan tubuh fit dan kamera siap, karena perjalanan dan pemandangan di sini bakal meninggalkan kesan tak terlupakan

Editor : Dyah Wulandari
#masjid sunan muria #buah Parijoto #sunan muria kudus #makam sunan muria