GRESIK – Makam Sunan Giri menjadi salah satu destinasi wisata religi paling ramai di Jawa Timur. Terletak di perbukitan Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, tempat ziarah ini menyimpan sejarah panjang perjuangan dakwah Islam di Nusantara.
Bagi para peziarah, Makam Sunan Giri tidak hanya menawarkan suasana spiritual yang khusyuk, tetapi juga panorama alam yang sejuk. Berada di ketinggian, kawasan ini memberikan pengalaman berbeda dibandingkan makam wali lainnya di pesisir Jawa.
Dalam tiga paragraf awal, Makam Sunan Giri dikenal sebagai pusat penyebaran Islam sejak abad ke-15. Ribuan peziarah datang setiap hari, baik dari Jawa Timur maupun luar daerah, untuk berdoa sekaligus menelusuri jejak perjuangan Raden Ainul Yaqin.
Rute Perjalanan dari Makam Sunan Gresik ke Sunan Giri
Perjalanan menuju Makam Sunan Giri dapat dimulai dari kawasan Makam Sunan Gresik. Jarak antara kedua lokasi sekitar 3,5 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit menggunakan kendaraan bermotor.
Dari Makam Sunan Gresik, pengunjung bisa menuju Jalan Pahlawan hingga perempatan Gardu Suling. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan menuju Jalan Jaksa Agung Suprapto, lalu ke Jalan Dokter Sutomo, hingga masuk kawasan Kebomas.
Setelah melewati pertigaan menuju Makam Nyai Dewi Sekardadu, pengunjung belok ke kanan menuju kawasan Sunan Giri. Rute ini relatif mudah dilalui dan sudah dilengkapi petunjuk arah.
Area Parkir dan Akses Menuju Makam
Setibanya di kawasan wisata religi Sunan Giri, pengunjung diwajibkan memarkir kendaraan di area yang telah disediakan. Untuk bus pariwisata, lokasi parkir berada sekitar satu kilometer dari pintu masuk makam.
Dari area parkir, peziarah dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, naik andong, atau menggunakan jasa ojek. Setelah itu, pengunjung masih harus menaiki tangga yang cukup tinggi menuju kompleks utama makam.
Tangga ini sering dianggap sebagai bagian dari latihan fisik sekaligus spiritual. Di kanan dan kiri pintu masuk, terdapat pohon beringin besar yang membuat suasana terasa sejuk dan teduh.
Tata Tertib dan Suasana Ziarah
Sebelum memasuki area makam, pengunjung diwajibkan melepas alas kaki. Sandal dan sepatu dapat dibawa sendiri atau dititipkan di tempat yang tersedia.
Pengelola kawasan menerapkan sistem tertib demi menjaga kenyamanan peziarah. Suasana di dalam kompleks makam relatif tenang, sehingga pengunjung dapat berdoa dengan khusyuk.
Selain itu, rombongan besar biasanya diarahkan untuk mengikuti aturan khusus agar tidak mengganggu arus peziarah lain.
Profil Sunan Giri dan Jejak Sejarahnya
Sunan Giri memiliki nama asli Raden Ainul Yaqin. Ia lahir pada tahun 1442 Masehi dan merupakan putra Syekh Maulana Ishak dengan Dewi Sekardadu. Nama kecilnya dikenal sebagai Raden Paku atau Joko Samudro.
Saat remaja, Raden Paku menimba ilmu kepada Sunan Ampel bersama Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. Ia kemudian menikah dengan Dewi Murtasiah, putri Sunan Ampel.
Sunan Giri mendirikan pesantren di atas bukit yang dikenal sebagai Giri Kedaton. Pesantren ini berkembang menjadi pusat pendidikan Islam dan pemerintahan pada masanya.
Pengaruh dakwah Sunan Giri sangat luas, mencakup Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku. Hal ini menjadikan Giri sebagai salah satu pusat kekuatan Islam di Nusantara.
Metode Dakwah Lewat Budaya
Dalam berdakwah, Sunan Giri menggunakan pendekatan kultural. Ia menciptakan berbagai tembang dan permainan anak-anak yang sarat pesan moral.
Salah satu yang terkenal adalah permainan “Jelungan” dan tembang-tembang bernilai filosofi. Ajaran ini mengajarkan manusia agar tidak dikuasai hawa nafsu dan keserakahan.
Melalui pendekatan ini, nilai-nilai Islam dapat diterima masyarakat tanpa paksaan, sehingga dakwah berlangsung secara damai dan berkelanjutan.
Museum dan Pusat Oleh-Oleh
Di dekat pintu masuk makam, terdapat Museum Sunan Giri. Museum ini menyimpan berbagai koleksi peninggalan, seperti fragmen sajadah, sorban, dan benda bersejarah lainnya.
Setelah berziarah, pengunjung dapat berbelanja oleh-oleh di sepanjang jalur keluar. Toko-toko menjual busana muslim, pernak-pernik, makanan, dan minuman khas Gresik.
Keberadaan wisata religi Makam Sunan Giri turut menggerakkan perekonomian warga sekitar. Pedagang, pengemudi ojek, hingga pemilik warung menggantungkan hidup dari ramainya peziarah.
Bagi banyak orang, kunjungan ke Makam Sunan Giri bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga sarana mengenal sejarah dan keteladanan salah satu tokoh besar Wali Songo
Editor : Dyah Wulandari