Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Panduan Lengkap ke Makam Sunan Giri dari Gresik: Rute Mudah, Sejarah Ainul Yaqin, hingga Pesona Wisata Religi Wali Songo

Dyah Wulandari • Sabtu, 7 Februari 2026 | 14:05 WIB

Makam Sunan Giri di Gresik menawarkan wisata religi, rute perjalanan, dan sejarah Raden Ainul Yaqin. Simak panduan lengkapnya di sini.
Makam Sunan Giri di Gresik menawarkan wisata religi, rute perjalanan, dan sejarah Raden Ainul Yaqin. Simak panduan lengkapnya di sini.

GRESIK – Makam Sunan Giri menjadi salah satu destinasi wisata religi paling ramai di Jawa Timur. Terletak di perbukitan Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, tempat ziarah ini menyimpan sejarah panjang perjuangan dakwah Islam di Nusantara.

Bagi para peziarah, Makam Sunan Giri tidak hanya menawarkan suasana spiritual yang khusyuk, tetapi juga panorama alam yang sejuk. Berada di ketinggian, kawasan ini memberikan pengalaman berbeda dibandingkan makam wali lainnya di pesisir Jawa.

Dalam tiga paragraf awal, Makam Sunan Giri dikenal sebagai pusat penyebaran Islam sejak abad ke-15. Ribuan peziarah datang setiap hari, baik dari Jawa Timur maupun luar daerah, untuk berdoa sekaligus menelusuri jejak perjuangan Raden Ainul Yaqin.

Baca Juga: Masuk Museum Kereta Api Ambarawa: Jejak Stasiun Willem I, Lokomotif Uap Legendaris, hingga Wisata Rel Bersejarah Jawa Tengah

Rute Perjalanan dari Makam Sunan Gresik ke Sunan Giri

Perjalanan menuju Makam Sunan Giri dapat dimulai dari kawasan Makam Sunan Gresik. Jarak antara kedua lokasi sekitar 3,5 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit menggunakan kendaraan bermotor.

Dari Makam Sunan Gresik, pengunjung bisa menuju Jalan Pahlawan hingga perempatan Gardu Suling. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan menuju Jalan Jaksa Agung Suprapto, lalu ke Jalan Dokter Sutomo, hingga masuk kawasan Kebomas.

Baca Juga: Menelusuri Museum Kereta Api Ambarawa: Stasiun Tua Peninggalan Belanda, Lokomotif Uap Legendaris, hingga Wisata Rel Bersejarah

Setelah melewati pertigaan menuju Makam Nyai Dewi Sekardadu, pengunjung belok ke kanan menuju kawasan Sunan Giri. Rute ini relatif mudah dilalui dan sudah dilengkapi petunjuk arah.

Area Parkir dan Akses Menuju Makam

Setibanya di kawasan wisata religi Sunan Giri, pengunjung diwajibkan memarkir kendaraan di area yang telah disediakan. Untuk bus pariwisata, lokasi parkir berada sekitar satu kilometer dari pintu masuk makam.

Dari area parkir, peziarah dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, naik andong, atau menggunakan jasa ojek. Setelah itu, pengunjung masih harus menaiki tangga yang cukup tinggi menuju kompleks utama makam.

Baca Juga: Berburu Sunrise Gunung Bromo dari Malang: Dinginnya Penanjakan, Lautan Pasir, hingga Pesona Kawah yang Bikin Ketagihan

Tangga ini sering dianggap sebagai bagian dari latihan fisik sekaligus spiritual. Di kanan dan kiri pintu masuk, terdapat pohon beringin besar yang membuat suasana terasa sejuk dan teduh.

Tata Tertib dan Suasana Ziarah

Sebelum memasuki area makam, pengunjung diwajibkan melepas alas kaki. Sandal dan sepatu dapat dibawa sendiri atau dititipkan di tempat yang tersedia.

Pengelola kawasan menerapkan sistem tertib demi menjaga kenyamanan peziarah. Suasana di dalam kompleks makam relatif tenang, sehingga pengunjung dapat berdoa dengan khusyuk.

Baca Juga: Wisata Gunung Bromo: Sunrise Legendaris, Lautan Pasir, hingga Ritual Suci yang Bikin Wisatawan Ketagihan

Selain itu, rombongan besar biasanya diarahkan untuk mengikuti aturan khusus agar tidak mengganggu arus peziarah lain.

Profil Sunan Giri dan Jejak Sejarahnya

Sunan Giri memiliki nama asli Raden Ainul Yaqin. Ia lahir pada tahun 1442 Masehi dan merupakan putra Syekh Maulana Ishak dengan Dewi Sekardadu. Nama kecilnya dikenal sebagai Raden Paku atau Joko Samudro.

Saat remaja, Raden Paku menimba ilmu kepada Sunan Ampel bersama Maulana Makdum Ibrahim atau Sunan Bonang. Ia kemudian menikah dengan Dewi Murtasiah, putri Sunan Ampel.

Baca Juga: Rekaman Drone dari Guci Ungkap Aktivitas Kawah Gunung Slamet, Asap Tebal Terlihat hingga Bibir Puncak

Sunan Giri mendirikan pesantren di atas bukit yang dikenal sebagai Giri Kedaton. Pesantren ini berkembang menjadi pusat pendidikan Islam dan pemerintahan pada masanya.

Pengaruh dakwah Sunan Giri sangat luas, mencakup Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, hingga Maluku. Hal ini menjadikan Giri sebagai salah satu pusat kekuatan Islam di Nusantara.

Metode Dakwah Lewat Budaya

Dalam berdakwah, Sunan Giri menggunakan pendekatan kultural. Ia menciptakan berbagai tembang dan permainan anak-anak yang sarat pesan moral.

Baca Juga: Pendakian Tektok Gunung Slamet via Dipajaya: Jalur Panjang, Disiplin Ketat, dan Ujian Fisik hingga Puncak 3.428 MDPL

Salah satu yang terkenal adalah permainan “Jelungan” dan tembang-tembang bernilai filosofi. Ajaran ini mengajarkan manusia agar tidak dikuasai hawa nafsu dan keserakahan.

Melalui pendekatan ini, nilai-nilai Islam dapat diterima masyarakat tanpa paksaan, sehingga dakwah berlangsung secara damai dan berkelanjutan.

Museum dan Pusat Oleh-Oleh

Di dekat pintu masuk makam, terdapat Museum Sunan Giri. Museum ini menyimpan berbagai koleksi peninggalan, seperti fragmen sajadah, sorban, dan benda bersejarah lainnya.

Baca Juga: Pendakian Jalur Selatan Gunung Slamet: Perjalanan Panjang, Malam di Pos 7, hingga Puncak di Bawah Bulan Purnama

Setelah berziarah, pengunjung dapat berbelanja oleh-oleh di sepanjang jalur keluar. Toko-toko menjual busana muslim, pernak-pernik, makanan, dan minuman khas Gresik.

Keberadaan wisata religi Makam Sunan Giri turut menggerakkan perekonomian warga sekitar. Pedagang, pengemudi ojek, hingga pemilik warung menggantungkan hidup dari ramainya peziarah.

Bagi banyak orang, kunjungan ke Makam Sunan Giri bukan sekadar perjalanan ibadah, tetapi juga sarana mengenal sejarah dan keteladanan salah satu tokoh besar Wali Songo

Baca Juga: Wisata Dieng Disebut Negeri di Atas Awan, Dari Golden Sunrise Sikunir hingga Telaga Warna yang Bikin Takjub

Editor : Dyah Wulandari
#wisata religi Jawa Timur #Sunan Giri Gresik #makam sunan giri #wali songo