JAKARTA – Gunung Kemukus Sragen kini tampil dengan wajah baru. Destinasi wisata religi yang berada di Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, ini perlahan bangkit dari stigma masa lalu dan menjelma menjadi kawasan wisata keluarga yang tertata rapi. Melalui sejumlah penataan besar-besaran, Gunung Kemukus Sragen kembali menarik minat peziarah dan wisatawan dari berbagai daerah.
Dalam sebuah video yang diunggah di YouTube, perjalanan menuju Gunung Kemukus Sragen diperlihatkan secara detail, mulai dari gapura masuk hingga kawasan utama wisata religi. Lokasi ini dikenal sebagai tempat ziarah makam Pangeran Samudro dan Nyai Ontrowulan, dua tokoh yang memiliki nilai historis dan spiritual bagi masyarakat Jawa.
Dari Jalan Raya Solo–Purwodadi, pengunjung hanya perlu menempuh perjalanan sekitar 1,6 kilometer dari gapura masuk menuju kawasan utama Gunung Kemukus Sragen. Akses yang mudah menjadi salah satu alasan destinasi ini tetap ramai dikunjungi, terutama pada sore dan malam hari.
Transformasi Gunung Kemukus Pasca Penertiban
Pada masa lalu, Gunung Kemukus sempat dikenal karena praktik ritual yang menyimpang dan aktivitas prostitusi yang sempat menjadi sorotan media internasional. Bahkan, kawasan ini pernah dijuluki sebagai “Sex Mountain” oleh media asing.
Sorotan tersebut mendorong pemerintah daerah bersama aparat gabungan untuk melakukan penertiban besar-besaran. Tempat karaoke, penginapan liar, serta warung-warung yang identik dengan praktik negatif ditutup dan dibongkar.
Baca Juga: Sejarah Singkat Wali Songo: Dari Sunan Gresik hingga Sunan Gunung Jati dan Makam Bersejarahnya
Pemerintah pusat kemudian mengucurkan dana sekitar Rp48 miliar untuk merevitalisasi kawasan ini. Lahan bekas bangunan liar disulap menjadi taman terbuka, area hijau, serta fasilitas umum yang lebih layak. Transformasi ini bertujuan mengembalikan citra Gunung Kemukus sebagai wisata religi yang bermartabat.
Akses Mudah dan Fasilitas yang Lebih Nyaman
Pengunjung yang datang saat ini dikenakan tiket masuk sebesar Rp8.000. Salah satu fasilitas baru yang menjadi perhatian adalah jembatan permanen penghubung menuju kawasan utama wisata.
Sebelumnya, saat musim hujan, akses ke Gunung Kemukus kerap terputus akibat banjir. Wisatawan harus menggunakan rakit untuk menyeberang. Kini, jembatan baru membuat perjalanan lebih aman dan nyaman.
Area parkir, taman, serta jalur pejalan kaki juga telah diperbaiki. Lingkungan yang bersih dan tertata memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kondisi beberapa tahun lalu.
Daya Tarik Utama: Ziarah, Sendang, dan Taman
Secara geografis, Gunung Kemukus berada sekitar 29 kilometer di utara Kota Solo. Dengan kendaraan bermotor, perjalanan dari Solo hanya memakan waktu sekitar 30 menit.
Baca Juga: Menguak Taman Bermain Terbengkalai di Semarang, Wisata Angker Penuh Misteri dan Fenomena Metafisik
Ada tiga daya tarik utama yang menjadi magnet wisatawan. Pertama, makam Pangeran Samudro yang dipercaya sebagai keturunan terakhir Raja Majapahit dari istri selir. Makam ini menjadi pusat kegiatan ziarah dan doa.
Kedua, Sendang Ontrowulan, sebuah sumber mata air yang berada di kawasan wisata. Tempat ini kerap digunakan untuk ritual tertentu pada hari-hari khusus, sesuai kepercayaan masyarakat setempat.
Ketiga, taman wisata Gunung Kemukus yang kini menjadi ikon baru. Area taman membentang hingga ratusan meter dan menawarkan pemandangan persawahan yang menyejukkan. Saat sore hari, suasana menjadi lebih nyaman karena cuaca tidak terlalu panas.
Baca Juga: Menyusuri Kampung Gajah Bandung yang Terbengkalai, Wisata Angker Penuh Cerita Horor dan Misteri
Ramai di Sore dan Malam Hari
Berdasarkan pantauan dalam video, kawasan Gunung Kemukus mulai ramai menjelang sore. Banyak peziarah memilih datang saat matahari mulai terbenam hingga malam hari.
Pada malam hari, lampu-lampu taman menyala dan menciptakan suasana yang lebih hidup. Gemerlap cahaya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana religius sekaligus rekreasi.
Tak hanya peziarah, wisatawan keluarga juga mulai berdatangan untuk bersantai dan berfoto di area taman. Hal ini menunjukkan perubahan fungsi Gunung Kemukus sebagai destinasi yang lebih inklusif.
Potensi Wisata Religi Berkelanjutan
Revitalisasi Gunung Kemukus menjadi contoh upaya pemerintah dalam mengubah citra negatif menjadi potensi ekonomi dan wisata. Dengan pengelolaan yang lebih baik, kawasan ini diharapkan terus berkembang sebagai destinasi wisata religi unggulan di Jawa Tengah.
Ke depan, promosi yang konsisten serta pengawasan ketat diperlukan agar praktik-praktik lama tidak kembali muncul. Dukungan masyarakat sekitar juga menjadi kunci keberhasilan pengelolaan wisata ini.
Bagi wisatawan yang ingin mencari pengalaman spiritual sekaligus menikmati suasana alam, Gunung Kemukus Sragen kini layak masuk dalam daftar tujuan perjalanan.
Editor : Dyah Wulandari