Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Fakta Baru Gunung Kemukus Sragen, Dari Mitos Ritual hingga Jadi Wisata Religi Modern Favorit Peziarah

Dyah Wulandari • Sabtu, 7 Februari 2026 | 14:45 WIB

Gunung Kemukus Sragen kini tampil sebagai wisata religi modern. Simak fakta mitos, sejarah, dan kondisi terkininya di sini
Gunung Kemukus Sragen kini tampil sebagai wisata religi modern. Simak fakta mitos, sejarah, dan kondisi terkininya di sini

JAKARTA – Gunung Kemukus Sragen kembali menjadi sorotan publik setelah beredar video perjalanan wisata yang mengulas perubahan wajah kawasan tersebut. Destinasi yang berada di tepi Waduk Kedung Ombo, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, kini tampil sebagai wisata religi modern yang jauh berbeda dari citra masa lalunya.

Dalam video yang diunggah di YouTube, seorang kreator konten memperlihatkan kondisi terkini Gunung Kemukus Sragen yang telah direvitalisasi. Kawasan ini kini tampak lebih bersih, tertata, dan nyaman bagi peziarah maupun wisatawan umum.

Gunung Kemukus Sragen selama ini dikenal sebagai lokasi makam Pangeran Samudro, tokoh yang dipercaya memiliki peran penting dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa. Selain menjadi tempat ziarah, kawasan ini juga menawarkan panorama Waduk Kedung Ombo dari puncak bukit.

Baca Juga: Perjalanan ke Makam Sunan Muria dari Kudus: Rute Lengkap, Sejarah Raden Umar Said, hingga Pesona Wisata Religi di Puncak Gunung

Dari Lokasi Ritual ke Wisata Religi

Pada masa lalu, Gunung Kemukus sempat dikenal luas karena mitos ritual penglarisan dan praktik menyimpang. Banyak orang datang bukan semata untuk berziarah, melainkan melakukan ritual tertentu yang diyakini bisa mendatangkan rezeki.

Salah satu mitos yang berkembang adalah ritual tujuh kali pada malam tertentu, seperti Jumat Pon atau Jumat Kliwon. Ritual tersebut kerap dikaitkan dengan kisah Pangeran Samudro dan Nyai Ontrowulan yang disalahartikan oleh masyarakat.

Baca Juga: Terungkap Wasiat Sunan Kudus Bagus Ngaji Dagang yang Dipercaya Bawa Kemuliaan, Ini Kisah Lengkap dari Makam Menara

Akibat penafsiran keliru, kawasan ini sempat menjadi pusat praktik prostitusi terselubung. Para pengunjung yang datang tanpa pasangan bahkan bisa mencari pasangan sementara di sekitar lokasi makam.

Namun, kondisi tersebut kini telah berubah drastis setelah pemerintah daerah dan pusat melakukan penertiban serta revitalisasi.

Revitalisasi Besar-Besaran Gunung Kemukus

Sejak beberapa tahun terakhir, kawasan Gunung Kemukus mengalami pembangunan besar-besaran. Bangunan liar dibongkar, warung-warung ilegal ditertibkan, dan fasilitas umum diperbaiki.

Baca Juga: Sejarah Singkat Wali Songo: Dari Sunan Gresik hingga Sunan Gunung Jati dan Makam Bersejarahnya

Kini, kawasan wisata ini dilengkapi dengan jalur pejalan kaki, area parkir, taman, serta akses menuju puncak bukit yang lebih aman. Lingkungan sekitar makam Pangeran Samudro juga ditata agar lebih kondusif untuk kegiatan ibadah.

Dalam video tersebut, terlihat pengunjung dapat dengan mudah menaiki bukit menuju makam. Sepanjang perjalanan, panorama waduk dan perbukitan menjadi daya tarik tersendiri.

Sendang Ontrowulan dan Mitos Kecantikan

Selain makam utama, salah satu lokasi favorit pengunjung adalah Sendang Ontrowulan. Sendang ini dipercaya memiliki nilai spiritual dan historis yang berkaitan dengan ibunda Pangeran Samudro.

Baca Juga: Menguak Taman Bermain Terbengkalai di Semarang, Wisata Angker Penuh Misteri dan Fenomena Metafisik

Dalam kepercayaan masyarakat, sendang tersebut memiliki berbagai mitos, salah satunya dipercaya bisa membuat wajah lebih cantik bagi perempuan yang membasuh muka di sana. Meski bersifat mitos, banyak wisatawan tetap tertarik mencoba sebagai bagian dari tradisi lokal.

Saat ini, kawasan sendang juga ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan dan malam tertentu.

Ramai pada Malam Jumat Pon

Seperti tradisi sebelumnya, Gunung Kemukus Sragen masih ramai dikunjungi pada malam Jumat Pon. Pada waktu tersebut, ribuan peziarah datang untuk mengikuti doa bersama dan tahlilan.

Baca Juga: Kampung Rawa Ambarawa Jadi Destinasi Wisata Favorit, Panorama Sawah & Gunung hingga Wahana Perahu Seru Buat Selfie

Masyarakat sekitar menganggap malam Jumat Pon sebagai waktu paling utama untuk berziarah, berdasarkan kisah sejarah Kesultanan Demak. Tradisi ini terus dilestarikan hingga sekarang.

Meski demikian, pengelola kawasan telah menerapkan pengawasan ketat untuk mencegah kembalinya praktik-praktik negatif.

Pelurusan Sejarah dan Nilai Spiritual

Para tokoh masyarakat dan pengelola wisata menegaskan bahwa inti ajaran Pangeran Samudro bukanlah ritual menyimpang, melainkan kesungguhan, keikhlasan, dan kemantapan hati dalam beribadah.

Baca Juga: Terungkap! 8 Wisata Angker di Indonesia yang Dulunya Populer Kini Terbengkalai dan Penuh Kisah Mistis

Makna “demenan” yang sering disalahartikan sebagai pasangan gelap, sejatinya merujuk pada tujuan hidup atau cita-cita yang ingin dicapai dengan penuh keseriusan.

Karena itu, ziarah ke Gunung Kemukus seharusnya dimaknai sebagai sarana introspeksi dan mendekatkan diri kepada Tuhan, bukan sekadar mengejar keberuntungan instan.

Potensi Wisata Religi dan Ekonomi Lokal

Dengan wajah barunya, Gunung Kemukus kini menjadi salah satu destinasi wisata religi unggulan di Jawa Tengah. Kehadiran wisatawan memberikan dampak positif bagi perekonomian warga sekitar, mulai dari pedagang, jasa parkir, hingga penginapan resmi.

Baca Juga: Pendakian Tektok Gunung Slamet via Dipajaya: Jalur Panjang, Disiplin Ketat, dan Ujian Fisik hingga Puncak 3.428 MDPL

Pemerintah daerah berharap kawasan ini terus berkembang sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya. Promosi yang berkelanjutan serta keterlibatan masyarakat menjadi kunci menjaga citra positif Gunung Kemukus.

Bagi masyarakat yang ingin berziarah sekaligus menikmati panorama alam, Gunung Kemukus Sragen kini hadir sebagai pilihan wisata yang lebih aman, religius, dan edukatif

Editor : Dyah Wulandari
#Wisata Religi Jawa Tengah #gunung kemukus #Sendang Ontrowulan #makam pangeran samudro