JAKARTA – Malam Jumat Pon Gunung Kemukus kembali menjadi magnet bagi ribuan peziarah dari berbagai daerah. Suasana sakral dan tradisi spiritual yang telah berlangsung turun-temurun membuat kawasan wisata religi di Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, ini selalu dipadati pengunjung setiap malam Jumat Pon.
Pantauan melalui video perjalanan virtual yang diunggah di YouTube pada Kamis, 2 Oktober 2025, memperlihatkan bagaimana Malam Jumat Pon Gunung Kemukus mulai ramai sejak sore hari. Arus kendaraan dan peziarah tampak memadati kawasan sejak memasuki Jembatan Samudro, akses utama menuju lokasi wisata.
Jembatan Samudro yang membentang sepanjang 432 meter di atas Waduk Kedung Ombo menjadi jalur penting menuju area makam. Dengan ornamen khas di sisi kanan dan kiri, jembatan ini kini menjadi salah satu ikon Gunung Kemukus yang sering dijadikan spot foto pengunjung.
Memasuki kawasan wisata, suasana semakin padat. Petugas menyebutkan bahwa keramaian biasanya mencapai puncaknya mulai pukul 19.00 WIB hingga tengah malam, terutama pada Malam Jumat Pon Gunung Kemukus dan Jumat Kliwon.
Tiket Khusus Malam Jumat Pon
Pada malam-malam sakral tersebut, harga tiket masuk Gunung Kemukus ditetapkan sebesar Rp12.000 per orang. Tiket ini berlaku untuk akses ke kawasan utama, termasuk Taman New Kemukus, Sendang Ontrowulan, dan area makam Pangeran Samudro.
Area parkir disediakan cukup luas, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Pengunjung juga dapat memarkirkan kendaraan di beberapa titik yang telah ditentukan pengelola.
Setelah melewati loket, pengunjung akan disambut kawasan Taman New Kemukus. Taman ini didesain modern dengan lampu-lampu hias, spot foto Instagramable, serta wahana permainan anak yang biasanya ramai pada akhir pekan.
Menuju Makam Pangeran Samudro
Makam Pangeran Samudro berada di puncak bukit Gunung Kemukus. Untuk mencapainya, peziarah harus berjalan kaki melewati jalur menanjak dan ratusan anak tangga.
Meski cukup melelahkan, antusiasme pengunjung tetap tinggi. Sepanjang jalur pendakian, terlihat pedagang bunga tabur, makanan ringan, minuman, hingga suvenir yang melayani peziarah.
Setibanya di area makam, suasana terasa lebih khusyuk. Pelataran makam sudah dipenuhi pengunjung yang datang silih berganti. Sebelum masuk ke area utama, peziarah diwajibkan melapor kepada juru kunci dan mengikuti tata cara ziarah yang berlaku.
Di sekitar makam juga tersedia musala, toilet, serta tempat istirahat bagi pengunjung yang datang dari luar kota maupun luar pulau.
Tradisi Sakral dan Mitos Pesugihan
Malam Jumat Pon Gunung Kemukus diyakini sebagai waktu paling sakral untuk berziarah. Tradisi ini berkaitan dengan sejarah Kesultanan Demak dan sosok Pangeran Samudro yang dikenal sebagai keturunan Majapahit sekaligus penyebar Islam.
Namun, di balik tradisi spiritual tersebut, Gunung Kemukus juga lekat dengan mitos pesugihan tanpa tumbal. Sebagian masyarakat masih mempercayai adanya ritual khusus untuk mencari rezeki, yang kerap disalahartikan sebagai praktik menyimpang.
Baca Juga: Menyusuri Kampung Gajah Bandung yang Terbengkalai, Wisata Angker Penuh Cerita Horor dan Misteri
Pengelola wisata dan tokoh masyarakat terus berupaya meluruskan pemahaman tersebut. Mereka menegaskan bahwa ziarah seharusnya dilakukan dengan niat ibadah, doa, dan introspeksi diri, bukan untuk tujuan yang bertentangan dengan norma agama.
Semakin Malam Semakin Padat
Berdasarkan pengamatan di lapangan, jumlah pengunjung terus meningkat seiring bertambahnya waktu. Menjelang pukul 22.00 WIB, kawasan makam, warung, dan penginapan di sekitar Gunung Kemukus terlihat penuh.
Baca Juga: Menguak Taman Bermain Terbengkalai di Semarang, Wisata Angker Penuh Misteri dan Fenomena Metafisik
Banyak peziarah memilih bermalam di sekitar lokasi untuk mengikuti rangkaian doa dan tahlilan hingga dini hari. Warung makan, jasa pijat, serta penginapan sederhana menjadi bagian dari denyut ekonomi malam Jumat Pon.
Meski ramai, kebersihan kawasan relatif terjaga. Petugas rutin membersihkan area makam dan taman agar tetap nyaman bagi pengunjung.
Wisata Religi yang Terus Berbenah
Dalam beberapa tahun terakhir, Gunung Kemukus mengalami revitalisasi besar-besaran. Penataan fasilitas, pengawasan ketat, serta pembinaan pedagang dilakukan untuk mengembalikan citra positif kawasan ini.
Baca Juga: Sejarah Singkat Wali Songo: Dari Sunan Gresik hingga Sunan Gunung Jati dan Makam Bersejarahnya
Kini, Malam Jumat Pon Gunung Kemukus tidak hanya menjadi agenda spiritual, tetapi juga potensi wisata religi yang mendukung ekonomi masyarakat lokal.
Bagi masyarakat yang ingin berziarah sekaligus menyaksikan tradisi budaya Jawa yang masih hidup, malam Jumat Pon di Gunung Kemukus menjadi pengalaman yang unik dan penuh makna
Editor : Dyah Wulandari