Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Terungkap Ritual Seks Gunung Kemukus, Dari Mitos Ziarah hingga Praktik Menyimpang yang Pernah Menghebohkan Indonesia

Dyah Wulandari • Sabtu, 7 Februari 2026 | 14:55 WIB

Ritual seks Gunung Kemukus pernah menghebohkan Indonesia. Simak sejarah, mitos, dan perubahan kawasan ziarah ini sekarang
Ritual seks Gunung Kemukus pernah menghebohkan Indonesia. Simak sejarah, mitos, dan perubahan kawasan ziarah ini sekarang

JAKARTA – Ritual seks Gunung Kemukus kembali menjadi perbincangan publik setelah beredar ulang sejumlah dokumentasi dan cerita lama tentang praktik menyimpang yang pernah terjadi di kawasan wisata religi tersebut. Meski kini telah direvitalisasi, sejarah kelam Gunung Kemukus tetap menjadi bagian dari perjalanan panjang destinasi ziarah di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Dalam berbagai laporan dan video dokumenter, Ritual seks Gunung Kemukus disebut pernah menjadi daya tarik tersendiri bagi sebagian peziarah yang datang dengan tujuan “ngalap berkah”. Mereka meyakini bahwa permohonan akan terkabul jika melakukan serangkaian ritual tertentu, termasuk hubungan intim dengan pasangan yang bukan suami atau istri sah.

Fenomena ini bahkan pernah diulas oleh Majalah Intisari pada tahun 2002. Dalam laporan tersebut, digambarkan bagaimana kawasan Gunung Kemukus dipenuhi peziarah dengan beragam tujuan, mulai dari spiritual hingga kepentingan duniawi.

Baca Juga: Gua Maria Kaliori Banyumas, Tempat Ziarah Katolik Terbesar di Indonesia yang Jadi Magnet Wisata Religi Nasional

Bahasa Isyarat dan Pola Perkenalan Peziarah

Dalam praktiknya, para peziarah memiliki cara tersendiri untuk saling mengenali. Salah satu istilah yang populer adalah “mawon” atau “piyambak mawon”, yang berarti datang sendirian.

Jika dua orang lawan jenis sama-sama mengaku datang sendiri, perkenalan biasanya berlanjut dengan percakapan santai di sekitar pepohonan atau area makam. Dari situ, komunikasi bisa berkembang hingga kesepakatan melakukan ritual bersama.

Baca Juga: Tirto Wening Paseban Kahuripan Blora, Air Berkah Bunda Maria yang Disebut Segar, Jernihkan Pikiran, dan Jadi Magnet Wisata Religi

Namun, tidak semua peziarah memahami medan Gunung Kemukus. Banyak pendatang baru yang tertipu oleh oknum tidak bertanggung jawab, termasuk pekerja seks komersial atau pengunjung yang hanya mencari kepuasan sesaat.

Proses Ritual Versi Mitos Lama

Dalam kepercayaan yang berkembang, ritual diawali dengan mandi di Sendang Ontrowulan, mata air yang berada di sebelah timur makam Pangeran Samudro. Setelah itu, peziarah melakukan nyekar atau tabur bunga di makam utama.

Baca Juga: Panduan Lengkap ke Makam Sunan Giri dari Gresik: Rute Mudah, Sejarah Ainul Yaqin, hingga Pesona Wisata Religi Wali Songo

Tahapan berikutnya adalah bermeditasi atau berdiam diri sepanjang malam di sekitar kawasan makam. Pada masa lalu, tahapan ini kemudian disertai dengan hubungan intim sebagai bagian dari ritual.

Pada puncaknya, lereng Gunung Kemukus pernah dipenuhi ratusan pasangan yang tidur bersama di bawah sarung atau selimut tipis. Kondisi tersebut membuat kawasan ini dikenal luas sebagai lokasi ritual seks terselubung.

Akar Mitos Pangeran Samudro

Ritual seks Gunung Kemukus tidak terlepas dari mitos tentang Pangeran Samudro dan Dewi Ontrowulan. Salah satu versi cerita menyebutkan adanya hubungan terlarang antara ibu dan anak yang berujung tragedi.

Baca Juga: Menguak Taman Bermain Terbengkalai di Semarang, Wisata Angker Penuh Misteri dan Fenomena Metafisik

Versi lain menyebutkan bahwa keduanya wafat dalam keadaan mengenaskan setelah dipergoki. Sebelum meninggal, Pangeran Samudro dikisahkan berpesan bahwa siapa pun yang melanjutkan “hubungan” tersebut akan dikabulkan permintaannya.

Cerita inilah yang kemudian berkembang dan ditafsirkan secara keliru oleh sebagian masyarakat. Mitos tersebut menyebar dari mulut ke mulut hingga menjadi legitimasi praktik menyimpang.

Disamakan dengan Tempat Ziarah Lain

Secara umum, Gunung Kemukus tidak jauh berbeda dengan sejumlah lokasi ziarah lain di Pulau Jawa, seperti Gunung Kawi, Gunung Jati, dan Gunung Muria. Semua berpusat pada makam tokoh yang dianggap memiliki kesaktian.

Baca Juga: Menyusuri Tempat Wisata Terbengkalai di Indonesia: Dari Wanderia Semarang hingga Taman Remaja Surabaya yang Angker

Perbedaannya terletak pada penafsiran ritual. Jika di tempat lain fokus pada doa dan tapa, di Gunung Kemukus muncul tafsir ekstrem yang mengaitkan spiritualitas dengan hubungan fisik.

Para sejarawan dan tokoh agama menilai penafsiran tersebut tidak memiliki dasar ajaran yang kuat dan cenderung menyimpang dari nilai-nilai keislaman.

Penertiban dan Perubahan Total

Maraknya pemberitaan media nasional dan internasional akhirnya mendorong pemerintah bertindak. Aparat gabungan melakukan penertiban terhadap penginapan liar, karaoke, dan praktik prostitusi.

Baca Juga: Sensasi Naik Ojek Gunung Hingga Rompi Rp277 Juta, Menyingkap Misteri Makam dan Masjid Sunan Muria di Kudus

Kawasan Gunung Kemukus kemudian direvitalisasi dengan anggaran besar. Area makam, sendang, dan taman dibenahi. Pengawasan diperketat, dan aktivitas menyimpang ditekan secara sistematis.

Kini, kawasan ini diarahkan kembali menjadi wisata religi dan budaya yang sehat.

Pelurusan Makna Ziarah

Pengelola dan tokoh masyarakat menegaskan bahwa inti ziarah di Gunung Kemukus adalah kesungguhan, keikhlasan, dan doa kepada Tuhan. Tidak ada ajaran yang membenarkan ritual seks sebagai sarana mencari keberuntungan.

Baca Juga: Perjalanan ke Makam Sunan Muria dari Kudus: Rute Lengkap, Sejarah Raden Umar Said, hingga Pesona Wisata Religi di Puncak Gunung

Makna “ngalap berkah” sejatinya merujuk pada usaha spiritual melalui ibadah, sedekah, dan introspeksi diri.

Upaya edukasi terus dilakukan agar generasi muda tidak lagi terjebak pada mitos lama yang menyesatkan.

Menuju Wisata Religi Bermartabat

Saat ini, Gunung Kemukus mulai dikenal sebagai destinasi ziarah yang lebih tertib dan ramah keluarga. Tradisi malam Jumat Pon tetap berjalan, namun dalam bingkai religius.

Baca Juga: Wisata Gunung Bromo Tak Lengkap Jika Belum ke 8 Spot Terbaik Ini, Nomor 1 Jadi Rebutan Sunrise

Transformasi ini diharapkan mampu menghapus stigma lama tentang ritual seks Gunung Kemukus dan menggantinya dengan citra positif sebagai pusat wisata religi di Jawa Tengah

Editor : Dyah Wulandari
#Wisata Religi Jawa Tengah #mitos #makam pangeran samudro #gunung kemukus cerita