RADAR TRENGGALEK - Waktu terbaik umrah di bulan Ramadan menjadi informasi yang paling dicari jemaah yang ingin beribadah dengan nyaman tanpa harus berdesak-desakan.
Banyak jemaah mengira seluruh waktu di Ramadan sama padatnya, padahal ada jam-jam tertentu yang relatif lebih lengang untuk tawaf dan sa’i.
Mengetahui waktu terbaik umrah di bulan Ramadan bisa membuat ibadah lebih khusyuk, perjalanan lancar, dan terhindar dari kemacetan ekstrem di sekitar Masjidil Haram.
Seorang jemaah yang tengah berada di Kota Makkah membagikan pengalamannya melaksanakan umrah mandiri saat Ramadan.
Ia mengaku nekat berangkat pada waktu sahur demi menghindari kemacetan parah yang biasa terjadi di malam hari.
Menurutnya, kemacetan menuju area Masjidil Haram bisa berlangsung hingga satu hingga dua jam jika berangkat di waktu yang kurang tepat.
Bahkan, total waktu pelaksanaan umrah bisa molor hingga lima jam karena padatnya jemaah yang tawaf dan sa’i.
Miqat di Masjid Siti Aisyah Tan’im
Salah satu titik miqat terdekat dari Masjidil Haram adalah Masjid Siti Aisyah atau yang dikenal dengan Tan’im.
Lokasinya hanya sekitar 10 menit perjalanan jika kondisi lalu lintas lancar.
Namun saat Ramadan, perjalanan menuju Tan’im bisa memakan waktu hingga dua jam akibat padatnya kendaraan.
Karena itu, pemilihan jam keberangkatan sangat menentukan kelancaran ibadah.
Bagi jemaah yang ingin lebih hemat, tersedia Bus Haram dengan tarif sekitar 4 riyal.
Biaya ini jauh lebih murah dibandingkan taksi yang bisa mencapai 100 riyal pulang pergi.
Bus Haram dapat diakses dari halte-halte resmi di sekitar Masjidil Haram.
Pilihan ini menjadi solusi ekonomis bagi jemaah umrah mandiri selama Ramadan.
Suasana Tawaf Pagi Hari Lebih Longgar
Setelah tiba di Masjidil Haram, suasana tawaf sangat bergantung pada waktu kedatangan.
Pada pagi hari sekitar pukul 06.00, area tawaf relatif lebih longgar.
Jemaah masih bisa bergerak dengan leluasa tanpa dorongan dari berbagai arah.
Durasi tawaf pun bisa selesai sekitar 30 menit.
Berbeda dengan malam hari, terutama setelah Magrib hingga pukul 03.00 dini hari.
Pada jam tersebut, kepadatan sangat tinggi dan tawaf bisa memakan waktu hingga satu jam lebih.
Hal serupa juga terjadi di area sa’i antara Bukit Safa dan Marwah.
Lantai dasar tetap ramai, namun lantai atas biasanya lebih longgar.
Ini Jam Terbaik Umrah di Bulan Ramadan
Berdasarkan pengalaman tersebut, ada tiga waktu terbaik umrah di bulan Ramadan yang direkomendasikan.
Pertama, pukul 03.00 dini hari hingga sebelum Subuh.
Pada waktu ini perjalanan relatif lancar dan area tawaf tidak terlalu padat.
Kedua, pukul 06.00 hingga 11.00 pagi.
Banyak jemaah memilih beristirahat setelah sahur dan salat Subuh sehingga suasana lebih lengang.
Ketiga, selepas Zuhur hingga pukul 15.00.
Cuaca panas dan kondisi lapar membuat jumlah jemaah berkurang sehingga tawaf dan sa’i terasa lebih nyaman.
Sementara itu, waktu paling padat terjadi setelah Magrib hingga sekitar pukul 03.00 dini hari.
Mayoritas jemaah memilih beribadah pada malam hari untuk mengejar keutamaan Ramadan.
Akibatnya, area tawaf sangat padat dan sering kali memicu emosi karena dorongan dari berbagai arah.
Kondisi ini tentu dapat mengurangi kekhusyukan ibadah.
Memilih waktu yang tepat bukan berarti mengurangi nilai ibadah.
Justru dengan perencanaan matang, jemaah bisa beribadah lebih tenang dan fokus.
Ramadan memang selalu menghadirkan lonjakan jemaah umrah dari berbagai negara.
Namun dengan memahami pola kepadatan, setiap orang tetap bisa meraih pengalaman spiritual yang maksimal.
Bagi Anda yang berencana umrah di bulan suci, pertimbangkan tiga waktu tersebut agar perjalanan lebih efisien.
Selain hemat waktu, ibadah pun terasa lebih nikmat tanpa harus berdesakan di tengah lautan manusia.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina