TRENGGALEK - Tren umrah backpacker 2026 semakin diminati jemaah Indonesia yang ingin beribadah ke Tanah Suci dengan biaya lebih hemat dan fleksibel.
Konsep umrah backpacker 2026 memungkinkan jemaah mengatur sendiri tiket pesawat, penginapan, hingga transportasi tanpa bergantung pada paket travel.
Dengan strategi yang tepat, umrah backpacker 2026 terbukti bisa memangkas pengeluaran jutaan rupiah tanpa mengurangi kenyamanan ibadah.
Seorang travel vlogger membagikan pengalaman terbarunya melakukan umrah mandiri dengan sistem backpacker.
Ia berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Singapura menggunakan maskapai AirAsia dengan tiket sekali jalan sekitar Rp500 ribuan.
Menurutnya, memilih tiket one way bukan masalah selama tetap memenuhi syarat keimigrasian negara tujuan.
Ia mengaku tidak membawa bagasi dari Indonesia agar bisa memanfaatkan fasilitas autogate tanpa harus antre di counter.
Strategi Hemat Tanpa Bagasi
Salah satu kunci hemat dalam umrah backpacker adalah tidak membawa koper bagasi saat keberangkatan.
Dengan hanya membawa koper kabin, proses check-in dilakukan secara online dan boarding pass cukup dipindai di mesin autogate.
Cara ini dinilai lebih cepat dan minim pertanyaan di counter.
Meski demikian, visa umrah tetap wajib dimiliki untuk masuk Arab Saudi.
Setelah transit di Singapura selama enam jam, perjalanan dilanjutkan menuju Jeddah dengan maskapai Gulf Air transit Bahrain.
Tiket pulang-pergi rute tersebut dibanderol sekitar Rp9,7 juta dan sudah termasuk bagasi untuk kepulangan.
Transportasi Murah dari Jeddah ke Makkah
Setibanya di Bandara Internasional King Abdulaziz, jemaah disarankan menggunakan kereta cepat menuju Makkah.
Kereta cepat Haramain menjadi pilihan paling ekonomis dibandingkan taksi, terutama saat Ramadan.
Harga tiket promo dari Jeddah ke Makkah hanya sekitar 34 riyal.
Tarif ini jauh lebih murah dibandingkan taksi yang bisa melonjak drastis di musim ramai.
Moda transportasi ini juga nyaman dan tepat waktu.
Bagi solo traveler, kereta cepat jelas lebih efisien dari sisi biaya.
Biaya Penginapan Selama Ramadan
Untuk penginapan, biaya sangat bergantung pada musim dan lokasi.
Selama Ramadan, harga apartemen di Makkah bisa mencapai 2.000 riyal atau sekitar Rp8 juta untuk satu setengah bulan.
Namun biaya tersebut bisa ditekan jika berbagi dengan beberapa orang.
Dengan sistem patungan empat orang, masing-masing hanya membayar sekitar Rp2 juta.
Di luar Ramadan, tarif cenderung lebih murah.
Alternatif lain adalah memesan hotel melalui aplikasi perjalanan atau jaringan pribadi.
Biaya Operasional dan Mutawif
Bagi yang ingin menggunakan jasa mutawif, estimasi biaya operasional sekitar 250 riyal per hari.
Nominal tersebut mencakup pendampingan ibadah dan transportasi lokal.
Total biaya tinggal dikalikan durasi tinggal di Arab Saudi.
Konsep ini membuat jemaah lebih fleksibel menyesuaikan anggaran.
Tips Berburu Tiket Murah
Untuk mendapatkan tiket murah, pemesanan sebaiknya dilakukan jauh-jauh hari.
Pantau beberapa aplikasi perjalanan dan manfaatkan promo musiman.
Menggunakan satu aplikasi secara konsisten juga memberi keuntungan poin loyalitas.
Semakin tinggi level keanggotaan, semakin banyak benefit seperti akses lounge dan eSIM gratis.
Solusi Bagasi Saat Pulang
Jika saat berangkat tanpa bagasi, koper tambahan bisa dibeli saat kepulangan.
Di Bandara Jeddah tersedia tempat penjualan kardus untuk membungkus barang, meski harganya sekitar 30 riyal.
Alternatif lebih hemat adalah membeli koper murah atau meminta kardus gratis di supermarket lokal.
Strategi ini terbukti efektif menekan pengeluaran tambahan.
Secara keseluruhan, umrah backpacker 2026 menawarkan fleksibilitas tinggi bagi jemaah yang ingin mandiri.
Dengan perencanaan matang, biaya bisa ditekan tanpa mengorbankan kenyamanan ibadah.
Konsep ini cocok bagi generasi muda maupun traveler berpengalaman yang ingin merasakan perjalanan spiritual dengan cara berbeda.
Kuncinya ada pada riset, disiplin anggaran, dan keberanian mengatur perjalanan sendiri.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina