JAKARTA – Informasi tentang umrah mandiri 2025 dengan biaya hemat kembali ramai diperbincangkan setelah sebuah video tutorial merinci total pengeluaran hanya sekitar Rp11,2 juta per orang.
Rincian tersebut mencakup tiket pesawat, visa, hotel, hingga transportasi lokal, sehingga menjadi referensi baru bagi calon jemaah yang ingin berangkat tanpa agen perjalanan.
Dalam video tersebut dijelaskan bahwa konsep umrah mandiri 2025 memungkinkan jemaah mengatur seluruh kebutuhan perjalanan sendiri.
Mulai dari pembelian tiket internasional, pengurusan visa online, pemesanan hotel, hingga transportasi di Arab Saudi dilakukan secara mandiri melalui platform digital.
Metode ini dinilai menarik karena memberikan transparansi biaya sekaligus fleksibilitas perjalanan.
Dengan perencanaan yang matang, biaya umrah yang biasanya puluhan juta rupiah dapat ditekan secara signifikan tanpa mengurangi esensi ibadah.
Rincian Biaya Utama Perjalanan
Total biaya Rp11,2 juta per orang diperoleh dari empat komponen utama perjalanan.
Komponen pertama adalah tiket pesawat internasional dan visa yang mencapai sekitar Rp8 juta.
Tiket dibeli melalui program stopover maskapai dengan rute transit, sementara visa diurus secara online melalui layanan resmi.
Komponen kedua adalah tiket penerbangan tambahan dari Jakarta ke Kuala Lumpur pulang-pergi yang berkisar Rp1,5 juta.
Rute ini dipilih karena menjadi titik keberangkatan paket penerbangan menuju Arab Saudi.
Biaya berikutnya adalah akomodasi.
Hotel bintang tiga dengan tarif sekitar Rp300 ribu per malam dipilih selama tiga malam, sehingga total pengeluaran hotel mencapai kurang lebih Rp900 ribu.
Lokasi hotel memang tidak terlalu dekat dari Masjidil Haram, tetapi tersedia shuttle bus gratis yang membantu mobilitas jemaah.
Transportasi Lokal Selama Umrah
Setelah tiba di Jeddah, transportasi utama menuju Makkah menggunakan kereta cepat Haramain.
Tarif perjalanan sekitar Rp300 ribu sekali jalan, sehingga total pulang-pergi sekitar Rp600 ribu.
Dari stasiun ke hotel, perjalanan dilanjutkan menggunakan layanan transportasi online dengan estimasi biaya Rp150 ribu hingga Rp200 ribu.
Jika ditotal, seluruh transportasi lokal mencapai sekitar Rp750 ribu per orang.
Pemilihan transportasi umum ini menjadi salah satu strategi utama menekan pengeluaran tanpa mengorbankan kenyamanan perjalanan.
Proses Pengurusan Visa Online
Salah satu poin penting dalam tutorial adalah pengurusan visa secara online.
Jemaah cukup mengunggah dokumen dan foto melalui sistem maskapai saat proses pemesanan tiket.
Setelah pembayaran selesai, visa akan dikirim melalui email bersama e-ticket.
Cara ini dinilai jauh lebih praktis dibandingkan pengurusan manual melalui kedutaan karena prosesnya lebih cepat dan minim dokumen tambahan.
Namun, calon jemaah tetap diingatkan untuk memastikan data diri diisi dengan benar serta mengikuti semua prosedur kesehatan yang berlaku.
Biaya yang Tidak Termasuk Perhitungan
Meskipun total biaya utama hanya Rp11,2 juta, terdapat beberapa komponen yang tidak dimasukkan karena bersifat personal.
Di antaranya biaya makan dan minum, asuransi perjalanan, serta vaksin.
Vaksin meningitis tetap menjadi syarat wajib dengan estimasi biaya sekitar Rp1 juta per orang.
Sementara biaya konsumsi sangat bergantung pada gaya hidup masing-masing jemaah selama berada di Tanah Suci.
Selain itu, jemaah juga harus mengurus izin masuk atau permit melalui aplikasi resmi.
Prosesnya gratis dan dilakukan secara digital, dengan hasil berupa QR code yang digunakan saat pemeriksaan.
Fleksibilitas Jadi Keunggulan
Keunggulan utama umrah mandiri adalah fleksibilitas. Jemaah dapat menentukan jadwal ibadah sendiri, memilih akomodasi sesuai anggaran, serta mengatur ritme perjalanan tanpa terikat jadwal rombongan.
Model perjalanan ini juga cocok bagi mereka yang ingin pengalaman ibadah lebih privat dan mandiri.
Meski demikian, perencanaan detail tetap menjadi kunci agar perjalanan berjalan lancar.
Dengan semakin banyaknya tutorial dan pengalaman yang dibagikan, tren umrah mandiri diperkirakan akan terus meningkat karena dianggap lebih transparan dan terjangkau.
Editor : Eka Putri Wahyuni