JAKARTA – Tren umrah mandiri Rp15 juta kembali menjadi perbincangan setelah sebuah video perjalanan ibadah dengan biaya hemat viral di media sosial.
Dalam video tersebut, pasangan suami istri membagikan pengalaman menjalani ibadah umrah selama sekitar 10 hari dengan total pengeluaran wajib sekitar Rp15,9 juta per orang. Rincian biaya yang transparan membuat banyak calon jemaah tertarik mencari alternatif perjalanan ibadah tanpa agen.
Konsep umrah mandiri Rp15 juta ini menekankan pengaturan perjalanan secara mandiri, mulai dari pengurusan vaksin, visa, tiket pesawat, hingga akomodasi dan konsumsi.
Dengan perencanaan matang serta strategi penghematan, biaya yang biasanya dianggap mahal ternyata bisa ditekan tanpa mengurangi kualitas ibadah.
Dalam perjalanan yang dimulai pada 21 Juni 2025, pasangan tersebut memaparkan setiap pos pengeluaran secara detail. Mulai dari bekal makanan instan, vaksin wajib, hingga tiket pesawat pulang-pergi, semuanya dicatat untuk menunjukkan transparansi biaya perjalanan ibadah mereka.
Rincian Biaya Awal dan Administrasi
Pengeluaran terbesar muncul pada hari pertama perjalanan. Untuk kebutuhan vaksin meningitis, influenza, dan polio, total biaya mencapai sekitar Rp1,3 juta untuk dua orang. Sementara pengurusan visa dan dokumen perjalanan menghabiskan lebih dari Rp5,5 juta.
Tiket pesawat pulang-pergi menjadi komponen biaya paling signifikan dengan total sekitar Rp15,4 juta untuk dua orang. Jika ditambah kebutuhan bekal dan transportasi awal, total pengeluaran hari pertama mencapai lebih dari Rp23 juta.
Strategi membawa bekal seperti mi instan, beras instan, dan lauk kering menjadi salah satu kunci menekan biaya makan selama di Tanah Suci.
Biaya Selama di Tanah Suci
Setibanya di Jeddah, pengeluaran relatif kecil, hanya untuk makan dan minum serta transportasi menuju Madinah menggunakan kereta cepat.
Akomodasi hotel bintang empat selama tiga malam di Madinah menelan biaya sekitar Rp4,8 juta untuk dua orang.
Selama di Madinah, pasangan ini mengandalkan bekal makanan sehingga pengeluaran konsumsi bisa ditekan. Aktivitas utama berfokus pada ibadah di Masjid Nabawi dan kunjungan ke Masjid Quba.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Makkah menggunakan kereta cepat. Untuk penginapan empat malam, mereka memilih hotel dengan harga sekitar Rp1,8 juta.
Lokasi hotel yang cukup jauh diimbangi dengan fasilitas shuttle bus gratis ke Masjidil Haram.
Strategi Hemat yang Dilakukan
Ada beberapa strategi yang membuat biaya perjalanan tetap rendah.
Pertama, membawa bekal makanan sehingga frekuensi makan di luar bisa diminimalkan.
Kedua, memilih transportasi umum seperti kereta cepat dan bus kota dibandingkan taksi penuh.
Selain itu, pasangan ini hanya memasukkan biaya yang benar-benar wajib ke dalam perhitungan utama.
Pengeluaran tambahan seperti oleh-oleh, tiket wisata, kopi, dan jajan tidak dimasukkan dalam total biaya wajib.
Mereka juga memanfaatkan promo transportasi serta memilih kamar berdua untuk menghemat biaya akomodasi.
Total Pengeluaran dan Kategori Biaya
Jika dirinci berdasarkan kategori, total pengeluaran berdua mencapai sekitar Rp35,1 juta.
Rinciannya meliputi:
Administrasi dan perjalanan: sekitar Rp22,9 juta
Akomodasi: sekitar Rp5,8 juta
Transportasi lokal: sekitar Rp3,9 juta
Konsumsi: sekitar Rp1,9 juta
Oleh-oleh: sekitar Rp468 ribu
Dengan total tersebut, biaya per orang berada di kisaran Rp17 juta, sedikit di atas estimasi awal Rp15 juta namun masih tergolong sangat hemat untuk perjalanan ibadah umrah.
Pengalaman Ibadah Lebih Fleksibel
Selain soal biaya, kelebihan umrah mandiri adalah fleksibilitas. Jemaah bisa mengatur jadwal ibadah sendiri, menentukan tempat yang ingin dikunjungi, serta menikmati perjalanan dengan ritme yang lebih tenang.
Pengalaman ini juga disebut cocok bagi mereka yang ingin suasana lebih privat, karena tidak harus berbagi kamar dengan banyak orang seperti pada paket perjalanan rombongan.
Video tersebut pun ditutup dengan pesan motivasi agar calon jemaah tidak ragu merencanakan umrah secara mandiri selama persiapan dilakukan dengan matang.
Editor : Eka Putri Wahyuni