JAKARTA – Tren umrah backpacker kembali menjadi perbincangan setelah seorang kreator perjalanan membagikan pengalaman lengkapnya berangkat ke Tanah Suci secara mandiri.
Video tersebut berisi cerita perjalanan, rincian biaya, serta tips praktis agar ibadah tetap nyaman dengan pengeluaran lebih hemat.
Dalam pengalaman yang dibagikan, konsep umrah backpacker menekankan perjalanan mandiri tanpa paket travel.
Mulai dari pembelian tiket, pengaturan transit, hingga memilih penginapan dilakukan sendiri melalui aplikasi perjalanan.
Cara ini disebut memberi fleksibilitas tinggi sekaligus peluang menghemat biaya.
Pengalaman tersebut dimulai dari keberangkatan dari Indonesia dengan transit sebelum menuju Arab Saudi.
Kreator video menuturkan perjalanan terasa lebih praktis karena sebagian proses di bandara dilakukan secara otomatis, sehingga tidak perlu antre panjang di konter maskapai.
Perjalanan dengan Dua Maskapai
Perjalanan umrah dilakukan menggunakan dua maskapai berbeda.
Penerbangan pertama dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Singapura menggunakan maskapai berbiaya rendah dengan tiket sekitar Rp500 ribu sekali jalan.
Pemesanan tiket dilakukan tanpa bagasi agar biaya lebih murah.
Selanjutnya perjalanan dilanjutkan menuju Arab Saudi menggunakan maskapai Timur Tengah dengan biaya sekitar Rp9,7 juta pulang-pergi.
Harga tersebut sudah termasuk bagasi, sehingga memudahkan saat kembali membawa barang atau oleh-oleh.
Strategi membeli tiket terpisah ini menjadi salah satu cara menekan biaya perjalanan, terutama bagi jemaah yang fleksibel dengan jadwal.
Tips Praktis di Bandara
Salah satu tips penting dalam umrah backpacker adalah melakukan check-in online dan menggunakan autogate di bandara.
Cara ini memungkinkan proses imigrasi lebih cepat tanpa banyak pertanyaan di konter.
Meski demikian, jemaah tetap harus menyiapkan dokumen lengkap seperti visa umrah dan paspor.
Penggunaan autogate hanya mempersingkat proses, bukan menggantikan persyaratan perjalanan.
Kreator video juga menyarankan bepergian tanpa bagasi saat berangkat agar mobilitas lebih mudah.
Bagasi dapat dibeli saat perjalanan pulang jika diperlukan.
Transportasi dan Akomodasi di Arab Saudi
Setibanya di Jeddah, perjalanan menuju Makkah dilakukan menggunakan kereta cepat yang dinilai lebih murah dibandingkan taksi.
Saat promo, tarif kereta bahkan hanya sekitar puluhan riyal.
Untuk penginapan, kreator memilih apartemen dengan sistem berbagi bersama teman.
Selama Ramadan, biaya apartemen sekitar 2.000 riyal atau sekitar Rp8 juta, yang jika dibagi empat orang menjadi sekitar Rp2 juta per orang.
Metode berbagi akomodasi ini menjadi strategi efektif menghemat biaya, terutama untuk jemaah yang berencana tinggal lebih lama.
Biaya Hidup dan Transportasi Lokal
Pengeluaran makan tidak dicantumkan secara pasti karena bergantung pada kebiasaan masing-masing jemaah.
Jika menginap di hotel dengan paket makan, biaya bisa lebih rendah.
Sementara bagi yang tinggal di apartemen, pengeluaran akan menyesuaikan kebutuhan harian.
Transportasi lokal di Makkah juga relatif terjangkau.
Jemaah dapat menggunakan layanan transportasi online atau kendaraan sewaan sesuai kebutuhan.
Selain itu, jasa mutawif atau pemandu ibadah tersedia dengan tarif harian tertentu.
Tips Mendapatkan Tiket Murah
Kunci utama umrah backpacker adalah perencanaan jauh hari.
Kreator menyarankan calon jemaah rutin memantau aplikasi pemesanan tiket untuk mendapatkan harga terbaik.
Menggunakan satu aplikasi perjalanan secara konsisten juga disebut bisa memberikan keuntungan tambahan, seperti poin reward atau akses fasilitas bandara.
Selain itu, memilih jadwal fleksibel dan menghindari musim ramai dapat membantu menekan biaya perjalanan secara signifikan.
Fleksibilitas Jadi Daya Tarik
Konsep umrah backpacker menawarkan kebebasan mengatur jadwal ibadah, memilih penginapan sesuai anggaran, serta menentukan rute perjalanan sendiri.
Hal ini menjadi daya tarik bagi jemaah yang ingin pengalaman lebih personal.
Namun, perencanaan matang tetap menjadi faktor penting. Mulai dari dokumen perjalanan, akomodasi, hingga transportasi harus dipastikan sebelum keberangkatan agar perjalanan berjalan lancar.
Dengan semakin banyaknya pengalaman yang dibagikan di media sosial, tren umrah mandiri diperkirakan akan terus meningkat sebagai alternatif perjalanan ibadah yang fleksibel dan hemat.
Editor : Eka Putri Wahyuni