Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Pengalaman Umrah Backpacker 30 Hari di Makkah Viral, Dari Kereta Murah hingga Tips Hemat Tinggal Dekat Masjidil Haram

Eka Putri Wahyuni • Jumat, 13 Februari 2026 | 19:20 WIB
Kisah umrah backpacker 30 hari di Makkah lengkap dengan tips hemat transportasi, penginapan, dan biaya hidup selama ibadah.
Kisah umrah backpacker 30 hari di Makkah lengkap dengan tips hemat transportasi, penginapan, dan biaya hidup selama ibadah.

JAKARTA – Kisah umrah backpacker kembali menarik perhatian setelah seorang kreator membagikan perjalanan ibadah mandiri selama 30 hari di Tanah Suci. 

Video tersebut memperlihatkan pengalaman sejak tiba di Arab Saudi, proses menuju Makkah, hingga kehidupan sehari-hari dengan biaya yang lebih hemat dibanding paket travel.

Dalam video, perjalanan umrah backpacker dimulai dari keberangkatan menuju Arab Saudi dengan transit sebelum mendarat di bandara. 

Setelah proses imigrasi dan pengambilan bagasi, perjalanan dilanjutkan menggunakan transportasi umum menuju Makkah.

Konsep umrah backpacker yang diangkat dalam video menekankan fleksibilitas perjalanan, mulai dari menentukan jadwal ibadah, memilih tempat tinggal, hingga mengatur konsumsi sendiri. 

Hal ini dinilai menjadi alternatif menarik bagi jemaah yang ingin pengalaman lebih mandiri.

Perjalanan Menuju Makkah dari Bandara

Setibanya di Jeddah, perjalanan menuju Makkah dilakukan menggunakan kereta cepat. 

Perjalanan sekitar satu setengah jam ini dinilai praktis dan terjangkau dengan tarif sekitar 34 riyal atau setara Rp150 ribuan.

Setelah tiba di stasiun Makkah, perjalanan dilanjutkan menggunakan bus menuju penginapan. 

Transportasi umum menjadi pilihan utama karena biaya jauh lebih murah dibandingkan taksi.

Kreator video menilai penggunaan kereta cepat menjadi solusi efisien, terutama bagi jemaah yang bepergian sendiri atau ingin menghemat anggaran perjalanan.

Baca Juga: Strategi Umrah Mandiri Rp15 Juta Viral, Rincian Biaya Lengkap dari Tiket hingga Hotel Bikin Banyak Orang Tercengang

Tinggal di Apartemen Berbagi

Selama di Makkah, kreator memilih tinggal di apartemen bersama beberapa teman. 

Konsep berbagi tempat tinggal ini membuat biaya hidup jauh lebih rendah dibandingkan menginap di hotel.

Dengan sistem patungan, biaya tempat tinggal hanya sekitar puluhan riyal per hari. 

LokasiBaca Juga: 7 Wisata Bangkalan Madura Paling Populer dan Instagramable, dari Bukit Kapur Arosbaya hingga Pantai Siring Kemuningnya pun cukup strategis karena hanya sekitar 7–10 menit dari Masjidil Haram.

Model akomodasi ini disebut cocok bagi jemaah yang berencana tinggal lebih lama, seperti selama satu bulan atau lebih.

Ibadah dan Aktivitas di Masjidil Haram

Setelah tiba, kreator langsung menuju Masjidil Haram melalui pintu King Abdul Aziz untuk menunaikan ibadah umrah. 

Ia juga menjalankan salat berjamaah dan menghabiskan waktu beribadah di kawasan masjid.

Dalam video disebutkan bahwa perjalanan dari negara asal menuju Makkah memakan waktu sekitar enam jam, termasuk penerbangan dan perjalanan darat.

Pengalaman spiritual ini menjadi bagian utama perjalanan, sementara aktivitas lain seperti makan dan eksplorasi kota dilakukan setelah ibadah.

 

Biaya Makan dan Kehidupan Sehari-hari

Karena tidak menginap di hotel, kebutuhan makan dipenuhi secara mandiri dengan mencari restoran lokal. 

Salah satu contoh adalah restoran Pakistan yang menyediakan porsi besar dengan harga sekitar 15 riyal.

Pilihan makanan lokal dinilai lebih hemat dibanding restoran cepat saji atau tempat makan di area wisata. 

Selain itu, tersedia juga layanan laundry dan fasilitas umum lain yang memudahkan jemaah yang tinggal lama.

Kehidupan sehari-hari selama umrah backpacker digambarkan sederhana namun nyaman, dengan fokus utama pada ibadah. 

Tips Penting Sebelum Umrah Backpacker

Dalam video, kreator juga membagikan beberapa tips bagi calon jemaah yang ingin mencoba umrah mandiri. 

Salah satunya adalah mempelajari manasik umrah terlebih dahulu agar tidak kebingungan saat menjalankan ibadah.

Selain itu, pengurusan visa harus dilakukan melalui penyedia terpercaya agar proses perjalanan lancar. 

Ia juga menyarankan bepergian bersama teman agar biaya penginapan bisa dibagi.

Bagi jemaah yang ingin lebih praktis, menggunakan jasa agen travel tetap menjadi pilihan, namun umrah backpacker memberikan kebebasan lebih dalam mengatur perjalanan.

Baca Juga: Terungkap ! Pesona Keraton Sumenep dan Jejak Arsitek Tionghoa di Madura, Bukan Sekadar Suramadu dan Sate

Fleksibilitas Jadi Daya Tarik

Konsep umrah backpacker menawarkan pengalaman yang lebih personal karena jemaah bisa menentukan jadwal sendiri tanpa terikat rombongan. 

Hal ini memungkinkan pengaturan waktu ibadah yang lebih leluasa.

Meski demikian, persiapan matang tetap menjadi kunci utama agar perjalanan berjalan lancar. 

Mulai dari dokumen, akomodasi, hingga transportasi perlu direncanakan sejak awal.

Tren perjalanan ibadah mandiri ini diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya informasi dan pengalaman yang dibagikan melalui media sosial.

 

 

Editor : Eka Putri Wahyuni
#umrah mandiri #Waktu Terbaik Umrah Ramadhan #Paket Umrah 22 Hari #Tiket Murah Umrah #tips umrah murah #Biaya Umrah Mandiri #biaya umrah hemat #rincian biaya umrah #Umrah Bulan Ramadhan #tutorial umrah mandiri