JAKARTA - Persiapan matang menjadi kunci kenyamanan selama menjalankan ibadah umrah. Hal itu dibagikan oleh Mili, kreator konten perjalanan religi, melalui video panduannya tentang packing perlengkapan umrah 10 hari bersama Nayara Tour and Travel. Dalam video tersebut, Mili membagikan tips praktis agar barang bawaan tetap ringkas tanpa mengurangi kebutuhan utama selama beribadah.
Menurut Mili, packing perlengkapan umrah 10 hari tidak harus berlebihan. Dengan perencanaan yang tepat, jamaah tetap bisa membawa perlengkapan lengkap tanpa kerepotan saat perjalanan maupun di Tanah Suci. Prinsip utamanya adalah efisiensi, pemilahan barang, dan memahami alur perjalanan umrah.
Ia menegaskan bahwa kesalahan paling umum jamaah pemula adalah membawa terlalu banyak pakaian. Padahal, durasi umrah yang relatif singkat bisa disiasati dengan jumlah baju yang terbatas namun fungsional.
Baca Juga: 8 Wisata Religi Madura Paling Ramai Diziarahi, dari Makam Syikhona Kholil hingga Pesarean Batu Ampar
Strategi Packing Pakaian: Sedikit tapi Fungsional
Untuk perjalanan umrah 10 hari, Mili hanya membawa enam hingga tujuh gamis dengan warna-warna netral seperti putih, hitam, cokelat, dan ungu nude. Satu gamis sudah dikenakan saat keberangkatan, sisanya disimpan rapi menggunakan tas organizer agar koper tetap tertata.
Ia juga menyarankan penggunaan inner dress, terutama saat mengenakan gamis putih agar tidak transparan. Pemilihan jilbab pun dibuat sederhana. Mili lebih memilih pashmina karena praktis, tidak mudah kusut, dan tidak memerlukan setrika.
Selain itu, dalaman jilbab seperti ciput tetap dibawa secukupnya. Prinsipnya, setiap item harus memiliki fungsi jelas dan bisa dipadupadankan.
Perlengkapan Umrah Wajib Masuk Koper Kabin
Karena program yang dijalani adalah umrah terlebih dahulu, koper kabin menjadi bagian paling krusial dalam packing perlengkapan umrah 10 hari. Semua kebutuhan saat prosesi umrah disimpan di koper kecil agar mudah diakses.
Mili menjelaskan, jamaah akan mengambil miqat di pesawat sebelum mendarat, sehingga perlengkapan ihram, gamis hitam, sandal jepit, sarung tangan ihram, mukena (opsional), dan buku doa harus berada di kabin, bukan bagasi.
Perjalanan kali ini menggunakan maskapai Oman Air dengan transit sekitar tiga jam di Muscat. Oleh karena itu, koper kabin juga diisi pakaian ganti yang akan dikenakan saat transit.
Perlengkapan Pribadi dan Kesehatan
Untuk perlengkapan pribadi, Mili menyarankan membawa skincare secukupnya dalam ukuran travel. Isinya cukup sunscreen, pelembap, deodorant, dan parfum kecil. Makeup pun dibuat minimal, hanya eyeshadow kecil untuk kebutuhan tertentu.
Obat-obatan wajib dibawa di tas ransel, seperti obat mabuk perjalanan, minyak angin, obat mata, dan vitamin. Ia juga mengingatkan batas kapasitas power bank maksimal 10.000 mAh sesuai aturan penerbangan.
Aksesori pendukung seperti colokan internasional kaki tiga, kacamata hitam, kaos kaki anti slip, dan kaos dalaman beresleting untuk menyimpan uang juga menjadi item penting selama ibadah.
Tas Ransel, Kunci Mobilitas Jamaah
Tas ransel menjadi partner utama selama perjalanan. Di dalamnya, Mili menyimpan paspor, handphone, earphone, kabel charger, power bank, buku doa, serta sarung tangan ihram. Semua barang ini harus mudah dijangkau tanpa membuka koper.
Ia menegaskan tidak membawa baju tidur atau pakaian santai berlebihan. Setelah kembali ke hotel, jamaah umumnya langsung beristirahat. Jika kekurangan pakaian, membeli di Tanah Suci justru dinilai lebih praktis.
Baca Juga: 7 Tempat Wisata Karimun Jawa yang Wajib Dikunjungi, dari Pantai Bobi hingga Pulau Menjangan Kecil!
Durasi Umrah dan Pesan Penting
Dalam perjalanan ini, Mili menjelaskan jadwal ibadah mencakup sekitar lima hari di Makkah dan tiga hari di Madinah, dengan total perjalanan 10 hari termasuk waktu keberangkatan dan kepulangan.
Ia berharap tips packing perlengkapan umrah 10 hari ini dapat membantu jamaah agar lebih fokus beribadah tanpa direpotkan barang bawaan. Kesederhanaan, menurutnya, justru membuat ibadah terasa lebih khusyuk.
Editor : Natasha Eka Safrina