JAKARTA – Banyak jemaah pulang dari Tanah Suci dengan tubuh lelah namun hati masih bertanya-tanya: apakah umrah yang dijalani benar-benar sah dan sesuai tuntunan? Pertanyaan ini wajar, sebab di lapangan masih banyak kesalahan fatal saat umrah yang jarang dibahas, tetapi sering terjadi.
Kesalahan-kesalahan ini bukan untuk mencari-cari kekurangan jemaah, melainkan sebagai pengingat agar ibadah besar bernama umrah tidak sia-sia. Sebab, niat baik saja tidak cukup jika tidak dibarengi ilmu dan pemahaman yang benar.
Banyak jemaah terlalu fokus pada aspek perjalanan seperti hotel, jadwal keberangkatan, bahkan spot foto, namun lupa bahwa umrah adalah ibadah yang memiliki rukun, wajib, dan larangan yang harus dipatuhi. Padahal, ibadah hanya diterima jika dilakukan dengan ikhlas dan sesuai sunah Nabi Muhammad.
Kesalahan Akidah, Paling Berbahaya dan Sering Dianggap Sepele
Kesalahan paling berbahaya dalam umrah adalah kesalahan akidah. Masih ditemukan jemaah yang mengambil tanah, batu, atau kerikil dari Tanah Suci lalu meyakini benda tersebut membawa berkah atau bisa menyembuhkan penyakit.
Ada pula yang mengusap maqam Ibrahim atau bagian tertentu dengan keyakinan mendapatkan keberuntungan. Padahal, berkah, manfaat, dan mudarat hanya datang dari Allah Subhanahu wa Taala, bukan dari benda apa pun. Keyakinan bahwa selain Allah memiliki kekuatan manfaat adalah perkara serius yang bisa menghapus amal saleh, termasuk pahala umrah.
Kesalahan Saat Ihram yang Menyulitkan Diri Sendiri
Kesalahan berikutnya banyak terjadi saat ihram, khususnya pada jemaah perempuan. Ada yang meyakini bahwa selama ihram tidak boleh membuka jilbab sama sekali, bahkan saat di kamar hotel atau di toilet. Akibatnya, jemaah menahan buang air karena takut membuka aurat, sehingga ibadah justru menjadi tidak nyaman.
Padahal, yang dilarang saat ihram bagi wanita adalah memakai cadar dan sarung tangan. Justru Rasulullah melarang penggunaan dua hal tersebut, bukan melarang membuka jilbab di tempat tertutup.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah lupa tahalul setelah sa’i. Ada jemaah yang langsung mengganti pakaian tanpa menyadari bahwa tahalul belum dilakukan, sehingga masih dalam keadaan ihram.
Kesalahan Saat Tawaf yang Bisa Membatalkan Putaran
Tawaf terlihat sederhana, namun justru menjadi titik rawan kesalahan. Di antaranya memulai tawaf tidak sejajar dengan Hajar Aswad, melakukan tawaf di dalam Hijir Ismail, atau berdesakan dan mendorong jemaah lain demi mencium Hajar Aswad.
Perlu dipahami, mencium Hajar Aswad bukan syarat sah tawaf. Menyakiti jemaah lain justru bertentangan dengan nilai ibadah. Rasulullah hanya mengusap Hajar Aswad dan Rukun Yamani, bukan seluruh dinding Ka’bah.
Ibadah tidak diukur dari seberapa dekat posisi kita dengan Ka’bah, tetapi seberapa benar cara kita mengikuti tuntunan.
Sa’i Bukan Sekadar Jalan Cepat
Banyak jemaah menganggap Safa dan Marwah hanya lintasan yang harus segera diselesaikan karena lelah. Padahal, Nabi memanfaatkan kedua tempat ini sebagai lokasi berdoa.
Momen kelelahan justru sering menjadi waktu paling jujur dan khusyuk untuk bermunajat. Sayangnya, banyak jemaah melewatkan kesempatan mustajab ini demi cepat selesai.
Baca Juga: 8 Wisata Religi Madura Paling Ramai Diziarahi, dari Makam Syikhona Kholil hingga Pesarean Batu Ampar
Adab Umrah yang Sering Dilanggar
Kesalahan lain yang kerap dianggap sepele adalah adab. Mengeraskan suara zikir saat tawaf dan sa’i hingga mengganggu jemaah lain, sibuk merekam ibadah untuk konten, atau terlalu fokus dokumentasi.
Tanah Suci adalah tempat ibadah, bukan panggung pamer amal. Allah Maha Mendengar tanpa harus suara dikeraskan. Ibadah yang benar bukan hanya gerakan, tetapi juga akhlak dan sikap.
Umrah Harus dengan Ilmu
Umrah adalah kesempatan besar untuk memperbaiki diri dan mendekat kepada Allah. Jangan sampai ibadah besar ini rusak oleh kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari.
Karena itu, umrah harus dijalani dengan ilmu, bukan sekadar ikut rombongan. Bimbingan sejak awal hingga akhir menjadi kunci agar ibadah tenang dan sesuai sunah, seperti yang ditawarkan oleh Garis Lurus Travel.
Editor : Natasha Eka Safrina