RADAR TRENGGALEK - Umrah mandiri Ramadan kini semakin diminati jamaah Indonesia yang ingin perjalanan lebih fleksibel dan hemat.
Melalui pengalaman langsung seorang jamaah yang membagikan perjalanannya, terungkap detail lengkap proses umrah mandiri Ramadan mulai dari keberangkatan, transit, transportasi, hingga tips akomodasi di Makkah dan Madinah.
Perjalanan umrah mandiri Ramadan dimulai dari Bandara Internasional Juanda Terminal 2, Surabaya.
Jamaah menggunakan maskapai Royal Brunei Airlines dengan tiket promo rute Surabaya–Jeddah seharga Rp jutaan per orang.
Setelah proses check-in dan imigrasi, perjalanan dilanjutkan menuju Brunei sebagai titik transit sebelum terbang ke Arab Saudi.
Transit Singkat dan Kenyamanan Penerbangan
Durasi penerbangan Surabaya–Brunei sekitar dua jam.
Jamaah mengaku puas dengan layanan makanan yang sesuai lidah Indonesia serta ruang kaki yang cukup lega.
Transit di Bandara Internasional Brunei berlangsung sekitar 1,5 jam dengan proses imigrasi relatif cepat.
Penerbangan lanjutan menuju Jeddah memakan waktu sekitar 10,5 jam.
Selama perjalanan, penumpang mendapatkan dua kali makan, lengkap dengan bantal dan selimut.
Tips penting bagi calon jamaah umrah mandiri Ramadan adalah memanfaatkan waktu penerbangan untuk istirahat agar kondisi tubuh tetap prima saat tiba.
Setibanya di Jeddah Terminal 1, proses imigrasi dan pengambilan bagasi memakan waktu sekitar 60 menit.
Transportasi menuju Makkah bisa dipesan sesuai kebutuhan, mulai dari sedan untuk dua orang hingga Hiace dan bus untuk rombongan.
Alternatif lain adalah menggunakan kereta cepat.
Langsung Umrah di Masjidil Haram
Sesampainya di hotel dan meletakkan koper, jamaah langsung menuju Masjidil Haram untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah.
Momentum Ramadan membuat suasana semakin khusyuk, terutama saat salat Isya dan tarawih.
Rangkaian tawaf, sai, dan tahalul dilakukan pada malam hari.
Untuk tahalul, tersedia jasa cukur dengan tarif mulai 10–20 riyal.
Jamaah juga diingatkan untuk menghafal nomor gate karena area Masjidil Haram memiliki banyak pintu masuk dan keluar.
Pengalaman salat di lantai dua Masjidil Haram disebut sangat nyaman, dengan pemandangan langsung ke arah Ka’bah.
Meski jarak hotel ke masjid sekitar 30 menit berjalan kaki, suasana Ramadan membuat rasa lelah terbayar lunas.
Menginap Strategis di Madinah
Setelah beberapa hari di Makkah, perjalanan dilanjutkan ke Madinah.
Jamaah menginap di Maden Taibah Hotel yang berjarak sekitar dua menit berjalan kaki dari Masjid Nabawi.
Lokasi hotel sangat strategis karena dekat pusat perbelanjaan dan tempat kuliner.
Fasilitas kamar dinilai bersih, wangi, dan lengkap.
Lift hotel yang banyak juga memudahkan mobilitas jamaah saat jam sibuk.
Suasana di Masjid Nabawi terasa lebih tenang dan nyaman.
Jamaah juga menyempatkan diri berbuka puasa dengan menu takjil gratis yang tersedia di area masjid.
Untuk menghemat anggaran selama umrah mandiri Ramadan, jamaah membawa bekal makanan instan dari Indonesia seperti rendang siap saji dan beras porang.
Mereka juga mencoba kuliner Indonesia di Madinah serta minuman viral seperti Karak Express.
Ziarah dan Persiapan Kepulangan
Agenda berikutnya adalah mengunjungi Masjid Quba menggunakan layanan transportasi online agar lebih hemat.
Jamaah disarankan menjaga wudu sejak dari hotel hingga tiba di Masjid Quba untuk melaksanakan salat dua rakaat.
Menjelang kepulangan melalui Bandara Madinah, jamaah membeli air zamzam resmi di counter bandara seharga sekitar 12,5 riyal atau setara Rp60 ribuan.
Proses check-in lebih cepat bagi penumpang yang telah melakukan online check-in.
Secara keseluruhan, umrah mandiri Ramadan memberikan fleksibilitas tinggi dalam menentukan maskapai, hotel, dan transportasi.
Namun, perencanaan matang sangat diperlukan, mulai dari tiket promo, pemilihan hotel dekat masjid, hingga manajemen stamina selama ibadah.
Bagi calon jamaah, memahami alur perjalanan dari bandara, transit, imigrasi, hingga teknis di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menjadi kunci kelancaran ibadah.
Dengan persiapan yang baik, umrah mandiri Ramadan bisa menjadi pengalaman spiritual yang berkesan sekaligus efisien dari sisi biaya.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina