TRENGGALEK NJENGGELEK-Keutamaan salat Tarawih kembali menjadi perbincangan umat Islam menjelang dan selama bulan suci Ramadan. Ibadah sunnah yang dikerjakan setiap malam Ramadan ini diyakini menyimpan banyak keistimewaan, bahkan disebut memiliki 30 keutamaan bagi yang menjalankannya dengan penuh keikhlasan.
Dalam kajian yang disampaikan melalui kanal YouTube Arofiq Official, dijelaskan bahwa salat Tarawih merupakan amalan sunnah muakkad yang sangat dianjurkan. Keutamaan salat Tarawih tidak hanya berkaitan dengan pahala, tetapi juga pengampunan dosa serta limpahan rahmat Allah SWT.
Secara umum, para ulama empat mazhab menyebutkan bahwa salat Tarawih dilaksanakan maksimal 20 rakaat dengan salam setiap dua rakaat. Ibadah ini biasa dilanjutkan dengan salat Witir. Pelaksanaannya dianjurkan secara berjamaah karena dinilai lebih utama dibanding sendiri.
Tata Cara dan Pandangan Ulama
Dalam literatur klasik seperti kitab Al Mizan Al Kubro, disebutkan bahwa Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad berpendapat jumlah rakaat Tarawih di bulan Ramadan adalah 20 rakaat. Sementara dalam satu riwayat, Imam Malik menyebutkan 36 rakaat.
Imam Nawawi dalam kitab Raudhah menegaskan bahwa salat Tarawih dilakukan dua rakaat satu salam. Jika dikerjakan empat rakaat satu salam, maka dinilai tidak sah karena tidak sesuai tuntunan.
Penamaan “Tarawih” sendiri berasal dari kata istirahat. Hal ini karena pada praktiknya, jamaah biasanya beristirahat sejenak setiap selesai empat rakaat.
10 Keutamaan Awal Salat Tarawih
Dalam kitab Durratun Nasihin yang menjadi rujukan kajian tersebut, disebutkan berbagai keutamaan salat Tarawih berdasarkan malam pelaksanaannya.
Malam Pertama: Bersih dari Dosa
Keutamaan salat Tarawih pada malam pertama adalah dihapusnya dosa seorang mukmin seperti bayi yang baru dilahirkan. Riwayat ini dinisbatkan dari Ali bin Abi Thalib RA, ketika Rasulullah SAW ditanya tentang keutamaan Tarawih di bulan Ramadan.
Malam Kedua: Diampuni Dosa Orang Tua
Pada malam kedua, orang yang melaksanakan Tarawih disebut akan diampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya, selama keduanya beriman.
Malam Ketiga: Seruan Malaikat di Bawah Arasy
Malam ketiga dikisahkan malaikat di bawah Arasy menyeru agar memperbanyak amal kebaikan. Allah SWT menjanjikan pengampunan dosa bagi yang bersungguh-sungguh menjalankan ibadah malam tersebut.
Malam Keempat: Pahala Seperti Membaca Kitab Suci
Keutamaan salat Tarawih malam keempat disebut setara dengan pahala membaca kitab Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an.
Malam Kelima: Pahala Seperti Salat di Tiga Masjid Suci
Pada malam kelima, pahala Tarawih disebut seperti pahala salat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsa.
Malam Keenam: Pahala Thawaf di Baitul Makmur
Malam keenam dijanjikan pahala seperti orang yang thawaf di Baitul Makmur. Bahkan disebutkan setiap batu dan tanah memintakan ampun bagi orang yang bertarawih.
Malam Ketujuh: Ditolong dari Kejahatan
Pada malam ketujuh, orang yang menjalankan Tarawih diibaratkan memperoleh pertolongan sebagaimana Nabi Musa AS ditolong menghadapi Fir’aun dan Haman.
Malam Kedelapan: Anugerah Seperti Nabi Ibrahim
Keutamaan malam kedelapan disebut Allah memberikan anugerah sebagaimana anugerah yang diberikan kepada Nabi Ibrahim AS.
Baca Juga: 9 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan, Ini Penjelasan Lengkap dari Makan Minum hingga Murtad
Malam Kesembilan: Ibadah Seperti Para Nabi
Pada malam kesembilan, pahala ibadahnya disebut seperti ibadah para nabi terdahulu.
Malam Kesepuluh: Rezeki Dunia dan Akhirat
Malam kesepuluh, Allah SWT menjanjikan kebaikan dan rezeki, baik di dunia maupun di akhirat, bagi yang melaksanakan salat Tarawih.
Motivasi Memaksimalkan Ramadan
Keutamaan salat Tarawih yang disebutkan dalam berbagai literatur klasik tersebut menjadi motivasi bagi umat Islam untuk memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan. Selain pahala berlipat, salat Tarawih juga menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT serta memperkuat ukhuwah melalui pelaksanaan berjamaah di masjid.
Meski demikian, para ulama mengingatkan agar umat Islam tetap menjaga niat dan tidak semata-mata mengejar keutamaan yang bersifat naratif. Esensi utama Tarawih adalah meningkatkan ketakwaan dan memperbanyak amal saleh selama Ramadan.
Dengan memahami keutamaan salat Tarawih, diharapkan umat Islam semakin bersemangat menghidupkan malam-malam Ramadan. Sebab, setiap malam menyimpan peluang besar untuk meraih ampunan, pahala, serta keberkahan hidup.
Editor : Ichaa Melinda Putri