Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Keutamaan Salat Tarawih di Bulan Ramadan: Pahala Semalam Suntuk Meski Hanya Ikut Imam Sampai Witir

Ichaa Melinda Putri • Rabu, 18 Februari 2026 | 16:56 WIB
Keutamaan Salat Tarawih di Bulan Ramadan: Pahala Semalam Suntuk Meski Hanya Ikut Imam Sampai Witir
Keutamaan Salat Tarawih di Bulan Ramadan: Pahala Semalam Suntuk Meski Hanya Ikut Imam Sampai Witir

TRENGGALEK NJENGGELEK-Keutamaan salat Tarawih di bulan Ramadan kembali menjadi sorotan menjelang datangnya bulan suci. Ibadah malam yang juga disebut qiyamullail ini memiliki keistimewaan besar, bahkan disebut dapat mendatangkan pahala seperti salat semalam suntuk jika dikerjakan bersama imam hingga selesai.

Dalam ceramah yang beredar di media sosial, dijelaskan bahwa salat Tarawih sejatinya adalah bagian dari qiyamullail atau salat malam. Bedanya, pada bulan Ramadan pelaksanaannya dimudahkan dan dimajukan setelah salat Isya, tanpa harus tidur terlebih dahulu sebagaimana anjuran tahajud di hari biasa.

Keutamaan salat Tarawih di bulan Ramadan ini menjadi kesempatan tahunan bagi umat Islam untuk memperbanyak amal malam dengan lebih ringan dan terjangkau.

Tarawih Adalah Qiyamullail yang Dimudahkan

Secara istilah, Tarawih berarti “istirahat”, karena dalam pelaksanaannya terdapat jeda di antara rakaat. Pada bulan Ramadan, umat Islam bisa langsung melaksanakan salat malam setelah ba’diyah Isya dalam kondisi tubuh masih segar.

Berbeda dengan tahajud yang dianjurkan di sepertiga malam terakhir setelah tidur, Tarawih menjadi bentuk kemudahan dari Allah SWT agar umat Islam tetap mendapatkan pahala qiyamullail, minimal setahun sekali secara berjamaah.

Diampuni Dosa yang Telah Lalu

Keutamaan salat Tarawih di bulan Ramadan ditegaskan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim:

“Barang siapa yang mendirikan Ramadan (salat malam di bulan Ramadan) dengan iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

Syaratnya adalah iman dan ihtisab, yakni mengharap pahala dari Allah SWT semata, bukan karena ajakan teman, tekanan lingkungan, atau sekadar kebiasaan.

Dengan niat yang lurus, salat Tarawih menjadi sarana pembersih dosa-dosa masa lalu.

Pahala Semalam Penuh Jika Bersama Imam

Keutamaan berikutnya yang tak kalah besar adalah pahala seperti salat semalam suntuk. Dalam hadis shahih riwayat Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa salat bersama imam hingga selesai, maka dicatat baginya pahala salat satu malam penuh.”

Artinya, meskipun Tarawih hanya berlangsung sekitar satu hingga dua jam, pahalanya bisa setara dengan ibadah dari malam hingga subuh, selama jamaah mengikuti imam sampai Witir terakhir.

Karena itu, umat Islam dianjurkan tidak terburu-buru pulang sebelum imam menyelesaikan rangkaian salat.

11 atau 23 Rakaat, Jangan Berselisih

Dalam praktiknya, jumlah rakaat Tarawih sering menjadi perbincangan. Rasulullah SAW dalam beberapa riwayat mengerjakan 11 rakaat. Namun, beliau juga bersabda bahwa salat malam dilakukan dua rakaat dua rakaat.

Pada masa Khalifah Umar bin Khattab, Tarawih dikerjakan hingga 23 rakaat secara berjamaah dan praktik tersebut berlanjut hingga kini di banyak negara.

Di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, salat Tarawih umumnya dikerjakan 20 rakaat ditambah Witir. Bahkan di sepuluh malam terakhir, sering ditambah lagi dengan qiyamullail sehingga total rakaat bisa lebih banyak.

Para ulama menegaskan bahwa jumlah rakaat bukanlah inti perbedaan, karena salat malam bersifat fleksibel. Yang terpenting adalah kekhusyukan dan konsistensi.

Momentum Menghidupkan Ramadan

Keutamaan salat Tarawih di bulan Ramadan menunjukkan bahwa ibadah ini adalah momentum menghidupkan malam dengan zikir, doa, dan tilawah Al-Qur’an.

Bagi yang sudah melaksanakan Tarawih, tidak wajib lagi menambah tahajud. Namun, jika ingin menambah ibadah di akhir malam, tetap diperbolehkan menurut sebagian ulama.

Intinya, Ramadan adalah kesempatan emas untuk memperbanyak pahala. Dengan mengikuti Tarawih bersama imam hingga selesai, seorang muslim sudah tercatat sebagai orang yang menghidupkan malam Ramadan.

Semoga dengan memahami keutamaan salat Tarawih di bulan Ramadan, umat Islam semakin semangat menjaga istiqamah dan meraih ampunan serta rahmat Allah SWT.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#Qiyamullail #pahala semalam penuh #tarawih ramadan #umar bin khattab #keutamaan salat tarawih