TRENGGALEK NJENGGELEK-Keutamaan salat Tarawih malam 1–30 Ramadan kembali menjadi perbincangan umat Islam setiap memasuki bulan suci. Ibadah sunnah yang dikerjakan setelah salat Isya ini diyakini menyimpan limpahan pahala dan ampunan dari Allah SWT bagi mereka yang istiqomah menjalankannya.
Dalam sebuah kajian yang beredar di kanal YouTube, dijelaskan secara rinci keutamaan salat Tarawih dari malam pertama hingga malam ke-30 Ramadan. Penjelasan tersebut merujuk pada riwayat dari sahabat Nabi, termasuk Sayyidina Ali bin Abi Thalib RA, yang mengisahkan jawaban Rasulullah SAW ketika ditanya tentang fadhilah Tarawih.
Keutamaan salat Tarawih malam 1–30 Ramadan disebut sangat besar, mulai dari penghapusan dosa, peningkatan derajat, hingga ganjaran surga. Umat Islam pun diajak untuk tidak melewatkan momentum Ramadan yang hanya datang setahun sekali.
Keutamaan Malam 1 hingga 10 Ramadan
Pada malam pertama, disebutkan bahwa orang mukmin yang melaksanakan salat Tarawih akan diampuni dosanya seperti bayi yang baru dilahirkan. Malam kedua, tidak hanya dirinya yang diampuni, tetapi juga kedua orang tuanya.
Memasuki malam ketiga, malaikat yang berada di bawah Arasy menyeru agar umat Islam terus beramal saleh karena Allah telah mengampuni dosa-dosanya. Sementara malam keempat, pahala Tarawih disamakan dengan pahala membaca kitab-kitab suci seperti Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Qur’an.
Malam kelima, pahala yang dijanjikan setara dengan salat di tiga masjid utama umat Islam, yakni Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid Al-Aqsa.
Pada malam keenam, orang yang bertarawih mendapat pahala seperti orang yang tawaf di Baitul Makmur. Malam ketujuh hingga kesepuluh, ganjarannya berupa anugerah seperti yang diberikan kepada para nabi, derajat ibadah setara nabi, hingga rezeki yang baik di dunia dan akhirat.
Malam 11 hingga 20: Cahaya dan Derajat di Akhirat
Malam ke-11, orang yang melaksanakan Tarawih disebut akan wafat dalam keadaan suci seperti saat dilahirkan. Pada malam ke-12, wajahnya kelak bercahaya seperti bulan purnama saat hari kiamat.
Keutamaan malam ke-13 hingga ke-15 meliputi keselamatan dari keburukan, tidak dihisab di hari kiamat, hingga didoakan malaikat muqarrabin dan pemikul Arasy. Ini menunjukkan betapa besar kedudukan ibadah malam di bulan Ramadan.
Malam ke-16 hingga ke-20 juga tidak kalah istimewa. Disebutkan bahwa pelaksana Tarawih akan dicatat bebas dari api neraka dan berhak masuk surga. Bahkan pada malam ke-20, pahalanya disamakan dengan orang-orang yang mati syahid dan para saleh.
Malam 21 hingga 30: Istana Surga dan Pahala Berlipat
Pada sepuluh malam terakhir Ramadan, keutamaan salat Tarawih malam 1–30 Ramadan mencapai puncaknya. Malam ke-21, Allah disebut membangunkan rumah dari cahaya di surga. Malam ke-22 hingga 24, dijanjikan keselamatan dari kesusahan kiamat dan dikabulkannya 24 doa.
Malam ke-25, pelaksana Tarawih dibebaskan dari siksa kubur. Malam ke-26, pahala dilipatgandakan seperti beribadah selama 40 tahun. Sementara malam ke-27, ia akan melewati shirath dengan cepat seperti kilat.
Malam ke-28 dan 29, Allah mengangkat seribu derajat di surga serta memberikan pahala setara seribu ibadah haji yang diterima. Hingga pada malam ke-30, digambarkan Allah mempersilakan hamba-Nya menikmati buah surga, mandi di sungai Salsabil, dan minum dari Telaga Kautsar.
Kajian tersebut menutup dengan ajakan agar umat Islam istiqomah melaksanakan salat Tarawih sepanjang Ramadan. Selain sebagai sarana pengampunan dosa, ibadah ini juga menjadi latihan spiritual untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Ramadan disebut sebagai bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Karena itu, kesempatan meraih keutamaan salat Tarawih malam 1–30 Ramadan hendaknya tidak disia-siakan.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Editor : Ichaa Melinda Putri