TRENGGALEK NJENGGELEK-Keutamaan salat Tarawih malam ke-28, 29, dan 30 Ramadan menjadi pembahasan menarik dalam tausiah Ramadan yang disampaikan dalam bahasa Jawa. Dalam ceramah tersebut dijelaskan bahwa tiga malam terakhir menyimpan ganjaran luar biasa, mulai dari diangkat seribu derajat di surga hingga mendapat kenikmatan Telaga Kautsar.
Keutamaan salat Tarawih malam ke-28, 29, dan 30 Ramadan disebut sebagai puncak dari rangkaian ibadah malam di bulan suci. Umat Islam diajak untuk tidak kendur semangatnya menjelang akhir Ramadan, karena justru di penghujung bulan inilah limpahan pahala semakin besar.
Dalam tausiah itu dijelaskan, siapa saja yang melaksanakan salat Tarawih pada malam ke-28 Ramadan akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT sebanyak 1000 derajat di surga. Kenaikan derajat ini dianalogikan seperti seseorang yang awalnya rakyat biasa kemudian diangkat menjadi pemimpin atau pejabat karena peningkatan kualitas dan amanahnya.
Malam ke-28: Diangkat 1000 Derajat di Surga
Penceramah menggambarkan bahwa kenaikan derajat di akhirat tentu jauh lebih agung dibandingkan kenaikan jabatan di dunia. Jika di dunia kenaikan pangkat saja sudah membawa perubahan besar, maka di surga, kenaikan 1000 derajat tentu memiliki kemuliaan yang tak terbayangkan.
Keutamaan salat Tarawih malam ke-28, 29, dan 30 Ramadan ini menjadi motivasi agar umat Islam tetap istiqomah hingga malam-malam terakhir. Sebab, banyak orang mulai lelah atau justru sibuk dengan persiapan Idulfitri.
Malam ke-29: Pahala Setara 1000 Haji Mabrur
Pada malam ke-29 Ramadan, ganjaran yang disebutkan lebih dahsyat lagi. Orang yang mengerjakan salat Tarawih akan diberi pahala seperti melaksanakan 1000 ibadah haji yang mabrur.
Sebagaimana diketahui, ibadah haji membutuhkan biaya besar, tenaga, dan kesempatan yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Bahkan satu kali haji saja menjadi impian banyak umat Islam. Namun melalui salat Tarawih di malam ke-29, disebutkan ganjarannya setara 1000 haji yang diterima Allah SWT.
Ibadah haji sendiri dilaksanakan di Masjidil Haram, tempat yang menjadi kiblat umat Islam sedunia. Karena itu, penyebutan pahala setara 1000 haji mabrur menunjukkan betapa besar keutamaan malam tersebut.
Malam ke-30: Jamuan Surga dan Telaga Kautsar
Puncak keutamaan salat Tarawih malam ke-28, 29, dan 30 Ramadan berada pada malam terakhir. Dalam tausiah itu dijelaskan bahwa Allah SWT berfirman kepada hamba-Nya yang istiqomah salat Tarawih hingga malam ke-30: makanlah buah-buahan surga, mandilah di sungai Salsabil, dan minumlah dari Telaga Kautsar.
Telaga Kautsar sendiri dikenal sebagai telaga yang dijanjikan kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman dalam Surah Al-Kautsar tentang karunia tersebut kepada Rasulullah SAW, yakni Nabi Muhammad.
Gambaran tersebut menunjukkan kemuliaan luar biasa bagi orang yang konsisten menghidupkan malam Ramadan dengan salat Tarawih dari awal hingga akhir.
Istiqomah hingga Akhir Ramadan
Tausiah tersebut juga mengajak jamaah untuk tidak hanya fokus pada satu atau dua malam saja, melainkan menjaga konsistensi sejak malam pertama hingga malam ke-30. Apalagi pada sepuluh malam terakhir terdapat keutamaan lain seperti malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Keutamaan salat Tarawih malam ke-28, 29, dan 30 Ramadan menjadi pengingat bahwa penghujung Ramadan bukan waktu untuk menurun semangat ibadah, melainkan momentum memperbanyak amal. Ramadan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka.
Dengan menjaga kekhusyukan dan niat yang tulus karena Allah SWT, umat Islam diharapkan mampu meraih derajat tinggi di surga, pahala berlipat ganda, hingga kenikmatan yang dijanjikan di akhirat kelak.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Editor : Ichaa Melinda Putri