TRENGGALEK NJENGGELEK-Salat tarawih di bulan Ramadan menjadi salah satu ibadah yang paling dinanti umat Islam setiap tahunnya. Selain menjadi amalan sunnah yang sangat dianjurkan, salat tarawih juga memiliki banyak keutamaan, mulai dari pengampunan dosa hingga mempererat persaudaraan sesama muslim.
Dalam sebuah video pembelajaran yang dibawakan oleh Ainun, dijelaskan secara ringkas namun padat mengenai pengertian, hukum, jumlah rakaat, hingga manfaat salat tarawih di bulan Ramadan. Penjelasan ini penting dipahami agar umat Islam dapat melaksanakan ibadah tersebut dengan benar dan penuh keyakinan.
Salat tarawih di bulan Ramadan merupakan salat sunnah yang dikerjakan pada malam hari selama bulan suci. Kata “tarawih” sendiri secara bahasa berarti istirahat atau santai. Artinya, ibadah ini dilaksanakan dengan tenang dan tidak terburu-buru, mengingat dilakukan setelah berbuka puasa.
Pengertian dan Hukum Salat Tarawih
Secara istilah, salat tarawih adalah salat sunnah malam yang hanya dikerjakan pada bulan Ramadan. Hukumnya adalah sunnah muakkad, yakni sunnah yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan.
Karena termasuk sunnah muakkad, para ulama sepakat bahwa meskipun tidak wajib, salat tarawih sangat dianjurkan untuk tidak ditinggalkan tanpa alasan. Ibadah ini menjadi salah satu bentuk ketaatan dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT selama Ramadan.
Pelaksanaan salat tarawih dapat dilakukan secara sendiri-sendiri maupun berjamaah. Umat Islam bisa melaksanakannya di masjid bersama jamaah atau di rumah bersama keluarga.
Jumlah Rakaat: 11 atau 23?
Salah satu hal yang sering menjadi perbincangan adalah jumlah rakaat salat tarawih di bulan Ramadan. Dalam hadis riwayat Imam Muslim, disebutkan bahwa Rasulullah SAW melaksanakan salat malam Ramadan sebanyak delapan rakaat, kemudian ditambah tiga rakaat salat witir, sehingga totalnya menjadi sebelas rakaat.
Namun, pada masa pemerintahan Umar bin Khattab, pelaksanaan salat tarawih dilakukan sebanyak 20 rakaat dan ditambah tiga rakaat witir, sehingga total menjadi 23 rakaat.
Perbedaan jumlah rakaat ini masih ditemukan hingga sekarang. Di berbagai masjid, ada yang melaksanakan 11 rakaat dan ada pula yang 23 rakaat. Meski demikian, perbedaan tersebut tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan. Yang terpenting adalah semangat untuk tetap melaksanakan salat tarawih dengan khusyuk dan ikhlas.
Niat Salat Tarawih
Dalam penjelasan tersebut juga disebutkan bacaan niat salat tarawih, baik untuk makmum maupun untuk yang melaksanakan sendiri.
Bagi yang salat berjamaah sebagai makmum, niatnya berbunyi:
“Usholli sunnatat tarawihi rok’ataini mustaqbilal qiblati makmuman lillahi ta’ala.”
Sedangkan bagi yang melaksanakan sendiri, niatnya:
“Usholli sunnatat tarawihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.”
Niat tersebut dibaca dalam hati saat takbiratul ihram, sebagai penegasan tujuan ibadah semata-mata karena Allah SWT.
Keutamaan Salat Tarawih
Salat tarawih di bulan Ramadan memiliki sejumlah keutamaan yang luar biasa. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang melaksanakan salat malam di bulan Ramadan dengan penuh keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.
Selain itu, beberapa keutamaan lainnya antara lain:
- Menambah ketaatan kepada Allah SWT.
- Mendapat ampunan atas dosa yang telah diperbuat.
- Pahala ibadahnya ditulis seperti salat satu malam penuh.
- Mempererat silaturahmi sesama kaum muslimin, terutama jika dilakukan berjamaah.
Melaksanakan salat tarawih secara berjamaah juga diyakini memberikan pahala yang lebih besar dibandingkan salat sendirian. Bahkan disebutkan pahala salat berjamaah bisa mencapai 27 derajat lebih tinggi dibandingkan salat sendiri.
Karena itu, meskipun salat tarawih boleh dilakukan sendiri, sangat dianjurkan untuk melaksanakannya secara berjamaah di masjid atau bersama keluarga di rumah.
Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan keberkahan. Salat tarawih di bulan Ramadan menjadi salah satu momentum terbaik untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, serta mempererat ukhuwah Islamiyah.
Dengan memahami hukum, jumlah rakaat, serta keutamaan salat tarawih, diharapkan umat Islam semakin semangat menjalankan ibadah ini sepanjang bulan suci.
Editor : Ichaa Melinda Putri