RADAR TRENGGALEK - 10 hal yang membatalkan puasa Ramadan penting diketahui setiap Muslim, terutama para Moms yang ingin memastikan ibadah puasanya sah dan diterima.
Puasa merupakan rukun Islam yang wajib ditunaikan selama bulan Ramadan.
Karena itu, memahami 10 hal yang membatalkan puasa Ramadan menjadi kunci agar tidak perlu mengganti puasa dengan qada atau bahkan membayar fidyah akibat kelalaian.
Dalam sebuah kajian yang membahas fikih puasa secara praktis, dijelaskan bahwa pembatal puasa bukan hanya makan dan minum.
Ada sejumlah faktor lain yang kerap dianggap sepele, tetapi berdampak pada sah atau tidaknya ibadah puasa seseorang.
Berikut penjelasan lengkapnya.
Haid dan Nifas
Haid dan nifas termasuk hal yang membatalkan puasa.
Jika seorang perempuan mengalami haid atau nifas saat siang hari, bahkan menjelang waktu berbuka, maka puasanya tetap batal.
Karena kondisi tersebut merupakan uzur syar’i yang menghalangi pelaksanaan puasa.
Puasa yang ditinggalkan wajib diganti di luar Ramadan setelah kembali suci.
Berjima di Siang Hari
Melakukan hubungan seksual dengan pasangan secara sengaja saat berpuasa juga membatalkan puasa.
Tidak hanya wajib mengganti puasa, pelaku juga dikenai kafarat berat.
Yakni berpuasa dua bulan berturut-turut.
Jika tidak mampu, maka wajib memberi makan 60 fakir miskin, masing-masing sekitar tiga perempat liter beras.
Aturan ini menunjukkan betapa seriusnya larangan berjima di siang hari Ramadan.
Keluar Air Mani dengan Sengaja
Keluarnya air mani akibat sentuhan kulit, rangsangan, atau perbuatan tertentu secara sengaja juga termasuk dalam 10 hal yang membatalkan puasa Ramadan.
Meski tidak sampai berhubungan badan, tetap dihukumi batal jika dilakukan dengan sengaja.
Namun, jika terjadi karena mimpi basah, maka puasa tetap sah karena terjadi di luar kendali.
Muntah yang Disengaja
Muntah dengan sengaja, seperti memasukkan benda ke dalam mulut hingga memicu mual, membatalkan puasa.
Sebaliknya, jika muntah terjadi tanpa disengaja, maka puasa tetap sah dan bisa dilanjutkan.
Perbedaan ini penting agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam praktik sehari-hari.
Memasukkan Obat Melalui Qubul dan Dubur
Pengobatan dengan memasukkan obat atau benda asing melalui qubul atau dubur juga dinilai membatalkan puasa.
Contohnya penggunaan obat ambeien atau kateter urine.
Karena terdapat benda yang masuk melalui dua jalan tersebut secara sengaja.
Hal ini termasuk dalam kategori memasukkan sesuatu ke dalam rongga tubuh.
Perbuatan Tercela
Menggunjing, mengadu domba, berbohong, berbicara kotor, riya, hingga membuat sumpah palsu termasuk perbuatan tercela.
Dalam kajian disebutkan bahwa perbuatan tersebut dapat membatalkan puasa atau setidaknya menghilangkan pahala puasa.
Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga.
Tetapi juga menjaga lisan dan perilaku dari hal-hal yang merusak nilai ibadah.
Merokok
Merokok juga termasuk dalam daftar 10 hal yang membatalkan puasa Ramadan.
Meski bukan makanan atau minuman, partikel asap rokok yang dihisap dapat masuk ke dalam tubuh hingga ke perut.
Karena itu, merokok saat berpuasa dihukumi batal.
Murtad
Jika seseorang melakukan perbuatan yang membuatnya keluar dari Islam atau murtad, maka puasanya otomatis batal.
Keimanan menjadi syarat utama sahnya ibadah.
Tanpa status sebagai Muslim, ibadah puasa tidak lagi sah secara syariat.
Makan dan Minum dengan Sengaja
Makan dan minum dengan sengaja adalah pembatal puasa yang paling umum diketahui.
Jika dilakukan secara sadar di siang hari Ramadan, maka puasanya batal.
Namun jika terjadi karena lupa atau tidak sengaja, maka puasa tetap sah dan dapat dilanjutkan.
Ini menjadi bentuk keringanan dalam ajaran Islam.
Berbuka dengan yang Haram
Berbuka puasa dengan makanan atau minuman yang haram juga berpotensi membuat puasa tidak sah atau setidaknya menghilangkan pahala.
Selain berdampak pada ibadah hari itu, konsumsi yang haram juga bisa memengaruhi kualitas ibadah selanjutnya.
Karena itu, penting memastikan makanan berbuka halal dan baik.
Memahami 10 hal yang membatalkan puasa Ramadan membantu umat Islam menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan penuh kehati-hatian.
Baca Juga: Jadwal Puasa Tasua dan Asyura 2025: Kenali Keutamaan dan Manfaatnya!
Puasa bukan sekadar kewajiban tahunan.
Tetapi momentum pembentukan karakter dan peningkatan ketakwaan.
Dengan ilmu yang benar, Ramadan dapat dijalani secara optimal tanpa kekhawatiran ibadah menjadi sia-sia.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina