Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Keutamaan Salat Witir: Amalan Malam yang Dicintai Allah dan Pahala Lebih Besar dari Unta Merah

Ichaa Melinda Putri • Kamis, 19 Februari 2026 | 14:57 WIB
Keutamaan Salat Witir: Amalan Malam yang Dicintai Allah dan Pahala Lebih Besar dari Unta Merah
Keutamaan Salat Witir: Amalan Malam yang Dicintai Allah dan Pahala Lebih Besar dari Unta Merah

TRENGGALEK NJENGGELEK-Salat Witir adalah salah satu salat Sunnah Muakkad yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam mewasiatkan agar tidak meninggalkan salat ini, baik sebelum tidur maupun setelah bangun malam untuk tahajud. Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiallahu Anhu menyebutkan tiga amalan yang selalu dilakukan Nabi, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan, salat dhuha, dan tidur setelah salat Witir.

Banyak orang mungkin mengenal salat Witir hanya saat bulan Ramadan setelah salat tarawih. Namun, salat ini bukan hanya untuk bulan Ramadan; ia termasuk ibadah yang sangat dianjurkan setiap malam antara salat Isya hingga Subuh. Salat Witir dilaksanakan dengan jumlah rakaat ganjil sebagai penutup ibadah malam, baik sebelum tidur maupun setelah tahajud.

Salat Witir Sebagai Penutup Salat Malam

Pelaksanaan salat Witir di akhir malam memiliki keutamaan besar karena dilakukan saat mayoritas orang sedang tidur. Malaikat menyaksikan ibadah ini, mendoakan pelakunya, dan mendatangkan berkah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Rasulullah menganjurkan bagi yang khawatir tidak bangun di akhir malam untuk mengerjakan Witir di awal malam, sedangkan bagi yang mampu bangun di sepertiga malam terakhir, Witir lebih afdhal dilaksanakan di waktu itu.

Salat Witir menjadi penyempurna dan penutup salat malam. Dalam hadis riwayat Al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah menegaskan agar akhir salat malam ditutup dengan Witir. Amalan ini tidak hanya menambah pahala, tetapi juga meningkatkan kedekatan spiritual dengan Allah. Pelaksanaan salat Witir bisa sebelum tidur bagi yang takut tidak bangun atau setelah tahajud bagi yang mampu bangun malam.

Keutamaan Salat Witir

Dicintai Allah
Allah menyukai orang yang mengerjakan salat Witir. Hadis dari Ali Bin Abi Thalib Radhiallahu Anhu menyebutkan bahwa Allah itu ganjil dan menyukai orang-orang yang melakukan salat Witir, terutama bagi para ahli Al-Quran.

Sebagai Kebiasaan Orang Soleh
Salat Witir termasuk amalan orang-orang soleh yang sedikit tidur di malam hari dan beristighfar di akhir malam, sebagaimana firman Allah dalam QS. Az-Zariyat ayat 17-18.

Lebih Baik dari Unta Merah
Hadits riwayat Abu Dawud menjelaskan bahwa keutamaan salat Witir lebih besar daripada nilai seekor unta merah, yang pada zaman Arab merupakan harta paling mewah. Ini menegaskan betapa tinggi nilai ibadah malam bagi seorang Muslim.

Menghapus Dosa-dosa
Melaksanakan salat Witir dengan khusyuk dan beristighfar di sepertiga malam terakhir menjadi sarana pengampunan dosa. Salat taubat, tahajud, dan Witir sebagai penutup dapat menjadi amalan yang menghapus kesalahan masa lalu dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Doa Dikabulkan
Salat malam yang disertai Witir di sepertiga malam terakhir adalah waktu terbaik untuk berdoa. Rasulullah bersabda, Allah turun ke langit dunia di sepertiga malam terakhir dan berfirman bahwa doa yang dipanjatkan akan diperkenankan, dan permintaan akan dikabulkan bagi yang bersungguh-sungguh.

Baca Juga: 5 Keutamaan Salat Witir yang Dianjurkan Rasulullah, Pahala Lebih Besar dari Unta Merah dan Dicintai Allah

Waktu Pelaksanaan dan Tata Cara

Waktu salat Witir yang dianjurkan adalah setelah salat Isya hingga sebelum subuh. Bagi yang merasa sulit bangun di tengah malam, dianjurkan menunaikan salat Witir sebelum tidur. Jumlah rakaat ganjil, biasanya satu, tiga, atau lima, menutup ibadah malam secara sempurna. Bacaan surah seperti Qul Huwa Allahu Ahad, Qul Yaa Ayyuhal Kafirun, dan Subhanal Malikil Quddus dianjurkan.

Pelaksanaan salat Witir dapat dilakukan dalam keadaan berdiri, duduk, atau berbaring sesuai kemampuan fisik. Hal ini menunjukkan bahwa Islam memberikan kemudahan bagi umatnya untuk tetap melaksanakan ibadah malam secara rutin, tanpa terbebani jumlah rakaat atau waktu tertentu.

Dengan memahami tata cara, waktu, dan keutamaan salat Witir, umat Islam dapat menjalankan ibadah malam secara konsisten dan mendapatkan pahala besar, pengampunan dosa, dan dikabulkannya doa oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Editor : Ichaa Melinda Putri
#Doa malam #keutamaan salat malam #sunnah muakkad #tahajud #Salat Witir