Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Jangan Sampai Sia-Sia! Ini 6 Hal yang Membatalkan Puasa Ramadan yang Wajib Diketahui Umat Islam

Davina Ar Raafika • Kamis, 19 Februari 2026 | 21:30 WIB
Ini 6 hal yang membatalkan puasa Ramadan yang wajib dipahami agar ibadah tidak sia-sia dan tetap sah di sisi Allah.
Ini 6 hal yang membatalkan puasa Ramadan yang wajib dipahami agar ibadah tidak sia-sia dan tetap sah di sisi Allah.

JAKARTA - Memahami hal yang membatalkan puasa menjadi kewajiban setiap Muslim agar ibadah Ramadan tidak berakhir sia-sia. Sebab, Rasulullah SAW pernah mengingatkan bahwa banyak orang berpuasa, namun yang didapat hanya lapar dan dahaga.

Karena itu, mengetahui secara detail hal yang membatalkan puasa sangat penting agar ibadah yang dijalankan selama 30 hari benar-benar sah dan bernilai pahala di sisi Allah SWT. Jangan sampai sudah menahan diri sejak terbit fajar hingga magrib, tetapi puasa justru batal tanpa disadari.

Berikut enam hal yang membatalkan puasa yang perlu dipahami agar ibadah Ramadan tetap terjaga.

Makan dan Minum dengan Sengaja

Hal pertama yang membatalkan puasa adalah makan dan minum secara sengaja. Jika seseorang dengan sadar mengonsumsi makanan atau minuman di siang hari Ramadan, maka puasanya batal.

Namun, jika makan atau minum karena lupa, maka puasanya tetap sah. Dalam kondisi benar-benar lupa bahwa sedang berpuasa, Allah SWT memaafkan perbuatan tersebut. Meski demikian, unsur lupa ini tidak boleh dibuat-buat atau dijadikan alasan.

Artinya, selama tidak ada unsur kesengajaan dan benar-benar tidak ingat sedang berpuasa, maka ibadahnya tetap dilanjutkan hingga waktu berbuka.

Muntah Secara Sengaja

Muntah juga termasuk dalam kategori hal yang membatalkan puasa jika dilakukan dengan sengaja. Misalnya, seseorang memasukkan jari atau benda tertentu ke tenggorokan untuk memicu muntah.

Sebaliknya, jika muntah terjadi secara spontan karena mual atau sakit tanpa unsur kesengajaan, maka puasanya tetap sah dan tidak perlu diqada. Ini menjadi pembeda penting yang harus dipahami agar tidak keliru dalam mengambil keputusan.

Memasukkan Sesuatu ke Dalam Rongga Tubuh

Segala sesuatu yang masuk ke dalam rongga tubuh hingga memberi kekuatan atau nutrisi juga dapat membatalkan puasa. Rongga tersebut meliputi mulut, hidung, telinga, dan dua rongga di bagian bawah tubuh.

Namun perlu dipahami, tidak semua aktivitas yang berkaitan dengan rongga membatalkan puasa. Membersihkan telinga, mengupil, atau tes usap (swab) pada hidung tidak membatalkan puasa karena tidak sampai ke batas yang memberi asupan ke dalam tubuh.

Batas utamanya adalah sesuatu yang masuk hingga dapat dicerna atau memberikan energi bagi tubuh. Jika hanya sebatas pembersihan luar dan tidak sampai ke saluran pencernaan, maka tidak termasuk pembatal puasa.

Haid dan Nifas bagi Wanita

Bagi Muslimah, haid dan nifas termasuk hal yang membatalkan puasa. Jika seorang wanita sedang berpuasa kemudian mengalami haid atau nifas, maka puasanya batal dan wajib menggantinya di hari lain.

Ketentuan ini merupakan hukum syariat yang telah ditetapkan dan berlaku khusus bagi perempuan. Karena itu, penting bagi kaum wanita untuk memahami kondisi tubuhnya selama Ramadan.

Hilang Akal atau Gila

Puasa juga batal apabila seseorang kehilangan akal atau mengalami gangguan mental hingga tidak sadar. Hilangnya akal membuat seseorang tidak lagi memenuhi syarat sah ibadah, termasuk puasa.

Dalam kondisi tersebut, kewajiban puasa gugur selama masa kehilangan kesadaran.

Murtad atau Keluar dari Islam

Hal terakhir yang membatalkan puasa adalah murtad atau keluar dari agama Islam. Jika seseorang melakukan perbuatan, perkataan, atau meyakini sesuatu yang mengarah pada kesyirikan atau keluar dari Islam, maka puasanya batal.

Untuk kembali, ia harus memperbarui syahadat dan memperbaiki keimanannya. Tindakan ini bukan hanya membatalkan puasa, tetapi juga menghapus amalan yang telah dilakukan.

Baca Juga: 10 Hotel Terbaik di Yogyakarta 2026, dari Bintang 1 hingga Mewah Dekat Malioboro, Nomor 1 Bikin Liburan Makin Berkelas!

Pentingnya Menjaga Kesempurnaan Ibadah

Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan kesempatan memperbaiki diri. Allah SWT memberikan waktu 30 hari dalam setahun untuk memaksimalkan ibadah dan meningkatkan ketakwaan.

Karena itu, memahami hal yang membatalkan puasa bukan sekadar pengetahuan, tetapi bentuk kehati-hatian agar ibadah tidak sia-sia. Puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari perbuatan yang merusak nilai ibadah.

Dengan mengetahui batasan-batasan ini, diharapkan umat Islam bisa menjalani Ramadan dengan lebih maksimal dan keluar sebagai pribadi yang lebih bertakwa.

Semoga ibadah puasa yang dijalankan diterima dan membawa keberkahan hingga akhir hayat.

 

Editor : Davina Ar Raafika
#puasa batal #hukum puasa islam #10 hal yang membatalkan puasa #Hal yang Membatalkan Puasa #nifas haid