Trenggalek Jenggelek - Keutamaan puasa Ramadhan pahala tanpa batas kembali menjadi sorotan menjelang datangnya bulan suci. Dalam sebuah kajian yang disiarkan melalui kanal keislaman, dijelaskan bahwa puasa Ramadhan memiliki kedudukan yang sangat istimewa dibandingkan ibadah lainnya. Bahkan, balasan pahala puasa disebut tidak memiliki hitungan pasti dan hanya Allah SWT yang mengetahuinya.
Pembahasan mengenai keutamaan puasa Ramadhan pahala tanpa batas merujuk pada hadits sahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah dari Nabi Muhammad SAW. Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa seluruh amal anak Adam dilipatgandakan sepuluh kali lipat, kecuali puasa. Puasa adalah amalan khusus yang balasannya langsung diberikan oleh Allah SWT.
Pesan ini disampaikan kepada pemirsa NU Online sebagai pengingat bahwa Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu oleh kaum mukmin karena besarnya karunia dan pahala yang Allah limpahkan di dalamnya.
Puasa, Amalan dengan Balasan Langsung dari Allah
Dalam kajian tersebut dijelaskan, secara umum amal kebaikan memiliki rumus pahala yang jelas. Satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat, bahkan bisa mencapai tujuh ratus kali lipat. Namun puasa dikecualikan dari rumus tersebut.
Allah SWT berfirman dalam hadits qudsi bahwa puasa adalah untuk-Nya dan Dia sendiri yang akan memberikan balasannya. Artinya, pahala puasa tidak bisa diukur dengan hitungan manusia. Inilah yang membuat keutamaan puasa Ramadhan pahala tanpa batas menjadi sangat luar biasa.
Mengapa Puasa Begitu Istimewa?
Pertanyaan besar yang kemudian dijawab dalam kajian ini adalah, mengapa puasa memiliki keistimewaan sedemikian rupa? Jawabannya terletak pada hakikat puasa itu sendiri.
Orang yang berpuasa meninggalkan syahwat, makan, minum, dan hal-hal yang sebenarnya halal, semata-mata karena Allah SWT. Semua itu dilakukan dengan penuh kesadaran, keikhlasan, dan pengendalian diri. Karena itulah puasa menempati kedudukan istimewa di sisi Allah.
Puasa dan Kesabaran Tanpa Batas
Kitab karya Ibnu Rajab al-Hanbali menjadi rujukan utama dalam kajian ini. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa puasa merupakan bagian dari kesabaran. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut puasa sebagai separuh dari kesabaran.
Sementara itu, dalam Al-Qur’an ditegaskan bahwa pahala orang-orang yang bersabar diberikan tanpa perhitungan. Artinya, balasan tersebut berada di luar kemampuan manusia untuk menghitung atau membayangkannya. Dari sinilah dipahami bahwa puasa, sebagai ibadah yang sarat dengan kesabaran, mendapatkan pahala yang benar-benar tak terbatas.
Ibnu Rajab menjelaskan bahwa puasa mencakup tiga bentuk kesabaran sekaligus. Pertama, sabar dalam ketaatan karena sejak niat hingga berbuka, orang yang berpuasa berada dalam kondisi ibadah. Kedua, sabar meninggalkan maksiat, bahkan meninggalkan hal-hal halal seperti makan, minum, dan hubungan suami istri di siang hari. Ketiga, sabar menahan rasa lapar, haus, lelah, dan beratnya kondisi fisik.
Keutamaan Puasa di Bulan Ramadhan
Puasa Ramadhan semakin istimewa karena dilaksanakan di waktu yang paling mulia. Dalam Islam, kemuliaan amal bisa ditentukan oleh tempat dan waktu. Puasa Ramadhan termasuk amalan yang dimuliakan karena waktunya.
Ramadhan disebut sebagai pemimpin seluruh bulan. Di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Karena itu, puasa yang dilakukan di bulan Ramadhan memiliki nilai yang jauh lebih besar dibanding puasa di bulan lainnya.
Persiapan Menyambut Ramadhan
Kajian ini juga menekankan pentingnya persiapan menyambut Ramadhan. Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk berdoa sejak bulan Rajab dan Sya’ban agar dipertemukan dengan Ramadhan. Selain itu, beliau juga membiasakan diri memperbanyak puasa di bulan Sya’ban sebagai latihan sebelum memasuki Ramadhan.
Dengan persiapan yang matang, diharapkan umat Islam dapat menjalani puasa Ramadhan dengan lebih baik dan maksimal, sehingga benar-benar meraih keutamaan puasa Ramadhan pahala tanpa batas yang telah dijanjikan oleh Allah SWT.
Editor : Auliya Nur'Aini Khafadzoh