TRENGGALEK NJENGGELEK - Pemerintah resmi menetapkan libur Idul Fitri 2026 pada 21 hingga 22 Maret 2026. Kepastian tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri Nomor 1497, 2, dan 5 Tahun 2025 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 yang ditandatangani pada 19 September 2025. Penetapan ini sekaligus memicu perhatian publik terhadap jadwal awal puasa Ramadan 2026 yang berpotensi berbeda antara Muhammadiyah dan pemerintah.
Dalam kalender nasional 2026 yang dirilis Kementerian Agama, Idul Fitri 1447 Hijriah ditetapkan pada 21–22 Maret 2026. Dengan mengacu pada perhitungan tersebut, awal puasa Ramadan 2026 versi pemerintah diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun, kepastian tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah tetap menunggu hasil sidang isbat yang akan digelar pada 29 Syakban.
Sementara itu, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal puasa Ramadan 2026. Organisasi Islam tersebut menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penetapan dilakukan melalui metode hisab hakiki yang digunakan Majelis Tarjih dan Tajdid dengan berpedoman pada kalender hijriah global tunggal.
Baca Juga: Wisata Dieng Lewat Jalur Wonosobo–Kejajar, Ini Potret Perjalanan Menuju Negeri di Atas Awan
SKB Tiga Menteri Tetapkan Libur Idul Fitri 2026
Penetapan libur Idul Fitri 2026 dalam SKB Tiga Menteri menjadi acuan resmi bagi instansi pemerintah maupun swasta. Tanggal 21 dan 22 Maret 2026 ditetapkan sebagai hari libur nasional dalam rangka Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Meski demikian, penetapan dalam kalender nasional masih bersifat prediktif untuk awal Ramadan. Pemerintah tetap menegaskan bahwa awal puasa Ramadan 2026 akan ditentukan melalui sidang isbat yang melibatkan berbagai pihak, termasuk perwakilan ormas Islam dan tim hisab rukyat Kementerian Agama.
Metode yang digunakan pemerintah adalah kombinasi hisab dan rukyatul hilal. Artinya, perhitungan astronomi digunakan sebagai dasar informasi awal, kemudian dikonfirmasi dengan pemantauan langsung hilal di berbagai wilayah Indonesia.
Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 18 Februari 2026
Berbeda dengan pemerintah, Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi bahwa awal puasa Ramadan 2026 jatuh pada 18 Februari 2026. Penetapan ini tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.
Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal yang mengacu pada kalender hijriah global tunggal. Dalam pendekatan ini, keberadaan hilal dihitung secara astronomis tanpa harus menunggu pengamatan langsung di wilayah Indonesia.
Dengan metode tersebut, Muhammadiyah dapat menetapkan tanggal awal Ramadan, Idul Fitri, hingga Idul Adha jauh hari sebelumnya. Sistem kalender global yang diterapkan memungkinkan adanya keseragaman waktu berdasarkan perhitungan posisi bulan secara internasional.
Pemerintah dan NU Masih Tunggu Sidang Isbat
Pemerintah melalui Kementerian Agama belum menetapkan secara resmi tanggal 1 Ramadan 1447 Hijriah. Sidang isbat akan digelar pada 29 Syakban 1447 Hijriah untuk menentukan awal puasa Ramadan 2026.
Nahdlatul Ulama (NU) juga belum mengumumkan tanggal awal puasa. PBNU menggunakan metode hisab imkanur rukyah, yakni kombinasi antara perhitungan astronomi dan rukyatul hilal. Pemantauan hilal akan dilakukan di berbagai titik strategis di Indonesia untuk memastikan kemungkinan terlihatnya bulan sabit.
Berdasarkan perhitungan kalender Kementerian Agama yang mengacu pada kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), awal Ramadan 2026 diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026. Namun, hasil ini tetap bergantung pada verifikasi rukyat di lapangan.
Potensi Perbedaan Idul Fitri 2026
Perbedaan penetapan awal Ramadan 2026 berpotensi berimbas pada perbedaan Idul Fitri 2026. Jika Muhammadiyah memulai puasa pada 18 Februari, maka secara hitungan 1 Syawal bisa lebih awal dibandingkan versi pemerintah yang kemungkinan memulai puasa pada 19 Februari.
Meski begitu, masyarakat diimbau tetap menunggu pengumuman resmi dari pemerintah menjelang akhir Syakban. Perbedaan metode antara hisab dan rukyat bukan hal baru dalam penentuan kalender hijriah di Indonesia.
Yang terpenting, umat Islam diharapkan menyikapi potensi perbedaan ini dengan bijak. Libur Idul Fitri 2026 sudah ditetapkan pemerintah pada 21–22 Maret 2026, namun kepastian tanggal ibadah tetap menunggu hasil sidang isbat.
Dengan demikian, masyarakat perlu mencermati pengumuman resmi dari Kementerian Agama maupun maklumat ormas Islam terkait awal puasa Ramadan 2026 dan Idul Fitri 2026 agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Editor : Edo Trianto