Trenggalek Njelenggek - Makam Sunan Giri kembali menjadi sorotan sebagai salah satu destinasi wisata religi Makam Sunan Giri yang tidak pernah sepi dari peziarah. Berlokasi di Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tempat ini setiap hari dipadati ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah untuk berziarah dan berdoa.
Wisata religi Makam Sunan Giri tidak hanya menjadi pusat spiritual, tetapi juga menyuguhkan pengalaman perjalanan yang cukup menantang. Area makam berada di atas bukit dengan jarak sekitar 200 meter dari bawah hingga lokasi utama. Medan menanjak ini membuat pengunjung harus sedikit menguras tenaga sebelum sampai di kompleks makam yang dikeramatkan tersebut.
Bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan besar seperti bus, akses tidak bisa langsung menuju area utama. Mereka harus memarkir kendaraan di lokasi yang telah disediakan dengan jarak sekitar 1 kilometer dari kompleks makam. Dari titik parkir, pengunjung biasanya melanjutkan perjalanan menggunakan jasa ojek lokal yang sudah tersedia di sekitar area tersebut.
Akses dan Lokasi Makam Sunan Giri
Makam Sunan Giri berada di kawasan yang cukup strategis namun memiliki kontur tanah berbukit. Kondisi ini menjadikan perjalanan ziarah terasa lebih sakral sekaligus menantang. Meski demikian, akses menuju lokasi terus ramai setiap harinya, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.
Setibanya di area bawah, pengunjung akan disambut suasana khas pedesaan dengan udara sejuk dan pemandangan yang masih asri. Sepanjang perjalanan menuju puncak, terlihat deretan penjual makanan dan oleh-oleh yang menambah hidup suasana kawasan religi ini.
Sejarah Singkat Sunan Giri
Sunan Giri merupakan salah satu tokoh penting dalam Wali Songo yang berperan besar dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa. Ia lahir pada tahun 1442 dan wafat pada tahun 1506 dalam usia sekitar 63 tahun. Sunan Giri dikenal sebagai sosok ulama dan pendidik yang memiliki pengaruh besar di masa awal perkembangan Islam di Nusantara.
Nama asli Sunan Giri adalah Muhammad Ainul Yaqin. Beliau diyakini berasal dari wilayah Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, dan merupakan putra dari Maulana Ishaq. Jejak sejarah dan perjuangannya menjadikan makamnya sebagai salah satu tujuan utama wisata religi di Jawa Timur.
Baca Juga: Rekomendasi Gadget Terbaru yang Paling Dicari 2026, Cocok untuk Kerja hingga Gaming
Tradisi Ziarah dan Aturan Pengunjung
Setiap hari, ribuan peziarah datang silih berganti untuk berdoa di area makam. Karena tingginya jumlah pengunjung, antrean sering terjadi terutama di pintu masuk utama yang relatif sempit. Pengunjung diharapkan bersabar dan mengikuti alur yang telah diatur petugas.
Salah satu aturan yang wajib dipatuhi adalah melepas alas kaki sebelum memasuki area makam. Sandal atau sepatu tetap harus dibawa dan ditenteng, lalu disimpan di tempat yang telah disediakan di dalam area kompleks makam. Aturan ini menjadi bagian dari tata tertib yang harus dihormati oleh setiap peziarah.
Fasilitas dan Aktivitas di Sekitar Makam
Di sekitar kawasan makam, tersedia berbagai fasilitas pendukung seperti area parkir, jasa ojek, hingga pedagang kuliner dan oleh-oleh. Aktivitas ekonomi masyarakat sekitar juga hidup dari ramainya pengunjung yang datang setiap hari.
Selain berziarah, banyak pengunjung juga menikmati suasana sekitar makam yang tenang dan religius. Tidak sedikit pula yang datang untuk sekadar berwisata religi sambil mengenal lebih dekat sejarah Wali Songo, khususnya Sunan Giri.
Dengan kombinasi nilai sejarah, spiritual, dan budaya, wisata religi Makam Sunan Giri terus menjadi salah satu destinasi penting di Gresik. Tempat ini tidak hanya menjadi ruang doa, tetapi juga saksi perjalanan panjang penyebaran Islam di tanah Jawa.
Editor : Maylanni Diana Fitri