Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Dibuang ke Laut Lalu Jadi Wali Berpengaruh, Kisah Sunan Giri “Paus dari Jawa” yang Bangun Giri Kedaton hingga Taklukkan Wibawa Majapahit

Maylanni Diana Fitri • Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB
Kisah Sunan Giri, bayi dibuang ke laut jadi Wali Songo berpengaruh, dijuluki Paus dari Jawa dan pendiri Giri Kedaton.(Pinterest)
Kisah Sunan Giri, bayi dibuang ke laut jadi Wali Songo berpengaruh, dijuluki Paus dari Jawa dan pendiri Giri Kedaton.(Pinterest)

Trenggalek Njenggelek – Kisah perjalanan hidup Sunan Giri kembali menjadi perhatian karena riwayatnya yang penuh keajaiban, tragedi, sekaligus pengaruh besar dalam sejarah penyebaran Islam di tanah Jawa. Sosok yang dikenal sebagai salah satu Wali Songo ini bahkan dijuluki bangsa Eropa sebagai “Paus dari Jawa” karena kekuatan spiritual dan pengaruh politiknya yang meluas hingga berbagai wilayah Nusantara.

Kisah Sunan Giri bermula dari cerita memilukan saat ia masih bayi. Lahir dengan nama Raden Paku atau Muhammad Ainul Yaqin, ia merupakan putra dari Maulana Ishaq dan Dewi Sekardadu, putri Raja Blambangan. Namun kehidupannya sejak awal telah diwarnai tragedi besar akibat wabah penyakit yang melanda wilayah tersebut.

Dalam kondisi genting, muncul fitnah yang menuduh bayi Raden Paku sebagai penyebab bencana. Akibatnya, ia diperintahkan untuk dibuang ke laut. Bayi tak berdaya itu kemudian dihanyutkan dalam sebuah peti, tanpa kepastian akan nasibnya.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Gadget Terbaru 2026, HP Canggih dengan AI Pintar dan Baterai Jumbo

Diselamatkan dan Diasuh Hingga Menjadi Ulama Besar

Takdir berkata lain. Bayi tersebut ditemukan oleh Nyai Ageng Pinatih, seorang saudagar kaya dari Gresik. Ia kemudian merawat dan membesarkan Raden Paku dengan penuh kasih sayang, serta memberikan pendidikan agama dan pengetahuan umum yang layak.

Saat beranjak dewasa, Raden Paku dikirim untuk menimba ilmu di Pesantren Ampel Denta yang diasuh oleh Sunan Ampel. Di tempat ini, ia mendalami ilmu agama, kepemimpinan, hingga strategi dakwah yang kelak menjadi bekal penting dalam perjalanan hidupnya.

Setelah menyelesaikan pendidikan, ia mendirikan pesantren di daerah Giri, Gresik. Dari sinilah kemudian lahir pusat pendidikan Islam yang dikenal sebagai Giri Kedaton, yang memiliki pengaruh besar dalam perkembangan Islam di Nusantara.

Giri Kedaton dan Pengaruh Besar Sunan Giri

Giri Kedaton berkembang menjadi pusat dakwah sekaligus pusat kekuatan sosial dan spiritual. Banyak kerajaan di Nusantara yang mengakui legitimasi spiritual Sunan Giri dalam proses pengangkatan raja.

Bahkan dalam catatan sejarah, Giri Kedaton disebut berperan sebagai tempat pengukuhan raja-raja di tanah Jawa, mulai dari Demak, Pajang, hingga Mataram. Hal ini membuat posisi Sunan Giri sangat dihormati dan disegani pada masanya.

Pengaruhnya tidak hanya terbatas di Jawa Timur, tetapi juga meluas hingga Kalimantan, Sulawesi, dan Ternate. Karena besarnya pengaruh tersebut, bangsa Eropa kala itu menyebutnya sebagai “Paus dari Jawa”.

Kisah Legenda dan Perlawanan Majapahit

Salah satu kisah yang terkenal adalah ketika pesantren Giri Kedaton dikisahkan diserang oleh pasukan Majapahit. Dalam cerita rakyat, Sunan Giri tetap tenang dan berdoa, hingga penanya berubah menjadi keris yang berputar dan menghalau musuh. Keris tersebut dikenal sebagai Keris Kalamunyeng.

Meski kisah ini bersifat legenda, cerita tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya dan spiritual masyarakat Jawa yang masih hidup hingga sekarang.

Jejak Giri Kedaton yang Tersisa

Kini, kejayaan Giri Kedaton hanya menyisakan puing-puing sejarah yang berada tidak jauh dari kompleks makam Sunan Giri di Gresik. Area tersebut berupa bukit berteras yang diyakini dahulu memiliki tujuh tingkatan bangunan.

Sisa-sisa struktur batu tersebut menjadi bukti kejayaan masa lalu pusat pendidikan dan kekuatan spiritual yang pernah sangat berpengaruh di Nusantara.

Runtuhnya Wibawa Giri Kedaton

Kejayaan Giri Kedaton mulai surut ketika masa pemerintahan Sultan Agung dari Mataram. Saat itu, Sunan Kawis Gua yang memimpin Giri Kedaton menolak untuk tunduk kepada Mataram, sehingga terjadi penyerbuan yang membuat kekuatan Giri Kedaton melemah.

Meski secara politik mengalami kekalahan, Giri Kedaton tetap memiliki peran spiritual hingga akhirnya pengaruhnya perlahan memudar dan hanya menyisakan sejarah panjang yang kini menjadi objek ziarah dan penelitian.

Warisan Sejarah Sunan Giri

Kisah Sunan Giri menjadi bukti bahwa perjalanan hidup seseorang dapat berubah secara luar biasa. Dari seorang bayi yang dibuang ke laut, ia tumbuh menjadi ulama besar yang disegani, pendiri pusat pendidikan Islam, sekaligus tokoh berpengaruh dalam sejarah Nusantara.

Warisan Sunan Giri tidak hanya berupa bangunan atau peninggalan fisik, tetapi juga nilai spiritual, sejarah, dan pendidikan yang terus dikenang hingga saat ini.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Giri Kedaton #Paus dari Jawa #sejarah Islam Jawa #sunan giri #wali songo