Trenggalek Njenggelek – Perjalanan ziarah ke makam Maulana Malik Ibrahim di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menjadi pengalaman religi yang penuh ketenangan dan sarat sejarah Islam di tanah Jawa. Sosok Maulana Malik Ibrahim sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh penting Wali Songo yang berjasa dalam penyebaran agama Islam di Nusantara.
Melalui sebuah perjalanan yang dibagikan kanal YouTube Galeri Silma, suasana menuju makam Maulana Malik Ibrahim terlihat ramai namun tetap tertib. Perjalanan dimulai setelah rombongan melanjutkan ziarah dari makam Siti Fatimah binti Maimun menuju kawasan makam Sunan Maulana Malik Ibrahim di Gresik.
Setibanya di terminal, para peziarah melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum atau angkot dengan biaya sekitar Rp13 ribu untuk perjalanan pulang pergi. Setelah turun dari angkot, perjalanan menuju makam Maulana Malik Ibrahim dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri gang-gang kecil di area pemukiman warga.
Sepanjang jalan menuju kompleks makam, suasana khas kawasan religi begitu terasa. Di kanan dan kiri jalan terdapat banyak pedagang yang menjajakan oleh-oleh khas Gresik, mulai dari makanan ringan, buah tangan, hingga aneka camilan tradisional yang banyak diminati peziarah.
Lokasi Makam Maulana Malik Ibrahim
Kompleks makam Maulana Malik Ibrahim berada di Jalan Malik Ibrahim, Desa Gapuro Sukolilo, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Lokasi ini menjadi salah satu destinasi wisata religi terkenal di Jawa Timur yang rutin dikunjungi peziarah dari berbagai daerah.
Sesampainya di area makam, pengunjung langsung disambut suasana teduh dan tenang. Banyak peziarah memilih beristirahat sejenak sambil menikmati suasana damai di sekitar kompleks pemakaman.
Makam utama Sunan Maulana Malik Ibrahim berada di area inti kompleks pemakaman. Para peziarah biasanya datang untuk berdoa, membaca tahlil, dan mengenang jasa besar Maulana Malik Ibrahim dalam menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa.
Sosok Penting Penyebar Islam di Jawa
Maulana Malik Ibrahim dikenal sebagai salah satu anggota Wali Songo yang memiliki peran besar dalam dakwah Islam di Nusantara. Ia disebut sebagai tokoh awal penyebaran Islam di wilayah Jawa, khususnya di kawasan Gresik dan sekitarnya.
Metode dakwah Maulana Malik Ibrahim dikenal santun dan dekat dengan masyarakat. Selain menyebarkan ajaran agama, beliau juga mengajarkan kehidupan sosial, perdagangan, hingga pertanian kepada masyarakat setempat.
Karena pengaruhnya yang besar, makam Maulana Malik Ibrahim hingga kini menjadi salah satu pusat wisata religi penting di Jawa Timur. Banyak masyarakat datang tidak hanya untuk berziarah, tetapi juga mempelajari sejarah perkembangan Islam di Indonesia.
Ada Makam Bupati Pertama Gresik
Menariknya, di sekitar kompleks makam Maulana Malik Ibrahim juga terdapat makam Pusponegoro yang dikenal sebagai bupati pertama di Gresik. Keberadaan makam tersebut menjadi bagian dari sejarah panjang perkembangan pemerintahan dan Islam di kawasan pesisir utara Jawa Timur.
Suasana di sekitar area makam terlihat tertib meski dipenuhi peziarah. Banyak jemaah terlihat hilir mudik untuk berdoa, beristirahat, maupun menikmati suasana religius yang ada di lokasi tersebut.
Setelah selesai melaksanakan doa dan tahlilan, rombongan juga melanjutkan ibadah salat zuhur berjamaah di area sekitar makam. Nuansa tenang dan adem di kawasan tersebut disebut semakin menambah kekhusyukan perjalanan ziarah.
Wisata Kuliner di Sekitar Makam
Tidak hanya menjadi pusat wisata religi, kawasan makam Maulana Malik Ibrahim juga dikenal memiliki banyak pilihan kuliner khas Gresik. Di sekitar area makam, pengunjung dapat menemukan berbagai makanan dan minuman tradisional yang dijual pedagang lokal.
Mulai dari jajanan khas, minuman segar, hingga aneka camilan menjadi pilihan favorit peziarah setelah selesai berdoa. Aktivitas kuliner ini sekaligus menjadi bagian dari pengalaman wisata religi yang lengkap di kawasan makam Wali Songo tersebut.
Setelah seluruh rangkaian ziarah selesai, perjalanan dilanjutkan kembali menuju terminal untuk melanjutkan perjalanan ke makam Sunan berikutnya. Perjalanan religi di Gresik ini pun menjadi pengalaman spiritual yang tidak hanya menghadirkan ketenangan, tetapi juga memperkenalkan sejarah Islam yang kuat di tanah Jawa.
Editor : Maylanni Diana Fitri