Trenggalek Njenggelek – Kabupaten Gresik, Jawa Timur, selama ini dikenal sebagai kota industri dan penghasil semen terbesar di Indonesia. Namun di balik perkembangan industrinya, Gresik ternyata menyimpan banyak destinasi wisata religi yang sarat sejarah penyebaran agama Islam di Nusantara.
Berbagai makam wali dan tokoh penyebar Islam di Gresik kini menjadi tujuan favorit para peziarah dari berbagai daerah. Selain menjadi tempat ibadah dan doa, lokasi-lokasi tersebut juga menyimpan nilai sejarah penting tentang perkembangan Islam di Pulau Jawa.
Wisata religi Gresik bahkan dikenal sebagai salah satu yang terbesar di Jawa Timur karena memiliki banyak situs makam ulama terkenal, mulai dari Maulana Malik Ibrahim hingga Sunan Giri.
Makam Maulana Malik Ibrahim
Salah satu destinasi wisata religi paling terkenal di Gresik adalah makam Syekh Maulana Malik Ibrahim. Lokasinya berada di Jalan Malik Ibrahim, Gapuro Sukolilo, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik.
Maulana Malik Ibrahim dikenal sebagai salah satu tokoh penting penyebar agama Islam di Jawa. Dalam sejarahnya, beliau disebut datang dari wilayah Persia untuk menyebarkan ajaran Islam secara damai kepada masyarakat Jawa.
Beliau wafat pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 1419 Masehi. Hingga kini, makam Maulana Malik Ibrahim masih ramai dikunjungi peziarah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain berziarah, banyak pengunjung juga datang untuk mempelajari sejarah perkembangan Islam yang dimulai dari kawasan pesisir utara Jawa Timur tersebut.
Makam Sunan Giri
Wisata religi berikutnya adalah makam Sunan Giri yang berada di Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Sunan Giri dikenal memiliki nama asli Joko Samudro atau Raden Paku.
Ketika dewasa, beliau mendapat julukan Ainul Yaqin dari Sunan Ampel yang menjadi guru sekaligus tokoh penting Wali Songo.
Sunan Giri dikenal memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Nusantara. Dakwahnya bahkan disebut berkembang hingga Madura, Lombok, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku.
Kompleks makam Sunan Giri berada di kawasan perbukitan sehingga pengunjung harus menaiki tangga menuju area makam utama. Meski demikian, suasana religius dan sejarah yang kuat membuat lokasi ini selalu dipadati peziarah.
Makam Syekh Maulana Ishaq dan Sunan Prapen
Selain dua makam terkenal tersebut, Gresik juga memiliki makam Syekh Maulana Ishaq yang berada di Jalan Sunan Giri, Desa Ngipik, Kecamatan Gresik.
Syekh Maulana Ishaq dikenal sebagai salah satu ulama penting penyebar agama Islam di Jawa Timur sekaligus ayah dari Sunan Giri.
Menurut cerita masyarakat setempat, kawasan Kajen yang berada di sekitar makam dipercaya berasal dari perjalanan dakwah Syekh Maulana Ishaq saat pertama kali singgah di daerah tersebut.
Sementara itu, makam Sunan Prapen berada di Jalan Sunan Prapen, Desa Kebomas, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik.
Sunan Prapen memiliki nama asli Syekh Maulana Fatikal dan dikenal sebagai putra Sunan Dalem atau Syekh Maulana Zainal Abidin. Dalam sejarahnya, Sunan Prapen dikenal sebagai seorang pujangga sekaligus pembuat keris terkenal.
Beliau juga disebut memiliki karya sastra yang digunakan sebagai dasar penyusunan tembang Jawa.
Makam Habib Abu Bakar dan Siti Fatimah binti Maimun
Wisata religi Gresik juga tidak lepas dari makam Habib Abu Bakar yang berada di Jalan KH Wahid Hasyim, Desa Kebungson, Kecamatan Gresik.
Habib Abu Bakar mendapat julukan wali qutub atau pemimpin para wali pada masanya. Meski sangat dikenal di Gresik, beliau sebenarnya lahir di Besuki, Situbondo, Jawa Timur.
Selain itu, terdapat makam Siti Fatimah binti Maimun yang berada di Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik.
Makam ini menjadi salah satu situs Islam tertua di Nusantara. Siti Fatimah binti Maimun disebut wafat pada tahun 1082 Masehi dan batu nisannya menggunakan tulisan Arab bergaya kufi.
Keberadaan makam tersebut menjadi bukti kuat bahwa perkembangan Islam di Indonesia telah berlangsung sejak ratusan tahun silam.
Jadi Destinasi Wisata Religi Favorit
Hingga kini, wisata religi di Gresik terus berkembang dan menjadi daya tarik utama pariwisata Jawa Timur. Selain menghadirkan suasana religius, kawasan makam para wali juga menyimpan sejarah panjang penyebaran Islam yang masih terjaga hingga sekarang.
Tidak heran jika Gresik dikenal sebagai salah satu pusat wisata religi terbesar di Indonesia yang selalu ramai dikunjungi peziarah sepanjang tahun.
Editor : Maylanni Diana Fitri