Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Menelusuri Giri Kedaton dan Makam Sunan Giri di Gresik, Wisata Religi di Atas Bukit yang Sarat Sejarah Islam

Maylanni Diana Fitri • Senin, 18 Mei 2026 | 22:15 WIB
Wisata religi Giri Kedaton dan makam Sunan Giri di Gresik menyimpan sejarah kerajaan Islam dan dakwah Nusantara. (Pinterest)
Wisata religi Giri Kedaton dan makam Sunan Giri di Gresik menyimpan sejarah kerajaan Islam dan dakwah Nusantara. (Pinterest)

Trenggalek Njenggelek – Kabupaten Gresik, Jawa Timur, tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga memiliki jejak sejarah Islam yang sangat kuat. Salah satu destinasi wisata religi yang kini ramai dikunjungi wisatawan dan peziarah adalah kawasan Giri Kedaton dan makam Sunan Giri yang berada di wilayah perbukitan Kebomas, Gresik.

Kawasan ini menjadi saksi perjalanan dakwah Islam di Nusantara sekaligus pusat pemerintahan penting pada masa lalu. Dari atas bukit dengan ketinggian sekitar 200 meter di atas permukaan laut tersebut, pengunjung dapat menikmati suasana tenang sekaligus belajar sejarah penyebaran Islam di Jawa.

Perjalanan menuju Giri Kedaton dari pusat Kota Gresik tergolong mudah. Lokasinya hanya berjarak sekitar 3,5 kilometer dari alun-alun Gresik dan dapat ditempuh sekitar 10 menit menggunakan ojek online.

Sesampainya di lokasi, pengunjung harus menaiki sejumlah anak tangga untuk mencapai area utama situs sejarah tersebut. Meski cukup menguras tenaga, suasana adem dan sejuk di kawasan perbukitan membuat perjalanan terasa nyaman.

Baca Juga: Sompil Khas Trenggalek Viral Lagi! Lontong Kerucut Unik Daun Pisang Cuma Rp5 Ribu, Resep Mak Kotreng Jadi Buruan Kuliner Tradisional

Sejarah Giri Kedaton

Giri Kedaton merupakan kerajaan bercorak Islam yang didirikan sekitar tahun 1487 Masehi oleh Raden Paku atau Sunan Giri. Tokoh Wali Songo tersebut dikenal memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Nusantara.

Banyak orang mengira kawasan ini hanya berupa masjid atau pesantren biasa. Padahal, pada masa kejayaannya, Giri Kedaton merupakan pusat pemerintahan, pendidikan agama, sekaligus pusat dakwah Islam yang sangat berpengaruh di Jawa.

Dalam sejarahnya, pengaruh Sunan Giri disebut sangat besar hingga kerajaan-kerajaan lain di Jawa menghormati kedudukannya. Bahkan, menurut cerita masyarakat, raja-raja Kesultanan Demak belum dianggap sah memimpin jika belum mendapatkan restu dari penguasa Giri Kedaton.

Dari kawasan ini pula ajaran Islam berkembang ke berbagai wilayah Nusantara melalui pendidikan dan dakwah yang dilakukan para santri dan ulama.

 

Runtuh karena Konflik dengan Mataram

Meski pernah berjaya, kekuatan politik Giri Kedaton perlahan mengalami kemunduran akibat konflik dengan Kesultanan Mataram pada masa lalu.

Konflik tersebut terjadi karena Giri Kedaton menolak tunduk terhadap kekuasaan Mataram. Penolakan itu kemudian berujung pada penyerbuan pasukan Mataram yang melemahkan kekuatan politik kerajaan Islam tersebut.

Meski kekuasaan politiknya runtuh, peninggalan sejarah dan nilai dakwah Sunan Giri masih terus dikenang hingga sekarang. Banyak masyarakat datang untuk belajar sejarah sekaligus berziarah ke kawasan makam Sunan Giri yang berada tidak jauh dari situs Giri Kedaton.

Makam Sunan Giri Ramai Diziarahi

Dari situs Giri Kedaton, perjalanan menuju makam Sunan Giri hanya sekitar 200 meter dan dapat ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 10 menit.

Di area bawah bukit, pengunjung akan menemukan kawasan parkir sekaligus pusat keramaian yang dipenuhi pedagang dan transportasi tradisional seperti delman. Banyak wisatawan memanfaatkan delman untuk berkeliling kawasan wisata religi tersebut.

Untuk mencapai makam utama, pengunjung kembali harus menaiki tangga menuju area puncak bukit. Meski cukup melelahkan, udara segar dan suasana sejuk menjadi daya tarik tersendiri bagi para peziarah.

Terlihat banyak peziarah datang dari berbagai daerah untuk berdoa dan mengenang perjuangan Sunan Giri dalam menyebarkan agama Islam di Jawa.

 

Pasar Tradisional dan Suasana Religi

Di sekitar area makam terdapat pasar tradisional yang menjual aneka makanan khas lokal, aksesoris islami, hingga minyak wangi. Banyak pengunjung membeli oleh-oleh sebagai kenang-kenangan setelah selesai berziarah.

Kawasan makam Sunan Giri diketahui buka selama 24 jam. Namun, pengunjung disarankan datang pada pagi atau malam hari agar suasana lebih tenang dan tidak terlalu ramai.

Selain menjadi tempat wisata religi, kawasan ini juga menawarkan pengalaman spiritual yang menenangkan. Suasana tenang di atas bukit membuat banyak pengunjung merasa nyaman untuk berdoa dan merenungkan perjuangan para wali dalam membangun peradaban Islam dengan pendekatan penuh kasih sayang.

Editor : Maylanni Diana Fitri
#Giri Kedaton #Kerajaan Islam Gresik #sunan giri #wisata religi Gresik #makam sunan giri