Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Kisah Imam Lapeo Bayar Utang Masjid Jadi Sorotan: Cerita Karomah yang Bikin Merinding dan Penuh Hikmah

Axsha Zazhika • Selasa, 26 Mei 2026 | 16:20 WIB
Kisah Imam Lapeo Bayar Utang Masjid Jadi Sorotan: Cerita Karomah yang Bikin Merinding dan Penuh Hikmah (Google.com)
Kisah Imam Lapeo Bayar Utang Masjid Jadi Sorotan: Cerita Karomah yang Bikin Merinding dan Penuh Hikmah (Google.com)

 

POLEWALI MANDAR - Kisah Imam Lapeo bayar utang masjid kembali menjadi perhatian publik setelah cerita karomah ulama asal Sulawesi Barat ini viral di media sosial. Dalam kisah tersebut, KH Muhammad Thahir disebut mampu melunasi utang pembangunan masjid melalui doa dan keyakinan penuh kepada Tuhan.

Kisah Imam Lapeo bayar utang masjid ini menjadi salah satu cerita paling populer di antara berbagai karomah yang melekat pada sosok ulama yang wafat pada 17 Juni 1952 tersebut. Cerita ini tidak hanya mengundang rasa takjub, tetapi juga memuat pesan kuat tentang keimanan dan tawakal.

Imam Lapeo, yang lahir sekitar tahun 1838–1839 di Pambusuang, dikenal sebagai tokoh penyebar Islam di Tanah Mandar. Ia mendirikan Masjid Nuruttaubah dan menjadi imam pertama di wilayah Lapeo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat.

Baca Juga: Potensi PAD Bocor Akibat Reklame Liar

Kronologi Kisah Imam Lapeo Bayar Utang Masjid yang Menghebohkan

Kisah Imam Lapeo bayar utang masjid bermula saat pembangunan masjid yang diprakarsainya mengalami kendala keuangan. Dalam cerita yang beredar, pembangunan tersebut sempat menyisakan banyak utang, mulai dari bahan genteng, semen, hingga kayu.

Pada suatu waktu, sejumlah penagih utang datang ke masjid saat Imam Lapeo tengah bersiap menunaikan salat Zuhur. Mereka menuntut agar utang segera dilunasi. Situasi ini terjadi ketika masyarakat sekitar sedang beraktivitas, sehingga masjid dalam kondisi sepi.

Alih-alih panik, Imam Lapeo memilih masuk ke dalam masjid dan melaksanakan salat. Dalam doanya, ia disebut memohon langsung kepada Allah agar utang tersebut dilunasi.

Baca Juga: Longsor Susulan Mengancam KM 16, Kondisi Tebing Belum Stabil Terapkan Sistem Buka Tutup

“Ya Allah, ini rumah-Mu. Engkau yang memiliki, bukan aku. Maka Engkau pula yang membayar utang ini,” demikian inti doa yang dikisahkan dalam cerita tersebut.

Tak lama setelah itu, datang rombongan dermawan yang menawarkan bantuan untuk melunasi seluruh utang pembangunan masjid. Mereka bahkan disebut langsung membayar para penagih yang sebelumnya datang.

Latar Belakang Keimanan dan Perjuangan Imam Lapeo

Kisah Imam Lapeo bayar utang masjid tidak bisa dilepaskan dari latar belakang kehidupan KH Muhammad Thahir sebagai ulama sufi yang dikenal memiliki keteguhan iman.

Baca Juga: Terminal Surondakan Jalani Perbaikan Fasilitas

Sepanjang hidupnya, Imam Lapeo dikenal telah membangun puluhan masjid, bahkan dalam beberapa catatan disebut mencapai sekitar 40 masjid. Ia berdakwah hingga ke berbagai wilayah pesisir dan pegunungan di Sulawesi Barat.

Kepercayaan masyarakat terhadapnya tidak lepas dari perjalanan panjangnya menuntut ilmu, termasuk ke luar negeri seperti Istanbul dan Mekkah. Hal ini membuatnya dijuluki “kakek dari Istanbul”.

“Dasar dari semua itu adalah keyakinan dan cinta kepada Allah,” menjadi pesan yang sering dikaitkan dengan kisah-kisahnya.

Baca Juga: ChatGPT 5.5 Diklaim Jago Finansial dan Excel, Uji Coba Bikin Model Keuangan Startup Ini Hasilnya Bikin Kaget

Dalam berbagai literatur, disebutkan bahwa Imam Lapeo mengajarkan pentingnya tawakal, kejujuran, serta kedekatan spiritual dengan Tuhan sebagai kunci menghadapi berbagai persoalan hidup.

Dampak Kisah Karomah terhadap Masyarakat Hingga Kini

Kisah Imam Lapeo bayar utang masjid hingga kini masih menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya di wilayah Mandar. Cerita ini sering dijadikan contoh tentang pentingnya keimanan dalam menghadapi kesulitan.

Masjid Nuruttaubah yang didirikannya masih berdiri dan menjadi pusat aktivitas keagamaan serta wisata religi. Setiap tahun, ribuan peziarah datang untuk berdoa di kompleks makam Imam Lapeo yang berada di sekitar masjid tersebut.

Baca Juga: Review TECNO POVA 7 Ultra 5G: HP 4 Jutaan Super Kencang dengan Kamera 4K dan Baterai 6000 mAh, Benarkah Jadi All Rounder Terbaik?

Fenomena ini menunjukkan bahwa pengaruh spiritual Imam Lapeo masih terasa kuat meski telah wafat lebih dari 70 tahun lalu. Bahkan, cerita-cerita karomahnya terus diwariskan secara turun-temurun.

“Kalau sudah yakin kepada Allah, semua urusan pasti ada jalan,” menjadi salah satu pesan yang sering dikutip dari kisah tersebut.

Selain itu, kisah ini juga memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial. Kedatangan para dermawan dalam cerita tersebut dianggap sebagai bentuk nyata bahwa pertolongan bisa datang dari arah yang tidak disangka.

Baca Juga: Vivo V50 Lite Resmi Dirilis, Baterai 6500 mAh di Bodi Super Tipis Jadi Sorotan, Harga Mulai Rp3 Jutaan

Kisah Imam Lapeo bayar utang masjid bukan sekadar cerita karomah, tetapi juga refleksi nilai keimanan, tawakal, dan keikhlasan. Dengan latar sejarah yang kuat dan pengaruh yang masih terasa hingga kini, sosok KH Muhammad Thahir tetap menjadi teladan bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan hidup dengan keyakinan dan keteguhan hati.

Editor : Axsha Zazhika
#karomah Imam Lapeo #Masjid Nuruttaubah Lapeo #kisah Imam Lapeo bayar utang masjid #ulama Mandar Sulawesi Barat #cerita islami inspiratif