POLEWALI MANDAR - Masjid Nur Taubah Imam Lapeo di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dikenal sebagai destinasi wisata religi yang tak pernah sepi pengunjung. Masjid Nur Taubah Imam Lapeo tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menyimpan kisah karomah dan peristiwa unik yang dipercaya masyarakat sejak masa KH Muhammad Tahir.
Masjid Nur Taubah Imam Lapeo terletak di Desa Lapeo, Kecamatan Campalagian, di jalur Trans Sulawesi Barat. Lokasi strategis ini membuat masjid selalu ramai, baik oleh jamaah yang hendak salat, peziarah makam Imam Lapeo, maupun pelintas yang singgah.
Keberadaan Masjid Nur Taubah Imam Lapeo juga tidak terlepas dari sosok KH Muhammad Tahir, ulama besar yang menyebarkan Islam di tanah Mandar sejak abad ke-19.
Baca Juga: Potensi PAD Bocor Akibat Reklame Liar
Sosok Imam Lapeo dan Perjalanan Dakwahnya
Masjid Nur Taubah Imam Lapeo merupakan peninggalan KH Muhammad Tahir atau yang dikenal sebagai Imam Lapeo. Ia lahir di Pambusuang pada tahun 1839 dan wafat pada 1952, serta dikenal sebagai tokoh penting dalam penyebaran Islam di Sulawesi Barat.
Dalam perjalanan hidupnya, Imam Lapeo menimba ilmu ke berbagai daerah, mulai dari Parepare, Madura, Jawa, Sumatera, hingga ke Istanbul dan Mekkah. “Karena perjalanan ilmunya luas, ia dijuluki ‘kakek dari Istanbul’ oleh masyarakat,” demikian cerita yang berkembang.
Masjid ini kemudian menjadi pusat dakwah yang dibangun setelah ia kembali ke Mandar. Hingga kini, pengelolaan masjid dilakukan oleh keturunan langsung Imam Lapeo.
Selain sebagai tempat ibadah, kawasan masjid juga menjadi lokasi makam Imam Lapeo yang rutin diziarahi, terutama pada momen keagamaan tertentu.
Baca Juga: Longsor Susulan Mengancam KM 16, Kondisi Tebing Belum Stabil Terapkan Sistem Buka Tutup
Masjid ini juga menjadi salah satu bukti konkret bagaimana Islam berkembang pesat di wilayah pesisir Sulawesi Barat melalui pendekatan dakwah yang kuat.
Keunikan Bangunan dan Peninggalan Bersejarah
Meski telah mengalami beberapa kali renovasi, Masjid Nur Taubah Imam Lapeo masih mempertahankan sejumlah bagian asli peninggalan sang ulama.
Beberapa di antaranya adalah mihrab, menara, dan pintu gerbang yang tetap dijaga keasliannya. Menara masjid bahkan disebut terinspirasi dari arsitektur masjid di Istanbul.
Baca Juga: Vivo V50 Lite 5G Dibanderol Rp4,5 Juta, Baterai 6500 mAh dan Layar Borderless Jadi Senjata Utama
“Mihrab masih mempertahankan bentuk awal sejak pertama dibangun,” menjadi salah satu bukti nilai historis yang dijaga.
Pada awal pembangunannya, masjid ini menggunakan bahan sederhana, bahkan campuran putih telur sebagai pengganti semen, karena material modern belum tersedia saat itu.
Kini, masjid ini juga dilengkapi dengan bedug besar dari Cirebon serta Al-Qur’an berukuran 2 x 1 meter yang dibuat pada tahun 2018 oleh Universitas Sains Al-Qur’an di Wonosobo.
Baca Juga: Vivo V50 Resmi Hadir, Bawa Baterai 6000 mAh dan Desain Baru, Tapi Benarkah Lebih Baik dari Vivo V40?
Nama “Nur Taubah” sendiri berarti cahaya taubat, yang mencerminkan misi dakwah Imam Lapeo dalam mengajak masyarakat meninggalkan kebiasaan buruk seperti judi, sabung ayam, dan minuman keras.
Kisah Karomah dan Peristiwa Aneh yang Dipercaya Warga
Masjid Nur Taubah Imam Lapeo juga dikenal karena berbagai kisah karomah yang diyakini masyarakat setempat. Salah satu cerita yang cukup terkenal adalah menara masjid yang pernah miring sekitar 15 tahun lalu.
Warga bahkan sempat berencana merobohkannya, namun secara tiba-tiba terjadi gempa yang membuat menara kembali tegak. “Setelah gempa, menara itu justru kembali lurus,” ungkap salah satu cerita yang beredar.
Peristiwa lain yang tak kalah menghebohkan adalah kedatangan truk semen yang disebut sudah dibayar oleh seseorang misterius. Sopir truk kemudian menunjuk foto Imam Lapeo sebagai sosok yang memesan, meski beliau telah wafat puluhan tahun sebelumnya.
Selain itu, ada pula kisah uang sumbangan dari hasil judi yang tiba-tiba kembali ke pemiliknya. Kejadian ini diyakini sebagai bentuk penolakan terhadap harta yang tidak halal.
“Uang itu kembali ke lemari penyumbang karena berasal dari hasil judi,” menjadi salah satu cerita yang dipercaya masyarakat.
Baca Juga: Vivo V50 Resmi Hadir, Bawa Baterai 6000 mAh dan Desain Baru, Tapi Benarkah Lebih Baik dari Vivo V40?
Berbagai kisah ini semakin menguatkan keyakinan bahwa Imam Lapeo adalah ulama yang memiliki karomah semasa hidupnya.
Sebagai penutup, Masjid Nur Taubah Imam Lapeo tidak hanya menjadi pusat ibadah dan ziarah di Sulawesi Barat, tetapi juga menyimpan sejarah panjang, nilai dakwah, serta kisah-kisah spiritual yang terus hidup di tengah masyarakat. Keberadaannya menjadi simbol kuat perpaduan antara sejarah, agama, dan kepercayaan lokal.
Editor : Axsha Zazhika