Berita Daerah Cemal Cemil Ekonomi Hukum & Kriminal Jagat Hiburan Jejak Peradaban Kesehatan Lifestyle Mancanegara Nasional Opini Otonomi Ototekno Pemerintah Pendidikan Psikologi Religi Rona Rona Seni Budaya Sportaintment Teknologi Wisata

Masjid Nur Taubah Imam Lapeo di Polewali Mandar, Jejak Dakwah Ulama Abad ke-19 yang Penuh Kisah Perjuangan dan Karamah

Axsha Zazhika • Selasa, 26 Mei 2026 | 16:36 WIB
Masjid Nur Taubah Imam Lapeo di Polewali Mandar, Jejak Dakwah Ulama Abad ke-19 yang Penuh Kisah Perjuangan dan Karamah (Google.com)
Masjid Nur Taubah Imam Lapeo di Polewali Mandar, Jejak Dakwah Ulama Abad ke-19 yang Penuh Kisah Perjuangan dan Karamah (Google.com)

 

POLEWALI MANDAR - Masjid Nur Taubah Imam Lapeo di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, menjadi salah satu masjid tertua sekaligus pusat wisata religi yang menyimpan jejak dakwah ulama besar abad ke-19, KH Muhammad Tahir. Masjid Nur Taubah Imam Lapeo tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga bukti sejarah penyebaran Islam di tanah Mandar.

Masjid Nur Taubah Imam Lapeo terletak di Kecamatan Campalagian, sekitar 20 kilometer dari pusat Kabupaten Polewali Mandar dan sekitar 275 kilometer dari Kota Makassar. Lokasinya yang strategis membuat masjid ini mudah diakses oleh para peziarah dari berbagai daerah.

Masjid Nur Taubah Imam Lapeo hingga kini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata religi paling ramai di Sulawesi Barat, terutama karena keterkaitannya dengan sosok Imam Lapeo yang dihormati masyarakat.

Baca Juga: Review iPhone 16 Pro Max 3 Bulan: Ultrawide Naik 48 MP, Apple Intelligence Mulai Matang, Tapi Masih Hambar?

Jejak Dakwah Imam Lapeo di Tanah Mandar

Masjid Nur Taubah Imam Lapeo merupakan peninggalan langsung dari perjuangan KH Muhammad Tahir, atau yang dikenal sebagai Imam Lapeo, dalam menyebarkan ajaran Islam di Sulawesi Barat pada abad ke-19.

Masjid ini menjadi pusat kegiatan dakwah sekaligus simbol keberhasilan penyebaran Islam di wilayah pesisir Mandar. “Masjid ini adalah bukti otentik perjuangan Imam Lapeo,” demikian narasi yang berkembang dalam masyarakat setempat.

Selain sebagai tempat ibadah, kawasan masjid juga menjadi lokasi makam Imam Lapeo yang hingga kini sering diziarahi. Kehadiran makam tersebut menambah nilai spiritual dan historis bagi pengunjung.

Dalam catatan lokal, Imam Lapeo dikenal sebagai ulama kharismatik yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk kehidupan religius masyarakat Mandar.

Baca Juga: Infinix Hot 70 Pro Bikin Pesaing Ketar-Ketir, Layar AMOLED 144Hz dan Baterai 5.160 mAh Jadi Senjata Utama

Masjid ini juga menjadi salah satu dari 17 masjid yang dibangun di sepanjang pesisir Sulawesi Barat atas prakarsa Imam Lapeo, menunjukkan luasnya jangkauan dakwah beliau.

Proses Pembangunan Penuh Tantangan dan Dukungan

Pembangunan Masjid Nur Taubah Imam Lapeo tidak berlangsung mudah. Dalam sejumlah catatan, Imam Lapeo bahkan harus berutang untuk membiayai pembangunan masjid tersebut.

“Banyak lika-liku dan tantangan dalam proses pembangunannya,” menjadi gambaran kondisi saat itu.

Menariknya, pembangunan masjid ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk para pedagang asal Tiongkok yang turut membantu pendanaan.

Baca Juga: Poco F7 Ultra Flagship Killer Rp10 Juta Bikin Kompetitor Panik, Snapdragon 8 Elite & Kamera Tele Jadi Senjata Utama

Selain itu, material bangunan juga memanfaatkan sumber daya yang ada. Salah satunya adalah penggunaan sisa-sisa besi dari proyek pembangunan Jembatan Mapilli untuk memperkuat struktur menara masjid.

Data ini menunjukkan adanya kolaborasi lintas komunitas dalam pembangunan masjid, yang mencerminkan semangat gotong royong masyarakat pada masa itu.

Masjid ini kemudian berdiri sebagai simbol perjuangan, tidak hanya dalam aspek spiritual tetapi juga sosial dan ekonomi.

Baca Juga: Poco F7 Ultra Resmi Dibongkar: HP “Ultra” Pertama Poco Bawa Snapdragon 8 Elite, Gaming Ngebut 120 FPS

Destinasi Wisata Religi dan Pusat Ziarah

Hingga kini, Masjid Nur Taubah Imam Lapeo tetap aktif digunakan sebagai tempat ibadah sekaligus destinasi wisata religi di Sulawesi Barat.

Setiap tahunnya, ribuan peziarah datang untuk berkunjung, terutama untuk berdoa di makam Imam Lapeo yang berada di area masjid.

“Masjid ini menjadi salah satu lokasi ziarah paling ramai di Sulawesi Barat,” menjadi fakta yang memperkuat posisinya sebagai pusat spiritual.

Baca Juga: Poco F7 Ultra Resmi Jadi HP Flagship Rp10 Jutaan, Snapdragon 8 Elite dan Kamera Triple Jadi Andalan, Ini Hasil Uji Lengkapnya

Selain nilai religius, masjid ini juga dikenal memiliki kisah-kisah karamah yang melekat pada sosok Imam Lapeo. Cerita-cerita tersebut menjadi bagian dari kepercayaan masyarakat setempat.

Keberadaan masjid ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, terutama melalui aktivitas wisata religi yang terus berkembang.

Masjid Nur Taubah Imam Lapeo kini tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga pusat kegiatan keagamaan dan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.

Baca Juga: Samsung Galaxy A56 5G Jadi Primadona Review Gadget, Desain Baru Lebih Tipis, Exynos 1580 Kencang, Tapi Masih Punya Kekurangan Klasik A Series

Sebagai penutup, Masjid Nur Taubah Imam Lapeo merupakan warisan berharga dari perjuangan dakwah Islam di tanah Mandar. Dengan sejarah panjang sejak abad ke-19, masjid ini tetap menjadi pusat ibadah, ziarah, dan pengingat akan peran penting ulama dalam membangun kehidupan spiritual masyarakat.

Editor : Axsha Zazhika
#Masjid Nur Taubah Imam Lapeo #Imam Lapeo #sejarah Islam Mandar #wisata religi Sulawesi Barat #Polewali Mandar