TRENGGALEK NJENGGALEK - Sejarah Masjid Al Ghamamah di Madinah kembali menjadi perhatian jemaah umrah karena masjid bersejarah ini diyakini sebagai lokasi pertama Rasulullah SAW melaksanakan salat Idul Fitri dan salat istisqa di Kota Madinah. Masjid yang berada sekitar 300 meter dari Masjid Nabawi itu juga dikenal dengan kisah turunnya hujan setelah doa Nabi Muhammad SAW.
Masjid Al Ghamamah menjadi salah satu situs penting sejarah Islam di Madinah. Dalam video dokumentasi perjalanan religi yang beredar di YouTube, dijelaskan bahwa kawasan tersebut pada masa Rasulullah SAW masih berupa lapangan terbuka yang digunakan sebagai tempat salat berjamaah.
Nama Al Ghamamah berasal dari bahasa Arab yang berarti awan atau mendung. Penamaan itu berkaitan dengan peristiwa hujan yang turun setelah Rasulullah SAW memimpin salat istisqa bersama para sahabat.
Masjid Al Ghamamah Jadi Tempat Pertama Rasulullah Salat Id
Dalam penjelasan video tersebut, disebutkan Rasulullah SAW pertama kali melaksanakan salat Idul Fitri di lokasi Masjid Al Ghamamah pada tahun ke-2 Hijriah setelah hijrah ke Madinah.
“Di sinilah pertama kali Rasulullah melaksanakan salat Idul Fitri di Kota Madinah,” ujar narator dalam tayangan tersebut.
Selain digunakan untuk salat Idul Fitri dan Idul Adha, kawasan itu juga menjadi tempat pelaksanaan salat istisqa ketika Madinah mengalami musim kemarau panjang. Saat itu pertanian mengalami kesulitan akibat kekeringan berkepanjangan.
Para sahabat kemudian meminta Rasulullah SAW memimpin doa meminta hujan. Tidak lama setelah salat istisqa dilaksanakan, awan mendung berkumpul di atas Kota Madinah dan hujan turun deras selama beberapa hari.
Peristiwa itulah yang kemudian membuat kawasan tersebut dikenal dengan nama Al Ghamamah atau awan mendung. Kisah tersebut hingga kini terus dikenang sebagai salah satu mukjizat doa Rasulullah SAW.
Baca Juga: Lama Rusak, Fasilitas Terminal Mulai Diperbaiki
Dibangun sejak Era Khalifah Umar dan Dipugar Kesultanan Utsmani
Menurut penjelasan dalam video, pembangunan Masjid Al Ghamamah dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Khattab untuk mengenang peristiwa penting tersebut.
“Untuk memperingati hal itu, kemudian dibangun Masjid Al Ghamamah di tempat ini,” jelas narator.
Bangunan masjid saat ini disebut telah mengalami beberapa kali renovasi dan pemugaran. Salah satu pemugaran besar dilakukan pada masa Kesultanan Turki Utsmani di era Sultan Abdul Majid.
Ciri khas arsitektur Turki Utsmani terlihat dari bentuk bangunan masjid yang menggunakan batu basal hitam serta desain kubah dan dinding yang kokoh. Nuansa arsitektur klasik Timur Tengah masih sangat terasa di kawasan masjid tersebut.
Di dalam masjid juga tersedia rak-rak berisi buku doa dan kitab kecil yang dibagikan gratis kepada para jemaah dalam berbagai bahasa. Banyak pengunjung memanfaatkan lokasi itu untuk salat sunah dan berdoa.
Baca Juga: Rekomendasi HP 3 Jutaan Terbaik 2026, iQOO Z10 hingga Samsung Galaxy A26 Paling Worth It Dibeli
Dekat Masjid Nabawi dan Jadi Destinasi Wisata Religi
Masjid Al Ghamamah berada tidak jauh dari Masjid Nabawi, tepatnya sekitar 300 meter dari pintu 310 kawasan masjid utama di Madinah. Lokasinya yang strategis membuat masjid ini menjadi salah satu tujuan favorit jemaah umrah dan wisata religi.
Selain memiliki nilai sejarah tinggi, Masjid Al Ghamamah juga menjadi simbol penting perjalanan dakwah Rasulullah SAW di Madinah. Kawasan itu memperlihatkan bagaimana tradisi salat berjamaah di lapangan terbuka telah dilakukan sejak awal perkembangan Islam.
Dalam video tersebut juga disebutkan bahwa ketika Makkah dan Madinah mengalami kemarau panjang beberapa waktu lalu, salat istisqa kembali dilaksanakan di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Beberapa hari setelah pelaksanaan salat, hujan deras turun di wilayah tersebut.
Keberadaan Masjid Al Ghamamah hingga kini menjadi pengingat tentang sejarah perjuangan Rasulullah SAW dan kedekatan spiritual umat Islam dengan tradisi ibadah yang diwariskan sejak masa awal Islam.
Editor : Gita Dwi Nuraini