TRENGGALEK NJENGGALEK - Masjid Ghamamah di Kota Madinah menjadi salah satu masjid bersejarah yang paling banyak dikunjungi jemaah umrah dan haji karena diyakini sebagai lokasi Rasulullah SAW melaksanakan salat Idul Fitri, Idul Adha, hingga salat istisqa atau salat meminta hujan. Masjid ini juga dikenal dengan kisah turunnya awan mendung yang menjadi asal-usul nama “Ghamamah”.
Masjid Ghamamah berada sekitar 300 meter di sebelah barat daya Masjid Nabawi. Lokasinya berada di kawasan yang dahulu merupakan tanah lapang atau almusalla, tempat Rasulullah SAW dan para sahabat melaksanakan salat berjemaah di ruang terbuka.
Keberadaan Masjid Ghamamah hingga kini tidak hanya menjadi simbol sejarah perkembangan Islam di Madinah, tetapi juga destinasi wisata religi yang ramai dikunjungi jemaah dari berbagai negara saat menjalankan ibadah umrah maupun haji.
Baca Juga: Rekomendasi HP 3 Jutaan Terbaik 2026, iQOO Z10 hingga Samsung Galaxy A26 Paling Worth It Dibeli
Tempat Rasulullah SAW Melaksanakan Salat Id dan Salat Istisqa
Masjid Ghamamah memiliki sejarah panjang yang berkaitan langsung dengan aktivitas ibadah Rasulullah SAW di Madinah. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa kawasan ini dulunya merupakan lapangan terbuka yang digunakan Nabi Muhammad SAW untuk melaksanakan salat Idul Fitri dan Idul Adha.
Selain itu, tempat tersebut juga menjadi lokasi pelaksanaan salat istisqa ketika Kota Madinah mengalami musim kekeringan berkepanjangan. Rasulullah SAW kemudian mengajak para sahabat dan masyarakat melaksanakan doa bersama memohon hujan kepada Allah SWT.
Tak lama setelah doa dipanjatkan, awan mendung berkumpul di langit Madinah hingga hujan turun deras. Dari peristiwa itulah muncul nama Ghamamah yang dalam bahasa Arab berarti awan atau mendung.
Dalam sejumlah penjelasan sejarah, salat Id pertama Rasulullah SAW di kawasan tersebut disebut berlangsung pada tahun ke-2 Hijriah. Peristiwa itu menjadikan kawasan Masjid Ghamamah memiliki nilai spiritual tinggi bagi umat Islam.
Masjid ini juga dikenal sebagai salah satu titik napak tilas perjuangan dakwah Rasulullah SAW di Madinah. Banyak jemaah memanfaatkan kunjungan ke tempat tersebut untuk mengenang sejarah perjalanan Islam pada masa awal perkembangan dakwah.
Dibangun Sejak Masa Khalifah dan Beberapa Kali Direnovasi
Bangunan Masjid Ghamamah yang berdiri saat ini merupakan hasil pembangunan dan renovasi dari berbagai masa kekhalifahan Islam. Dalam sejumlah catatan sejarah, pembangunan awal dilakukan pada era Khalifah Umar bin Abdul Aziz dari Dinasti Umayyah.
Masjid kemudian beberapa kali mengalami renovasi besar, termasuk pada masa Kesultanan Turki Utsmani. Salah satu renovasi penting dilakukan pada masa Sultan Abdul Majid I sekitar tahun 1275 Hijriah dengan mempertahankan bentuk arsitektur khas Timur Tengah.
Secara arsitektur, Masjid Ghamamah memiliki desain unik dengan dominasi batu basal hitam, kubah putih, dan menara sederhana di salah satu sudut bangunan. Area masjid berbentuk persegi panjang dengan ruang salat yang cukup luas.
Bagian dalam masjid dihiasi mihrab sederhana dan mimbar marmer. Sementara halaman luarnya dipenuhi area terbuka yang kerap menjadi tempat jemaah beristirahat setelah beribadah di Masjid Nabawi.
Di sekitar kawasan Masjid Ghamamah juga terdapat beberapa situs penting lain seperti Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq, Masjid Ali bin Abi Thalib, serta pasar kurma tradisional yang ramai dikunjungi wisatawan religi.
Baca Juga: Lama Rusak, Fasilitas Terminal Mulai Diperbaiki
Jadi Destinasi Wisata Religi Favorit Jemaah Umrah
Kini Masjid Ghamamah menjadi salah satu destinasi wajib bagi jemaah umrah maupun haji yang berada di Madinah. Letaknya yang dekat dengan Masjid Nabawi membuat kawasan ini mudah diakses пеш peziarah dari berbagai negara.
Banyak biro perjalanan umrah memasukkan Masjid Ghamamah dalam paket city tour religi karena nilai sejarahnya yang kuat. Selain untuk beribadah, jemaah juga memanfaatkan kunjungan tersebut untuk mempelajari sejarah Islam secara langsung.
Meski memiliki nilai sejarah tinggi, para pembimbing ibadah sering mengingatkan bahwa tidak ada keutamaan khusus untuk salat di Masjid Ghamamah dibandingkan masjid utama seperti Masjid Nabawi, Masjidil Haram, Masjid Quba, maupun Masjid Al-Aqsa.
Namun demikian, Masjid Ghamamah tetap menjadi simbol penting sejarah dakwah Rasulullah SAW di Madinah. Keberadaan masjid ini mengingatkan umat Islam tentang perjuangan Nabi dalam membangun masyarakat Islam dengan doa, kebersamaan, dan keteguhan iman.
Hingga kini, kawasan Masjid Ghamamah tetap ramai dikunjungi terutama saat musim umrah dan haji. Banyak jemaah mengabadikan momen di lokasi tersebut sembari mengenang sejarah salat Id dan salat istisqa Rasulullah SAW yang menjadi bagian penting perjalanan Islam di Madinah.
Editor : Gita Dwi Nuraini